Connect with us

Berita Bulungan

50.000 H Areal Food Estate Delta Kayan di Bulungan Menunggu Investor

Published

on

Bupati Bulungan Syarwani S Pd M Si.

TANJUNG SELOR – Food Estate adalah sebuah program jangka panjang pemerintahan Indonesia, untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri, salah satunya di Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, sayang pengolahan nya belum menampak kan keseriusan.

Di Bulungan sendiri Food Estate ini berada disepanjang delta Kayan, diantaranya di seberang sungai desa Salimbatu dan desa Tanjung Buka, kecamatah Tanjung Palas tengah seluas 50.000 H.

Food estate ini pertama kali di buka dimasa kepemimpinan mantan Bupati Bulungan, H Budiman Arifin, berlanjut saat mantan Bupati almarhum Sujati, sudah lebih 10 tahunan.

Namun tetap saja gaung nya belum terdengar, sebagai penghasil gabah terbesar di Bulungan, bahkan sejak kurun waktu beberapa tahun terakhir areal food estate ini diduga mati suri alias tak tampak adanya kegiatan disana.

Karena pada masa areal persawahan pasang surut tersebut mulai dibuka, setiap orang yang berpergian dari Tanjung Selor ke Tarakan atau sebaliknya pasti bisa menyaksikan hamparan padi yang menguning saat musim panen tiba.

Secara terpisah, Bupati Bulungan, Syarwani S Pd M Si, membenarkan areal food estate delta Kayan masih dalam tahap evaluasi, kendala apa saja yang menyebabkan program ini tak berjalan sebagaimana mestinya, belum terinvetarisir dengan baik.

“Kemarin sempat juga beberapa ijin yang terbit diatas nya. Tentu karena tidak adanya keseriusan dari pihak swasta untuk mengembangkan kawasan pangan tersebut , maka luasan lahan nya tetap akan dipertahankan begitu saja, ” ujar Syarwani S Pd M Si.

Dengan harapan nantinya ada investor lain yang bergerak dibidang pangan mau menggarap food estate itu.

Sampai hari ini diakui juga belum ada investor yang melirik food estate tersebut.

Lebih lanjut orang nomor satu di Bulungan ini mengaku, sudah meminta dinas tekhnis untuk melakukan penataan. Supaya kedepan ada investor yang benar-benar serius mengolah persawahan didelta Kayan tersebut.

“Kendati begitu, Pemkab Bulungan juga akan memberdayakan 10 RT masyarakat Tanjung Buka, untuk mengolah areal persawahan nya, termasuk menggarap prodak pertanian lain ” kata Bupati Syarwani.

Karenanya sambung Bupati, selain desa Sajau Hilir, petani desa Panca Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara, juga terus mengelola sawah seluas 75 H dengan hasil yang memuaskan.

“Kebetulan di Panca Agung ada sarana dan prasana penggulingan padi dan pengemasan beras nya, sudah bisa digunakan oleh masyarakat petani melalui peran Kepala Desa didalamnya, tentu sudah bisa menambah stok pangan di Bulungan khususnya dan Kaltara pada umumnya, ” tutup Syarwani. *

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bulungan

Listrik Mati, Pelayanan RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Berjalan Normal

Published

on

Pasien rawat jalan di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor tetap terlayani dengan baik.

– Pendaftaran pasien rawat jalan dan lain lain dilayani secara manual.

TANJUNG SELOR – DI Pastikan walau sempat terkendala beberapa menit akibat matinya lampu listrik, pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor tetap berjalan normal.

“Memang sempat beberapa menit pelayanan stagnan, tapi sudah kita lanjutkan secara manual, ” kata Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, dr H Suryatan, kepada media ini m, elalui telpon selularnya, Sabtu 25/6/2022.

Menurutnya, saat listrik mati biasanya pihaknya menggunakan ghenset cadangan. Namun ketika dinyalakan ghenset juga bermasalah sedikit terjadi troble.

“Tetapi kita terus melakukan upaya memberikan pelayanan yang terbaik kemasyarakat, salah satunya melalui cara manual, ” ujarnya.

Dengan klarifikasi ini, sekaligus meluruskan apa yang berkembang dimasyarakat. ” Pelayanan kita tetap jalan tak ada masalah, ” tutup dr Surya. * jk.

