Connect with us

Berita Tarakan

IMDKT Pertanyakan Perkembangan Laporan Dugaan Pelecehan Etnis Punan

Published

on

Tobing Setiawan Ketua IMDKT

TARAKAN – Ikatan Mahasiswa Dayak Kota Tarakan (IMDKT) berharap laporan terkait dugaan pelecehan kepada sub Suku Dayak Punan beberapa waktu lalu melalui media sosial (Medsos) ditindaklanjuti oleh aparat yang berwenang.

“Kenapa kita mendesak dugaan pelecehan itu ditindaklanjuti, karena perbuatan demikian sudah jelas mencederai kebhinekaan yang sudah kita rajut sedemikian indah dinegara Indonesia tercinta ini, ” kata Tobing Setiawan ketua IMDKT melalui pesan elektronik ke WhatsAPP media ini, Senin 16/5/2022.

Agar ada efek jera kepada oknum dimaksud, serta bentuk pelajaran supaya kedepan tak ada lagi cuitan-cuitan atau unggahan yang mengarah kepada praktik rasisme dimedia sosial.

“Mati kita gunakan medsos untuk hal-hal yang bermanfaat saling tukar informasi sebagai sarana pengetahuan dan pembelajaran, ” ajak Tobing Setiawan.

Di bagian lain ia juga menegaskan apabila tak ada tindaklanjut dari perihal itu. Pihaknya berjanji akan mengadakan aksi turun kejalan.

“Harapan saya dan teman-teman laporan kami beberapa waktu lalu ada tindaklanjutnya, ” pungkas Tobing Setiawan.

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tarakan

Pendapatan PDAM Tirta Alam Tarakan Deviden nya Tembus Rp 8,2 Miliar

Published

on

Iwan Setiawan S Pd, Direktur Utama PDAM Tirta Alam Kota Tarakan.

– Ini strategi kerja Iwan Setiawan Sebagai Direktur Utama.

TARAKAN – Sebelum dipimpin oleh Iwan Setiawan S Pd, sebagai Direktur Utama (Dirut), pendapatan atau laba bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, sangat jauh dari yang diharapkan, namun berkat tangan dingin nya, kini perusahaan plat merah itu mampu menyumbang Pendpatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pendapatan bukan pajak (Deviden) sebesar Rp 8 Milyar lebih pertahun.

Mau tau strategi apa yang diterapkan Iwan Setiawan, berikut wawancara nya dengan Jurnal Kaltara melalui sambungan telpon selular, Kamis 24/2/2022.

Pertama-tama kata Iwan, sebelum dirinya mendapat kepercayaan sebagai Direktur Utama, bukan nya laba yang didapat, melain kan hampir tidak ada sama sekali.

“Yang pertama langkah saya adalah melakukan efisiensi, kedua merombak semua manajemen yang ada dan mengatur semua sistem administrasi, ” ujarnya.

Termasuk merubah budaya kerja para karyawan. Serta melakukan reklasifikasj golongan pelanggan.

Misalnya lanjut dia, sebelum nya rumah pelanggan dimaksud dulu awal pemasangan jaringan masih kecil atau biasa-biasa saja. Sekarang sudah mengalami perubahan, bangunan nya sudah besar.

Artinya untuk penglasifikasian pelanggan sekarang berdasarkan kelas ekonomi nya, bukan berdasarkan kelas jalan seperti sebelum nya.

“Supaya ada pemenuhan rasa keadilan terhadap pelanggan itu lah yang menjadi pemikiran mendasar untuk perhitungan beban berdasarkan kelas atau strata ekonomi, ” imbuhnya.

Kalau rumah nya besar ya bayarnya juga harus besar, sesuai dengan akaian atau beban air yang digunakan, atau mereka inj dikategorikan bukan pelanggan yang disubsidi.

Sebagai pijakan, tentu ada aturan nya, yaitu melalui Peraturan Wali Kota (Perwali). Untuk penetapan klasifikasi pelanggan berdasarkan type bangunan dan pemakaian air bersih perbulan.

Artinya pelanggan dimaksud berawal dari rumah tangga biasa, keniaga kecil hingga niaga menengah keatas. Dengan perhitungan Inilah yang membuat pendapatan PDAM Tirta Alam terus meningkat dari waktu kewaktu.

Yang tidak kalah penting kata Iwan Setiawan berulang-ulang mengatakan, adalah melakukan perombakan manajemen, administrasi dan budaya kerja tersebut.

“Awal saya dilantik, pendapatan hanya Rp 3,2 Milyar, sekarang sudah tembus Rp 5 Milyar lebih, ” tutur Iwan.

Dimana perhitungan itu, sesuai PP dan Permendagri sekitar 50 persen laba bersih disetor ke Kas Daerah Kota Tarakan.

Untuk jangka pendek, Iwan Setiawan menegaskan, pihaknya akan berupaya bagaimana pada zona merah yang masih bergilir, kedepan bagaimana air bersih bisa segera mengalir dengan normal.

“Sekarang masih ada tersiaa 5 zona yang akan kita selesaikan dari 15 zona sebelum saya memimpin PDAM Tirta Alam, ” tutur Iwan Setiawan.

Menurutnya, dukungan pemerintah kota terhadap PDAM sudah cukup bagus, khususnya dalam bentuk dukungan penyiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Menyoal sumber air baku Kpta Tarakan tak masalah, masih bisa tercukupi dengan baik.Selain beberapa sungai kecil, ada juga sungai yang besar yang debit air nya berlimpah.

