Ilham zain : “membangun mental spiritual juga jauh lebih penting”
TANJUNG SELOR – Dampak Pandemi Corona Virus Disesase (Covid – 19) secara langsung berpengaruh terhadap anggaran APBD Provinsi Kalimantan Utara, khususnya APBD Tahun Anggaran 2021, akibatnya pemerintah provinsi (Pemprov) mengalami dua kali refocusing anggaran tersebut dan wajar apabila belum bisa membangun infrastruktur.
“Sesuai hasil konfirmasi saya kepada sekretaris tim transisi bapak Gubernur Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum dan Wakil Gubernur Kaltara Dr Yansen TP M Si yaitu bapak Dr Datu Iman Suramenggala M Sc, bahwa mulai tahun anggaran 2021 lalu anggaran Pemprov mengalami refocusing untuk penanganan Covid 19 dan penanggulangan dampak sosialnya sebesar Rp 300 Milyar pada tahap pertama dan tahap kedua sebesar Rp 50 Milyar, itu dilakukan sesuai arahan bapak Presiden Republik Indonesia agar setiap daerah fokus menangani Pandemi Covid tak terkecuali Pemprov Kaltara, ” kata Ilham Zain S Sos, Kspala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Provinsi Kalimantan Utara, kepada media ini, Jumat, 8/7/2022.
Selain itu, lanjut dia, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih juga dilantik oleh Presiden Republik Indonesia bertepatan dengan pertengahan tahun anggaran 2021 tersebut, tentu pada pembahasan awal APBD dilakukan oleh pejabat sebelum nya.
Inilah yang sangat mendasar, maka dengan demikian untuk optimalisasi anggaran harus mengacu kepada visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.
“Apalagi ditambah dengan terjadinya dua kali refocusing anggaran, wajar saja apabila pemerintah provinsi belum bisa membangun infrastruktur, tapi lebih fokus kepada penanganan dan pencegahan Covid -19 serta penanganan dampak sosial yang dialami masyarakat, ” ujar Ilham Zain
Diketahuii, sesuai dengan Ketentuan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri Dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ Nomor 177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun 2020 dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional menginstruksikan kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan Penyesuaian Penerimaan PAD dengan menyesuaikan Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai akibat dari menurunnya kegiatan perekonomian.
Menurut Ilham Zain, dalam memahami pembangunan suatu daerah tidak hanya semata harus membangun infrastruktur saja. Akan tetapi membangun mental spiritual juga sama nilainya.
Artinya kalau semata kita hanya berpikir membangun fhisik saja, mengabaikan pembangunan spiritual bisa jadi muncul ketimpangan dalam pembangunan. Yang akhir-akhir efeknya bisa merugikan kita semua.
Demikian pula apa yang sudah dilakukan pejabat yang terdahulu, tentu kala itu yang bersangkutan punya rentang waktu yang cukup dimana dukungan anggaran juga tersedia.
Beda dengan sekarang yang waktunya baru berjalan sekitar setahun berapa bulan saja. Dimana pada tahun pertama anggaran nya mengalami refocusing, akibat dampak Covid yang dimulai pada tahun anggaran 2019, 2020 hingga tahun 2021.
“Awal tahun anggaran 2021 ketika sudah masuk pembahasan anggaran maaih Gubernur dan Wakik Gubernur yang lama nah masuk pas bulan Agustus baru Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, artinya masih menjalankan program yang sudah ada, ” ungkap Ilham Zain.
Selain itu Fiskal kita juga masih rendah, jadi untuk membangun hal-hal yang monumental juga terbatas. Justru itu lebih baik kita berpikir yang ada saja dimaksimalkan.
Contoh bangunan kantor Gubernur yang kala itu baru separuh jalan harus pula dilanjutkan hingga selesai. Karena itu sangat penting untuk mendongkrak kinerjanya birokrasi.
“Jadi agar bisa lebih fokus, untuk penguatan itu tidak harus membangun fhisik semata tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana kehidupan dan keamanan masyarakat serta stabilitas di Kalimantan Utara juga merupakan suatu hasil pembangun.
Yang namanya teori untuk sebuah pembangunan itu tidak harus membangun fhisik semata, akan tetapi hal-hal yang mendatangkan stabilitas itu juga termasuk sebuah pembangunan.
Karena memang untuk membangun mental spiritual tersebur juga tidak kalah penting. Apalagi space waktu Gubernur sekarang juga baru setahunan lebih menjabat, sebuah waktu yang singkat.
“Kalau kita hitung secara keseluruhan masanya hanya 3,5 tahun masa jabatan, rentang nya kecil sekali, disamping anggaran secara nasional juga terus terkoreksi.
“Jadi kondisi ini lah yang harus dipahami oleh masyarakat, ” imbuh Ilham Zain.
Kalau memang anggaran bisa besar sekali tentu akan berpikir membangun hal-hal yang memang dibutuhkan seperti membangun Islamik Cwntre itu memang dipikirkan oleh Gubernur, apa lagi itu untuk kepentingan umat.
“Artinya kalau memang dana tersedia cukup arahnya pasti untuk pembangunan yang memang urgensinya cukup tinggi, ” ucap Ilham lagi.
Dalam hal ini Ilham Zain juga mengapresiasi kepada yang memuncul kan sebuah fakta, hanya saja hal itu harus difahami dengan situasi waktu dan sumber daya yang sangat terbatas.
“Saya pastikan pemikiran pak Gubernur selalu untuk masyarakatnya, karena saya tau karakter beliau yang selalu dekat dengan rakyat tanpa kecuali, ” tegas Ilham Zain.
Fokusnya lebih kepada pendekatan, ditambah figur yang humanis dan humble cocok dengan karakteristik masyarakat dan provinsi kita.
“Kita tidak butuh orang yang kuat apalagi dari sisi humanisnya kurang, “.katanya.
Artinya untuk sementara kita semua harus mengikuti Irama situasi dan kondisi yang berkembang. Ketika anggaran berlimpah muncul ide membangun apa kenapa tidak segera kita laksanakan.
Demikian pula ketika kita mengalami koreksi-koeksi kita juga harus menyesuaikan. Tidak bisa memaksa untuk memperoleh sesuatu diluar situasi pada saat itu. *jk.












