TANJUNG SELOR – Harapan warga Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, segera memiliki pasar kuliner pupus sudah, lantaran tak dilanjutkan anggaran pembangunan nya pada tahun anggaran 2021 ini oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, padahal pada tahun anggaran 2020 lalu telah dianggarkan sebesar lebih kurang Rp 4 Miliar.
Menurut sumber media ini di Disperindagkop Kaltara, untuk anggaran pembangunan hingga penyelesaian tahap akhir diplot sebesar Rp 11 Miliar. Hanya saja kabarnya usulan itu dicoret saat pembahasan anggaran sebelum ditetapkan dan disetujui bersama oleh TAPD dan Banggar Legislatif.
“Kalau ditanya apakah saya kecewa, tentu sangat kecewa besar, mengingat keberadaan pasar kuliner ini sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat, “ kata Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, kepada media ini beberapa waktu yang lalu.

Seharusnya kata dia, ditengah pandemic covid – 19 seperti ini, pembangunan pasar kuliner wajib berlanjut, bukan dihentikan anggaran lanjutan nya tanpa disertai dengan alasan yang jelas, disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat.
“Kan katanya, disamping melawan covid – 19, pemulihan ekonomi juga harus berjalan secara beriringan, agar kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara merata, “ kata Datu.
Menurut Datu, kalau pasar kuliner Tanjung Palas segera tuntas terbangun dan diisi oleh para penjaja makanan. Kendaraan yang melintas dari arah Samarinda, Berau, Tanjung Selor, menuju Tanjung Palas Utara, Sekatak, KTT dan Malinau sangat terbantu. Terutama sopir dan para penumpang yang membutuhkan sarapan, makan siang atau makan malam bisa beristirahat disana.
Namun harapan masyarakat tetaplah tinggal harapan, faktanya pembangunan pasar ini tak berlanjut. Entah sampai kapan dibiarkan demikian, hanya Pemprov Kaltara melalui Dinas Tekhnis yang membidangi mampu menjawab hal itu.
“Infonya tidak hanya pasar kuliner di Tanjung Palas saja yang terhenti lanjutan pembangunan nya, namun pasar di Kecamatan Bunyu, kabupaten Bulungan dan pasar di Sebatik, Kabupaten Nunukan mengalami nasib yang sama, “ tegas Datu Buyung Perkasa.
Hasil pantauan lapangan media ini, bangunan pasar kuliner di Tanjung Palas sudah sampai ketahap pondasi bangunan.
Selain terlihat dua unit molen pengaduk semen yang masih teronggok disana, direksi keet yang sudah terlanjur dibangun oleh kontraktor pelaksana kerja terlihat tak terurus, pintu bangunan tampak terbuka, pagar seng yang terlihat sebelumnya mengelilingi lokasi bangunan juga sudah dilepas dari tempatnya semula dipasang. *
Reporter : Sahri.






