DPRD Kaltara
Hj Ainun Farida Mengapresiasi Ranperda Pelestarian Situs dan Cagar Budaya Daerah
TANJUNG SELOR – Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Kalimantan Utara Hj Ainun Farida menyambut baik sekaligus mengapresiasi Rancangan Peraturan Daerah Pelestarian Situs dan Cagar Budaya Daerah yang disampaikan oleh pemerintah ke DPRD.
“Harapan nya pada acara Birau atau pesta Rakyat yang biasanya dirangkai HUT Kabupaten Bulungan dan HUT Provinsi Kalimantan Utara Perda ini sudah.selesai dan menjadi landasan hukum untuk pelaksanaan nya, ” kata Hj Ainun Farida.
Menyoal situs cagar Budaya yang ada, Hj Ainun Farida mencontohkan seperti situs keraton Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas dan situs perang dunia ke II di Tarakan serta situs sisa peninggalan masa penjajahan Belanda yang ada di Pulau Bunyu.
“Disini saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltara telah menerima Ranperda tentang situs tersebut, ” katanya.
Diketahui lanjutnya, selama ini situs yang ada nyaris tak terurus, sehingga ada yang rusak dan hilang bahkan ada yang sengaja dirusak.
Tidak hanya situs, Warisan berupa benda seperti objek wisata Gunung Putih di Tanjung Palas juga wajib terjaga keaslian nya, baik berupa perpohonan maupun bebatuan yang ada disekitarnya.
“Kalau Perda ini sudah disahkan dan diperkuat lagi dengan Peraturah Gubernur Kaltara (Pergub) maka landasan hukum untuk melestarikan situs maupun cagar budaya yang ada dapat terjamin dengan baik, ” tutur Hj Ainun Farida.
Selain itu lanjutnya, objek wisata seperti Gunung Putih yang ada di Tanjung Palas bisa ditata kembali.
Berbicara masalah objek wisata Gunung Putih, semasa belum Kaltara terbentuk Dinas Pariwisata Bulungan ketika Drs Datu Jamlus menjabat sebagai Kepala Dinas pernah melakukan penataan disana. Seperti memasang lampu warna warni berikut membangun rumah tempat para pengunjung beristirahat.
Bahkan untuk menerangi goa-goa ada mesin genset khusus. Sayang nya penataan ini tak berkesinambungan sehingga baik lampu maupun mesin genset tersebut raib dari tempatnya semula.
Dibagian lain Hj Ainun Farida juga menyoal tentang perayaan HUT darah yang isi nya mengangkat seni dan budaya. Pembacaan prolog cikal bakal Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara, para Sultah yang memimpin disebut satu persatu mulai dari sejarah Kenawai Lumi hingga ke Sultan Muhammad Maulana Djalaluddin.
Tapi kita nyaris tak pernah memperhatikan keturunan nya. Kerabat Kesultanan Bulungan juga demikian, termasuk kepada ketua-ketua lembaga adat tiga suku besar dan asli Bulungan dan Kaltara.
Tidak ada tempat duduk khusus, bahkan diacara ada yang duduk disayap kanan dan sayap kiri. Padahal mereka ini adalah putra Sultan yang mengenakan pakaian kebesaran. Tapi mereka duduk dibarisan ketiga dan keempat paling belakang.
“Kalau didaeah lain para putra Sultan ini duduk disebelah kanan Gubernur, kenapa Kaltara ada karena berawal dari Kesultanan Bulungan, ” tegasnya. * jk/kjs.
DPRD Kaltara
Anggota DPRD Kaltara Bahas Kode Etik, Tata Tertib, dan Tata Beracara Badan Kehormatan
JAKARTA – Selasa (12/11/24) Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Achmad Jufrie, SE, MM, bersama Wakil Ketua DPRD, H. M. Nasir, SE, memimpin rapat dengan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara untuk membahas rancangan peraturan mengenai Kode Etik, Tata Tertib, dan Tata Beracara Badan Kehormatan DPRD. Rapat ini juga melibatkan tim fasilitasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang dipimpin oleh Plt. Direktur Produk Hukum Daerah, Dr. Sukaca, beserta jajarannya.
Rapat bertujuan untuk memastikan ketiga rancangan peraturan tersebut memenuhi standar prosedural, substansi, dan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kode etik ini dirancang untuk mengatur perilaku anggota DPRD dalam menjalankan tugas mereka sebagai wakil rakyat. Kode etik ini adalah untuk menjaga martabat dan kehormatan anggota DPRD serta memastikan mereka bertindak dengan integritas dan tanggung jawab.
Dalam fasilitasi tersebut, Plt. Direktur, Sukaca menekankan pentingnya kode etik sebagai kompas moral yang akan membimbing anggota DPRD dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Dr. Sukaca juga menyampaikan bahwa penyusunan tata tertib yang baik juga merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja DPRD.
