– Ini strategi kerja Iwan Setiawan Sebagai Direktur Utama.
TARAKAN – Sebelum dipimpin oleh Iwan Setiawan S Pd, sebagai Direktur Utama (Dirut), pendapatan atau laba bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, sangat jauh dari yang diharapkan, namun berkat tangan dingin nya, kini perusahaan plat merah itu mampu menyumbang Pendpatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pendapatan bukan pajak (Deviden) sebesar Rp 8 Milyar lebih pertahun.
Mau tau strategi apa yang diterapkan Iwan Setiawan, berikut wawancara nya dengan Jurnal Kaltara melalui sambungan telpon selular, Kamis 24/2/2022.
Pertama-tama kata Iwan, sebelum dirinya mendapat kepercayaan sebagai Direktur Utama, bukan nya laba yang didapat, melain kan hampir tidak ada sama sekali.
“Yang pertama langkah saya adalah melakukan efisiensi, kedua merombak semua manajemen yang ada dan mengatur semua sistem administrasi, ” ujarnya.
Termasuk merubah budaya kerja para karyawan. Serta melakukan reklasifikasj golongan pelanggan.
Misalnya lanjut dia, sebelum nya rumah pelanggan dimaksud dulu awal pemasangan jaringan masih kecil atau biasa-biasa saja. Sekarang sudah mengalami perubahan, bangunan nya sudah besar.
Artinya untuk penglasifikasian pelanggan sekarang berdasarkan kelas ekonomi nya, bukan berdasarkan kelas jalan seperti sebelum nya.
“Supaya ada pemenuhan rasa keadilan terhadap pelanggan itu lah yang menjadi pemikiran mendasar untuk perhitungan beban berdasarkan kelas atau strata ekonomi, ” imbuhnya.
Kalau rumah nya besar ya bayarnya juga harus besar, sesuai dengan akaian atau beban air yang digunakan, atau mereka inj dikategorikan bukan pelanggan yang disubsidi.
Sebagai pijakan, tentu ada aturan nya, yaitu melalui Peraturan Wali Kota (Perwali). Untuk penetapan klasifikasi pelanggan berdasarkan type bangunan dan pemakaian air bersih perbulan.
Artinya pelanggan dimaksud berawal dari rumah tangga biasa, keniaga kecil hingga niaga menengah keatas. Dengan perhitungan Inilah yang membuat pendapatan PDAM Tirta Alam terus meningkat dari waktu kewaktu.
Yang tidak kalah penting kata Iwan Setiawan berulang-ulang mengatakan, adalah melakukan perombakan manajemen, administrasi dan budaya kerja tersebut.
“Awal saya dilantik, pendapatan hanya Rp 3,2 Milyar, sekarang sudah tembus Rp 5 Milyar lebih, ” tutur Iwan.
Dimana perhitungan itu, sesuai PP dan Permendagri sekitar 50 persen laba bersih disetor ke Kas Daerah Kota Tarakan.
Untuk jangka pendek, Iwan Setiawan menegaskan, pihaknya akan berupaya bagaimana pada zona merah yang masih bergilir, kedepan bagaimana air bersih bisa segera mengalir dengan normal.
“Sekarang masih ada tersiaa 5 zona yang akan kita selesaikan dari 15 zona sebelum saya memimpin PDAM Tirta Alam, ” tutur Iwan Setiawan.
Menurutnya, dukungan pemerintah kota terhadap PDAM sudah cukup bagus, khususnya dalam bentuk dukungan penyiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Menyoal sumber air baku Kpta Tarakan tak masalah, masih bisa tercukupi dengan baik.Selain beberapa sungai kecil, ada juga sungai yang besar yang debit air nya berlimpah.
“Yang ideal kota Tarakan itu harus membangun 10 embung penampungan, sekarang baru ada 5, tentu perhitungan itu sesuai perkembangan jumlah penduduk nya, ” tutup Iwan Setiawan. *
Reporter : Sahri.




