Farida Silviawati ST: “Mari kita galak kan kembali budaya gotong royong”
TANJUNG SELOR – Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan digelar Selasa 7/2/2023. Dimana berbagai persoalan dibahas terkait dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur kota yang berkaitan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat secara luas.
Acara itu juga hadiri langsung oleh Farida Silviawati ST, anggota DPRD Bulungan, pihak kecamatan, Bappeda Litbang, OPD terkait serta para kepala desa dan Lurah se kecamatan Tanjung Selor.
Diruang kerjanya, Farida Silviawati ST, anggota DPRD Bulungan dari partai Demokrat ini mengungkapkan, tentunya seluruh pembangunan yang diarahkan sesuai dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Bulungan.
Diantaranya pembangunan untuk berdaulat pangan menuju Bulungan sejahtera. Tentu saja hal itu harus juga mengacu kepada Tata Ruang kota Tanjung Selor khususnya dan Kabupaten Bulungan pada umumnya.
Karena Seperti yang diketahui bahwa dengan keterbatasan APBD yang kita miliki hanya sekitar Rp 1,4 Milyar. Sehingga setiap usulan yang masuk harus terlebih dahulu disaring kembali, yang mana akhirnya tetap akan mengacu kepada skala prioritas pembangunan, seperti apa yang harus disegerakan dan yang mana yang harus ditunda untuk sementara.
Contohnya, seluruh usulan dari desa dan kelurahan harus pula disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada pada pemerintah. “Jadi kita wajib skala prioritas lah pembangunan itu, ” tegas Farida Silviawati.
Misalnya prioritas dimaksud seperti membangun drainase kota Tanjung Selor, agar aliran air lancar dan tidak tergenang saat musim hujan tiba. “Drainase khusus wilayah perkotaan memang harus segera dibenahi, ” ungkapnya.
Kenapa?, karena Tanjung Selor adalah wajah dari Kabupaten Bulungan yang juga merupakan ikon dari Provinsi Kalimantan Utara. “itulah alasan kenapa drainase kota kita terus dibenahi, jangan sampai hujan sedikit terus terjadi banjir, ” ujar Farida Silviawati.
Untuk penataan perkotaan tentu Dinas PUPR Kabupaten Bulungan tak bisa berkerja sendiri. Maka dibutuhkan sinergitas dengan OPD lain Seperi Dinas Lingkungan Hidup.
Yang tidak kalah penting bagaimana mengajak masyarakat untuk terus membersihkan lingkungan tempat tinggalnya. Termasuk pihak kelurahan harus proaktif mengajak warga untuk rutin bergotong royong dimana mampetnya saluran air harus segera dibersihkan.
“Mari kita kembalikan budaya gotong royong masyarakat itu. Karena siapa lagi yang harus membenahi kota kita ini kalau bukan kita sendiri, ” ajak Farida Silviawati seraya menambahkan bahwa khusus anggaran pendidikan dan kesehatan tetap sesuai porsinya, yaitu 20 persen dari APBD. * jk/kjs.