Tata tertib yang baik adalah landasan penting bagi seluruh anggota DPRD dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenangnya. Rancangan tata tertib ini diharapkan dapat menjamin kelancaran sidang, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan tugas legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang efektif dan efisien.
Kemudian dalam pertemuan ini juga Plt. Direktur, Sukaca menekankan bahwa tata beracara ini berfungsi sebagai instrumen hukum dan etika untuk memastikan bahwa kinerja DPRD berjalan sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat.
Tata beraca ini bertujuan memberikan pedoman yang jelas dalam penegakan kode etik bagi anggota DPRD. Penyusunan peraturan tata beracara menjadi bagian penting dalam penguatan sistem pengawasan internal yang diharapkan dapat mencegah terjadinya penyimpangan atau tindakan yang dapat merugikan kredibilitas DPRD di mata publik. * (hms/jk/kjs).
DPRD Kaltara
Anggota Komisi IV DPRD Kaltara Hadiri FGD Master Plan Pendidikan
TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Syamsuddin Arfah, dan Hj. Siti Laela, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) serta konsultasi publik terkait kajian tahapan penyusunan dokumen master plan (rencana induk) pendidikan Provinsi Kalimantan Utara untuk periode 2024-2045, pada Jumat (22/11/2024).
Acara yang berlangsung di Hotel Lotus Panaya Tarakan ini turut dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara serta perwakilan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Utara.
Paparan terkait dokumen master plan pendidikan disampaikan oleh Tim Penyusun yang berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam presentasinya, tim penyusun mengungkapkan beberapa kebijakan penting yang harus diperhatikan agar master plan pendidikan ini dapat memberikan dampak optimal bagi provinsi ini.
Adapun rekomendasi kebijakan yang diusulkan dalam dokumen master plan pendidikan adalah, Kebijakan 2025-2030 Mengacu pada visi jangka menengah Provinsi Kalimantan Utara (2021-2026), yakni “Terwujudnya Provinsi Kalimantan Utara yang Berubah, Maju, dan Sejahtera”.
Kemudian Kebijakan 2030-2035 adalah Pengembangan menuju daya saing regional dan nasional. Selanjutnya pada rencana kebijakan 2035-2040 mengenai Pembangunan pendidikan dan kebudayaan harus diarahkan untuk mencapai keunggulan kompetitif di tingkat internasional.
Terakhir pada kebijakan 2040-2045 berfokus pada pendidikan inklusif, berkeadilan, dan siap menghadapi tantangan global.
Tujuan dari penyusunan master plan ini adalah menyediakan acuan atau pedoman bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam bidang pendidikan untuk mendukung pembangunan manusia Indonesia secara menyeluruh. Ini mencakup pengembangan individu yang berilmu, berpengetahuan, mampu menguasai teknologi, dan memiliki daya saing, dengan landasan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Penyusunan master plan pendidikan ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi “Terwujudnya Provinsi Kalimantan Utara yang Berubah, Maju, dan Sejahtera,” yang diemban oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.(hms/jk/kjs)
DPRD Kaltara
Ketua DPRD Kaltara Hadiri Apel Kesiapan Pengamanan Tahap Pemungutan Suara Pilkada
TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Achmad Djufrie, SE., MM, menghadiri apel bersama yang digelar dalam rangka kesiapan pengamanan tahap pemungutan dan rekapitulasi suara Pilkada Tahun 2024. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Agatis Tanjung Selor pada Minggu sore, (24/11/2024).
Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., dan dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Utara serta sejumlah pejabat lainnya. Selain itu, apel tersebut juga melibatkan personel dari berbagai instansi, termasuk Polri, TNI, Satpol PP, dan Linmas, yang siap mengawal jalannya Pilkada 2024 di provinsi ini.
Irjen Pol. Hary Sudwijanto dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang dan selama pelaksanaan pemungutan suara, serta memastikan kelancaran proses rekapitulasi hasil pemilihan.
Kegiatan apel ini menjadi simbol kesiapan seluruh unsur pemerintahan dan keamanan untuk mendukung suksesnya Pilkada 2024 di Kaltara, sekaligus memastikan hak pilih masyarakat terlaksana dengan baik dan aman.(hms/jk/kjs)
-
POLDA KALTARA6 days ago
Beri Rasa Aman dan Nyaman, Personel Ditsamapta Polda Kaltara Bantu Anak Sekolah di SDN 020 Tanjung Selor Menyebrang Jalan
-
Nasional3 days ago
Kapolri Tegaskan Hukuman Maksimal untuk Bandar Narkoba
-
POLDA KALTARA5 days ago
Antisipasi Bencana Alam Satbrimob Polda Kaltara laksanakaan Apel Siaga SAR
-
POLDA KALTARA1 week ago
Kapolda Kaltara Gelar Olahraga Bersama Dengan Masyarakat di Arena Car Free Day Tanjung Selor