Continue Reading

DPRD Bulungan

Kondisi Bangunan Mesjid Al Fajr Kampung Penisir Tanjung Palas Bulungan Memprihatinkan

Published

on

Kondisi bangunan Mesjid Al Fajr Kampung Penisir Desa Pejalin Tanjung Palas Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yang sudah dimakan usia.

– Butuh perhatian dan kepedulian umat untuk membangun mesjid yang baru.

TANJUNG SELOR – Kondisi Mesjid Al Fajr kampung Penisir, Desa Pejalin Tanjung Palas, Bulungan, sangat memprihatinkan. Selain sudah reyot karena dimakan usia, bangunan nya juga terancam ambruk kesungai Kayan lantaran pada bagian bangunan terus mengalami abrasi, maklum mesjid ini dibangun persis dipinggir sungai tersebut.

Penampakan tiang Mesjid Al Fajr kampung Penisir sebagian tiang penyangga atapnya yang sudah putus.

Tiang penyangga atap bangunan juga sudah ada kayu balokan yang putus, sementara pada lantai bagian dalam bangunan ada beberapa papan yang jebol.

Kendati dengan kondisi demikian, Mesjid Al Fajr terus digunakan sebagai tempat beribadah umat Muslim disana. Karena hanya satu-satunya yang ada di Kampung Penisir.

Kepada media ini, Imam Bukhori, Anggota DPRD Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya sudah melihat langsung kondisi bangunan Mesjid Al Fajr, memang sudah sangat mendesak untuk dibangun kembali, agar kenyamanan dan kekhusukan beribadah bisa terjamin dengan baik.

“Pada program Reses anggota DPRD Bulungan, tahap II masa sidang kedua, tahun 2022, saya sempat melihat kondisi bangunan Mesjid Al Fajr Penisir, memang harus segera dibangun kembali, ” ujar Imam Bukhori.

Masalah lokasi tempat membangun sudah ada. Tinggal administrasi hibah dari pemilik lahan, dan pemilik lahan sudah setuju.

“Selain butuh dana hibah pembangunan dari pemerintah, kepedulian umat juga sangat diharapkan supaya Mesjid Al Fajr segera terbangun sebagaimana mestinya, ” pungkas Imam Bukhori. * jk/kjs.

Continue Reading

DPRD Bulungan

Bersinergi Bersama Mengawal Usulan Desa Antutan Tanjung Palas ke Pemkab Bulungan

Published

on

Imam Bukhori anggota DPRD Bulungan (kiri), Aminuddin Kepala Des Antutan (kanan).

TANJUNG SELOR – Beberapa usulan desa Antutan, kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, yang disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pembanguan Desa (Musrenbangdes) yang belum terakomodir, karenanya Pemerintah Desa (Pemdes) bersama anggota DPRD sepakat untuk mengawal hingga benar-benar usulan tersebut direspon oleh pemerintah selaku pelaksana pembangunan didaerah.

“Saya sepakat dengan bapak Aminuddin Kepala Desa Antutan, untuk saling bersinergi bersama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat Antutan, khususnya nya aspirasi yang disampaikan melalui agenda Musrenbangdes, ” kata Imam Bukhori, anggota DPRD Bulungan, kepada media ini, Rabu 22/6/2022.

Menurutnya, kesepakatan untuk mengawal usulan tersebut, saat berlangsungnya acara Reses anggota DPRD Bulungan tahap dua masa sidang kedua tahun 2022 didesa Antutan beberapa waktu yang lalu.

“Usulan yang sangat penting untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah antara lain pembangunan jalan baru dibelakang perkampungan dan drainase sebagai saluran air bila musim hujan tiba, ” tegas Imam Bukhori.

Sementara itu, untuk para ibu-ibu menyampaikan banyaknya kegiatan Pos Yandu dan kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilaksanakan. Hanya saja pada gedung tempat kegiatan belum memiliki aliran listrik, dimana jaringan kabelnya belum terpasang sama sekali.

“Pos Yandu dan PAUD ini belum memiliki kilometer listrik, harapan kita dalam waktu dekat sudah bisa terpasang, ” tutup Imam Bukhori. * jk/kjs.

Continue Reading

Trending