Sondi : “Kami berkeinginan punya gedung sekolah sendiri”
TANJUNG SELOR – Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, PKBM Nempa Belajar Tanjung Palas terus berupaya untuk mencerdaskan anak bangsa, terutama bagi mereka yang putus sekolah dan masih memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan pendidikan nya.
Untuk tahun ajaran 2025 – 2026 siswa yang mengikuti UPK sebanyak 64 orang dengan rincian paket C 43, Paket B 17, Paket A sebanyak 4 orang.

Menurut Sondi sebagai penggagas dan pendiri PKBM Nempa Belajar menyebutkan, bahwa ide untuk mendirikan PKBM berawal dari rasa keperihatinan yang mendalam, lantaran banyak anak-anak setempat yang putus sekolah karena terbentur berbagai kendala.
” Berangkat dari rasa keperihatinan itu lah saya dan kawan-kawan berupaya dan bertekad mendiri kan PKBM ini, ujarnya.
Gayung bersambut, begitu berdiri maka berbondong-bondong lah mereka mendaftar, dari waktu kewaktu siswa pun terus bertambah.
Hanya saja lanjutnya, sejak berdiri sampai sekarang PKBM Nempa Belajar masih menempati gedung yang disewa. Tentu ini sangat berat ditengah keterbatasan anggaran yang ada.
“Terkadang saya dan teman-teman mencari upaya untuk menggalang donatur yang bersimpati terhadap PKBM kami, ” kata Sondi dengan nada sedikit pelan.
Untuk mencapai kemandirian Sondi terus berupaya maksimal, “selama ini kami dari pengelola PKBM telah berusaha mencari donatur untuk pembelian lahan guna membangun gedung sendiri, semoga saja ada pihak-pihak yang bersimpati, ” tegas Sondi lagi. (jk).