“Yang ideal kota Tarakan itu harus membangun 10 embung penampungan, sekarang baru ada 5, tentu perhitungan itu sesuai perkembangan jumlah penduduk nya, ” tutup Iwan Setiawan. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Tarakan

Peringatan Hari Armada RI, Gubernur Bersama Danlantamal XIII Tanam Mangroove di Tarakan

Published

on

By

TARAKAN – Beberapa waktu lalu Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya berkesempatan berkunjung ke Kalimantan Utara (Kaltara) dalam hal peninjauan dan penanaman bibit mangrove di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung.

Potensi pengembangan kawasan hijau di wilayah Kaltara yang menjanjikan tak lepas dari perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Itu diwujudkan dengan mendukung segala program kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kawasan hijau seperti penanaman bibit mangrove.

Seperti yang dilakukan oleh Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang bersama Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIII melakukan penanaman mangrove dalam rangka HUT ke-76 Armada RI Tahun 2021 di areal tambak rakyat Kota Tarakan, Sabtu (4/12).

Gubernur Zainal mengapresiasi dan berterima kasih kepada Danlantamal XIII yang memprakasai kegiatan penanaman bibit mangrove. Tentu langkah ini merupakan tindak lanjut dan dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan hijau, khususnya di Bumi Benuanta.

“Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan supaya tutupan mangrove lebih banyak di Kaltara,” ujarnya.

Gubernur Zainal menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 81 ribu hektare penutupan mangrove yang ada di Kaltara. Ia berkeinginan agar masyarakat pun ikut terlibat langsung dalam program ini yang mana kedepannya akan memberikan dampak baik terhadap lingkungan di Kaltara.

“Manakala kita bersama-sama, sepetak lahan yang kita tanami akan menambah tutupan mangrove di Kaltara,” pesan orang nomor satu di Kaltara.

Terakhir, pesan mantan Wakapolda Kaltara ini kepada masyarakat Kaltara untuk turut membantu, menjaga dan memelihara lingkungan seperti tanaman mangrove yang ada dikawasan pertambakan.

“Saya harap apa yang sudah kita lakukan ini dijaga dan dipelihara,” pungkasnya. (el.r/dkisp.kaltara)

Continue Reading

Tarakan

Gandeng LSP-KPK, BPSDM Kaltara Gelorakan Budaya Anti Korupsi Melalui Diklat

Published

on

By

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bekerjasama dengan LSP-KPK menyelenggarakan Diklat Calon Penyuluh Anti Korupsi bagi Tenaga Pendidik dan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi melalui jalur pengalaman/Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara yang diselenggarakan di SwissBell Hotel Tarakan, dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 3 Desember 2021.

Kegiatan ini bagian dari pelaksanaan Syncrounous Diklat dan Sertifikasi yang sebelumnya dilaksanakan secara Assyncrounous melalui LMS KPK yang dihelat sejak 26-29 November 2021.

Secara umum kegiatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi bagi calon penyuluh anti korupsi sehingga menjadi modal awal dalam rangka memberikan skill teknis penyuluh Antikorupsi dalam rangka mengiplementasikan Pergub 47 Tahun 2020 Tentang Pendidikan Anti Korupsi di lingkungan Provinsi Kaltara.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDM Kaltara, Muhamad Ishak yang mewakili Gubernur Kaltara, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada jenjang pendidikan yang sangat penting dilaksanakan secara sistematis, terpadu dan berkelanjutan untuk menanamkan budaya antikorupsi terkhusus kepada insan pendidik di Provinsi Kaltara yang diharapkan menjadi agen penebar benih Budaya Antikorupsi.

“Pada dasarnya pencegahan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk para pendidik seperti yang didiklatkan pada hari ini,” ungkapnya di hadapan peserta, Senin (30/11/2021).

Beliau menambahkan bahwa Pemprov Kaltara telah melahirkan produk hukum, yakni Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Pendidikan Anti Korupsi yang berimplikasi terhadap penguatan Pendidikan Antikorupsi di Bumi Benuanta, yang secara umum mengedukasi kepada seluruh unsur masyarakat untuk memerangi korupsi, yang secara khusus ditujukan kepada pendidik dan peserta didik, orang tua siswa, Aparatur Sipil Negara, BUMD dan Masyarakat.

“Kegiatan ini juga, merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat terkait penanaman Budaya Antikorupsi yang dimulai dari generasi muda dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran serta Masyarakat yang diwakili Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi, Diah Novianthi yang juga turut hadir pada kegiatan mengapresiasi lahirnya Peraturan Gubernur Kaltara Nomor 47 Tahun 2020 yang menurutnya komitmen Pemerintah Kaltara dalam membudayakan Antikorupsi.

“Lahirnya Pergub Nomor 47 Tahun 2020 merupakan gerak cepat dan kerja cepat dalam memberantas Korupsi di Kalimantan Utara,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk keterlibatan peran serta elemen masyarakat salah satunya Pemprov Kaltara melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam mengedukasi Budaya Anti Korupsi, yang secara harafiah dilaksanakan melalui strategi Trisula pemberantasan Korupsi.

“Pemberantasan Korupsi dapat dilakukan melalui trisula pemberantasan, yaitu Pencegahan, Pendidikan, dan penindakan,” ungkapnya dalam sambutan pembukaan Diklat Calon Penyuluh Antikorupsi.

Sebagai informasi, kegiatan Syncrounous Diklat Penyuluh dilaksanakan selama 3 hari dengan pola pembelajaran klasikal melalui 6 kelompok yang masing-masing didampingi oleh Penyuluh dari LSP-KPK. (prd/bpsdmkaltara)

Continue Reading

Trending