TIDENG PALE – Berharap kedepan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), dapat menjadi salah satu tujuan berinvestasi yang paling banyak dilirik oleh Infestor, karena potensinya dinilai sangat luar biasa sekali.
Disampaikan Ibrahim Ali, Bupati KTT, saat pertemuan dengan rombongan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Utara, (6/4/2021), kemarin, bahwa sebagai kabupaten paling bungsu Pemprov Kaltara perlu memperhatiakan. Mengingat KTT masih jauh tertinggal dibandingkan kabupaten dan kota yang ada di Provinsi ke 34 di Indonesia itu.
Disampaikan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali dalam pertemuan itu, Kabupaten Tana Tidung sebagai kabupaten bungsu perlu menjadi perhatian utama pemerintah provinsi kalimantan utara. Hal ini dikarenakan KTT masih jauh tertinggal dari kabupaten lain di Kaltara, ungkapnya.
Sejauh ini, daerah lain sudah banyak investasi yang masuk, sementara KTT masih tergolong sangat kecil dan bahkan hampir luput dari perhatian investor. Makanya dia berharap pemprov kaltara kedepan mampu mewujudkan pemerataan investasi di Kaltara, khususnya di KTT.
“Kami melihat arah investasi selama ini belum seberapa ke tana tidung, saya berharap pemprov bisa mewujudkan pemerataan iklim investasi nantinya, ” urai Ibrahim.
Selain investasi besar, sebenarnya KTT juga sangat potensial untuk pengembangan komoditas jagung. Apalagi jagung ini mudah pengelolaanya dan relatif cepat, selain itu harga dan buyernya sudah jelas.
Disisi lain, Wakil Bupati Hendrik menuturkan, kami sangat setuju dan support dengan apa yang disampaikan Plt kepala DPMPTSP Kaltara tadi. KTT sangat potensial untuk dikembangkan jagung dan pariwisata, kedua sektor itu sangat memungkinkan untuk segera direalisasikan karena akan mendukung perekonomian rakyat, tinggal bagaimana strategi dan kebijakannya kedepan.
Editor : Sahri.







