Setiap Tahun Rata-Rata 2000 an Lebih Wisatawan Mancanegara Berkunjung ke Krayan

– Di harapkan pemerintah serius membantu pembangunan dan membenahi seluruh objek wisata yang ada disana.

TANJUNG SELOR – Tingkat kunjungan para Wisatawan Mancanegara (Wisman) khususnya para pelancong dari negeri Jiran Sabah dan Serawak Malaysia ke Krayan Kabupaten Nunukan, setiap tahun terus meningkat, untuk tahun 2021 lalu saja tercatat ada 2.000 an lebih yang datang untuk berlibur sambil menikmati objek wisata alam dan wisata budaya yang ada disana.

Batu berukir salah satu objek wisata alam yang ada di Krayan Kabupaten Nunukan.

“Objek wisata alam yang paling ramai dikunjungi antara lain batu berukir yang ada di desa Pa Lidung, ” kata Yakob Palung anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara diruang kerjanya, Senin 21/5/2022.

Selain itu, kunjungan kemakam leluhur masyarakat Krayan yang ada diwilayah tersebut juga kerap dikunjungi. Termasuk keindahan Ari terjun yang ada di desa Wayagung selalu tak pernah dilewati oleh para wisatawan untuk mandi-mandj dan berpoto ria, maklum keindahan air terjun ini sangat berbeda dengan terjun yang ada didaerah lain nya.

Bila tiap-tiap Wisatawan membelanjakan uang Rp 1,5 juta, maka akan ada uang sebesar Rp 3 Miliar yang beredar di Krayan selama kunjungan mereka (Wisman,red).

Sedangkan didaerah kecamatan Krayan Timur ada sebuah gunung yang sangat indah. Dimana bila kita berada dibagian puncak bisa menyaksikan keseluruhan keindahan alam Krayan.

“Selain itu ada lagi air terjun lain nya didesa Pa Remayo, akses jalan menuju kesana cukup bagus. Kalau ini dikembangkan dengan seni yang tinggi keindahan nya juga tidak kalah hebat, ” kata Yakob Palung lagi.

Lokasinya juga sangat mudah dijangkau dari segala arah. Oleh sebab itu kedepan perlu dukungan dari pemerintah untuk pengembangan nya.

Di Pa Ramyo ini juga ada dibangun turbin listrik tenaga air. Namun saat ini sudah tak berfungsi lagi, dikarenakan hadirnya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Krayan.

“Untuk akses jalan tinggal diperbaiki dan dipoles sedikit, pengunjung sudah nyaman untuk menjangkau kesana, ” tambahnya.

Sayang nya selama ini untuk pengelolaan hanya diurus oleh Pokdarwis atau kelompok sadar wisata yang bermarkas di desa Tang Paye, tanpa ada suport anggaran dari pemerintah.

Yang tidak kalah penting wisata seni dan budaya setempat saat ini sudah menjadi kalender tetap tahunan. Dari sektor ini saja sudah mampu menarik minat wisatawan manca negara untuk berkunjung.

“Melihat potensi tersebut diharapkan kedepan ada perhatian dari Pemprov Kaltara melalui OPD tekhnis untuk membangun dan membenahi objek wisata yang ada di Krayan, agar kedepan dapat lebih banyak lagi mendatangkan para wisatawan berkunjung kesana, ” tutup Yakob Palung. *

Editor    : Sahri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!