Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan Siap Hibahkan Lahan 8 H Untuk Kampus IAIN

TANJUNG SELOR – Agar Perguruan Tinggi Negeri tidak terkesan menumpuk satu tempat saja, dan bisa tersebar di Kabupaten Kota di Kalimantan Utara, Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB), Drs Datu Buyung Perkasa M Pd siap menghibahkan lahan seluas 8 Hektar untuk pembangunan gedung Kampus IAIN Kaltara.

“Saya punya lahan seluas 8 Hektar di belakang kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, silahkan dibangun kampus IAIN, ” kata Datu Buyung Perkasa kepada media ini, Senin, 31/1/2022.

Kenapa harus dibangun di Tanjung Selor atau pun di Tanjung Palas?, harapan nya agar ada pemerataan penyebaran perguruan tinggi negeri di kabupaten Kota di Kaltara.

“Tarakan sudah ada Kampus Universitas Borneo, di Nunukan ada Politani Nunukan, sudah seyogyanya kampus IAIN posisinya berada di kabupaten Bulungan, ” tegas Datu Buyung Perkasa.

Bila perlu di Kabupaten Tana Tidung (KTT) kedepan pemerintah perlu memikirkan bagaimana Akademi atau sekolah tinggi ilmu perikanan dan kelautan berdiri disana. Dan di Malinau didirikan kampus ilmu kehutanan, perkebunan dan pertanian, jadi keberadaan perguruan tinggi negeri di Kallimantan Utara kelak benar-benar tersebar dan merata disemua daerah.

“Malalui perguruan tinggi negeri ini juga nantinya diharapkan menjadi salah satu upaya untuk peningkatan ekonomi kabupaten kota yang ada di Kaltara, ” imbuh Datu Buyung Perkasa.

Bayangkan lanjutnya, bila setiap PTN ada 500 orang Mahasiswa, mereka mendapat kiriman atau biaya hidup dari orang tuanya Rp 1. 000.000,- perbulan, akan ada peredaran uang sebesar Rp 500.000.000, otomatis sektor jasa ekonominya akan bergerak, misalnya seperti warung makan dan sembako, jasa transportasi dan jasa rumah sewa hunian akan mendapat pelanggan tetap, yaitu dari para mahasiswa tersebut.

“berangkat dari pemikiran sederhana saja, tak perlu kita memikirkan investasi besar, bahwa akan ada investor ini dan investor itu yang siap berinvestasi, cukup dari yang sederhana dan pasti tapi ekonomi rakyat kecil bergerak dinamis, ” ujarnya.

Semoga saja, harapnya, para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan di Kalimantan Utara mau “mendengar”. Supaya kedepan seluruh masyarakat dengan berbagai profesi nya dapat mencapai kesejahteraan yang berkeadilan untuk semua. *

Reporter : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *