DPRD Kaltara Minta Pemprov Bantu Lobi Anggaran Jalan Mansalong – Tau Lumbis

TANJUNG SELOR – Warga perbatasan Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong dan kecamatan Lumbis, kabupaten Nunukan, berharap pengerjaan ruas jalan nasional Mansalong – Tau Lumbis pengerjaan nya dilanjutkan.

Menurut anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Karel Sompoton, Senin 8/8/2022 kepada media ini mengatakan, terkait keinginan warga agar pengerjaan jalan itu bisa dilanjutkan, pihak Pemprov Kaltara, khususnya melalui Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum dan Wakil Gubernur Kaltara Dr Yansen TP M Si, bisa melobi Kementerian Umum untuk penganggaran nya.

“Sekedar diketahui putusnya anggaran pengerjaan jalan nasional dari Mansalong – Tau Lumbis tersebut anggaran nya terhenti sejak tahun 2017 silam, ” ujar Karel.

ia juga menambahkan, khusus jalan dari Mansalong menuju desa Beringin kondisi jalan dimaksud sudah beraspal. Namun yang dari arah Beringin menuju desa Tau Lumbis sepanjang lebih kurang 80 kilometer masih berupa jalan tanah, tinggal peningkatan nya saja yang belum dilaksanakan.

“Beberapa bentangan sungai juga sama sekali belum ada jembatan yang terbangun, ” imbuh Karel Sompoton.

Minimal lanjutnya, untuk peningkatan dimaksud sementara sampai di Kecamatan Lumbis Ogong sudah cukup memadai untuk memudahkan akses masyarakat menuju Mansalong dan Malinau. Tingal perahu-perahu yang dari arah hulu sungai bisa singgah dan melanjutkan perjalanan mereka melalui jalur darat untuk berbagai kepentingan nya.

“Kenapa jalan darat mendesak untuk dibangun, karena kalau mengandalkan akses jalur sungai dengan terus merangkak naiknya BBM saat ini menyebabkan kos atau biaya yang tinggi yang harus dikeluarkan oleh masyarakat, ” kata Karel Sompoton.

Contoh dari Desa Binter menuju Mansalong saja warga harus menyiapkan 80 liter BBM untuk pulang pergi. “Bayangkan berapa biaya yang harus ditanggung dengan harga BBM saat ini, ” ujarnya.

Beda, kalau menggunakan mobil bila jalan sudah memadai cukup dengan 20 liter BBM sudah bisa pulang pergi dari desa Binter menuju Mansalong atau sebaliknya.

“Dengan menggunakan truk untuk angkutan yang banyak BBM cukup 60 liter, dengan demikian masyarakat dipedalaman sudah cukup terbantu, ” tutup Karel Sompoton. * jk/kjs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *