Banjir Kembali Merendam Perumahan Warga Desa Atap Kecamatan Sembakung Nunukan

Air kian deras, warga desa Tembelunu dan Manuk Bungkul sudah kesulitan menjangkau desa disekitarnya untuk berbelanja kebutuhan sehari-sehari.

NUNUKAN – Aktifitas Warga desa Tembelunu dan desa Manuk Bungkul, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, sejak kemarin, Sabtu, 21/5/2022, lumpuh total akibat bencana banjir yang menggenangi perkampungan dan perumahan mereka.

Ketinggian air terus naik dan menggenangi seluruh perumahan warga di desa Atap kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

Menurut H Muhammad Nasir SE, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Utara, yang kebetulan berkunjung ke Kecamatan Sembakung, melalui WhatsAPP, Minggu 22/5/2022 menyebutkan, untuk bisa berhubungan dengan tetangga kampung disebelahnya warga hanya menggunakan sampan, lantaran seluruh ruas jalan sudah tak mungkin dilintasi dengan berjalan kaki.

“Ketinggian air dijalan-jalan sudah melebihi tinggi orang dewasa, ” ujarnya.

Menurutnya, kondisi warga Tembelunu dan warga desa Manuk Bungkul, benar-benar memprihatinkan. Karena dengan stok makanan yang terbatas maka satu dua hari kedepan bila banjir tak juga surut mereka akan kehabisan, khususnya bahan makanan, susu formula, obat-obatan selimut dan lain sebagainya.

“Harapan kita ada bantuan tanggap darurat turun, baik dari Pemkab Nunukan maupun dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, ” tegasnya.

Selain desa Tembelunu dan desa Manuk Bungkul, desa Atap sendiri sebagai ibukota kecamatan Sembakung juga terendam, ketinggian air terus bertambah. Saat ini warga hanya bisa berdiam dirumah tanpa bisa berbuat apa-apa.

Disebutkan, lantaran air mulai naik pada malam hari, dan begitu cepat sekali. Warga tak sempat berpikir untuk mengevakuasi beberapa hewan ternak milik mereka.

“Yang pasti tidak hanya itu, akibat banjir tersebut yang dapat dipastikan warga yang berladang dan berkebun otomatis gagal panen, ” tutup H M Nasir. *

Reporter : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!