Connect with us

Berita Kaltara

Kaltara Segera Gelar Lomba Burung Berkicau

Published

on

Danny Wahyudin (kiri).

TANJUNG SELOR – Kabar gembira, Provinsi Kaliman Utara tanggal 6 November 2022 yang akan datang akan mengelar lomba burung berkicau, memperebutkan piala Gubenur.

“Lomba burung berkicau ini merupakan ajang untuk mencari kicauan burung yang handal, ” ujar Danny Wahyuddin selaku panita pelaksana kepada media ini, Jumat 4/11/2022.

Lomba burung tingkat nasional ini akan diikuti oleh para peserta dari kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. “Selain piala juga ada pembinaan, ” imbuhnya.

Untuk kelas yang diperlombakan, antara lain, jenis burung Murai Batu, Cucak Hijau, Kenari dan beberapa jenis burung lain nya. * jk.

DPRD Bulungan

Persoalan Ruas Jalan Tanjung Palas – Salimbatu Sudah Jadi Topik Diskusi Pemkab dan DPRD

Published

on

H Hamka M S IP Wakil Ketua DPRD Bulungan Provinsi Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Harapan agar ruas jalan Tanjung Palas – Salimbatu, Tanjung Palas Tengah, Bulungan segera ditingkatkan jadi jalan beraspal terus disuarakan oleh masyarakat pengguna jalan.

Mengingat aktifitas kendaraan yang lalu lalang dijalan tersebut akhir-akhir ini cukup padat. Seiring dengan perkembangan Salimbatu saat ini yang cukup pesat.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Bulungan, H Hamka S IP mengatakan, persoalan peningkatan ruas jalan Tanjung Palas – Salimbatu terus menjadi topik diskusi antara pemerintah dan DPRD Bulungan.

“Hasil diskusi saya beberapa waktu lalu dengan Bupati Bulungan terkait peningkatan jalan Salimbatu – Tanjung Palas sudah menjadi atensi pemerintah, ” ujar Hamka.

Selain ruas jalan tambah Hamka, beberapa jembatan penghubung juga perlu dibangun, agar keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas dapat terjamin dengan baik.

Sesuai pengamatan secara kasat mata, drainase sepanjang ruas jalan juga perlu dibenahi, supaya aliran air menuju sungai Kayan dan anak sungai bisa lancar mengalir.

“Tidak semua ruas juga harus diaspal, ada beberapa bagian yang harus menggunakan konstruksi beton bertulang, terutama pada bagian ruas jalan yang terendam saat air pasang, ” tutup Hamka. * jk.

Continue Reading

Bulungan

Datu Buyung Minta Persoalan Kebun Plasma Warga Diselesaikan

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa M Pd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, meminta kepada instansi terkait untuk segera menyelesaikan persoalan Kebun Plasma Kelapa Sawit antara pihak perusahaan dan warga sekitar wilayah perkebunan.

“Harapan kita persoalan Kebun Plasma warga ini bisa segera diselesaikan. Agar harmonisasi antara perusahaan dengan warga tersebut dapat terbangun dengan baik, ” kata Datu Buyung kepada media ini, Selasa 29/11/2022.

Jangan sampai karena masyarakat hanya menerima dampak yang merugikan mereka saja lantaran hutan yang sebelum digarap menjadi lahan kebun dapat menjadi sumber penghidupan, misal tempat mencari kayu dan berburu.

Datu Buyung Perkasa juga mengaku heran, terkait kemelut kebun Plasma masyarakat persoalan nya sudah lebih kurang 10 tahunan belum juga kunjung terselesaikan, bahkan masyarakat sudah puluhan kali meminta kepada DRPD untuk menjembatani masalah inu agar hak-hak mereka segera diserahkan oleh pihak perusahaan tak juga kunjung terealisasi.

Malahan bukan nya hak yang didapat melain kan warga sebagai mitra malah diberi catatan hutang saat membangun kebun. “Saya minta kalau bisa semua pihak melihat permasalahan ini menggunakan hati nurani. Kasihan warga kita yang berharap bisa menikmati hasil kebun plasma mereka, tapi belum kunjung kesampaian, ” tutup Datu Buyung Perkasa. * jk.

Continue Reading

Kaltara

FPPI Kaltara Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Published

on

Praktek pembuatan pupuk organik cair (POC).

– Berharap Dinas Lingkungan Hidup mau menampung prodak POC anak Pesantren Putri Rita Walidah.

TANJUNG SELOR – Anak-anak pondok pesantren putri Rita Walidah sebanyak 30 orang, beberapa waktu lalu berkesempatan mengikuti pelatihan pengolahan limbah sampah rumah tangga menjadi produk nernilai ekonomis.

Mereka dilatih untuk membuat pupuk organik cair (POC). Yang tujuannya adalah agar anak-anak pondok pesantren ini dapat menghasilkan produk rumah yangga yang bernilai jual dan dapat menjadi mata pencaharian guna mengisi kas pondok pesantren tersebut.

FPPI atau forum pemberdayaan perempuan indonesia provinsi kalimantan utara melalui ketuanya Hj Sri Mulyanti SE MM yang melakukan pembinaan kepada anak pondok, berkeinginan agar mereka bisa mandiri dan dapat menghasilkan pendapatan untuk membiayai pondok pesantren dengan menjual hasil olahan limbah tersebut.

“Harapan kami semoga masyarakat dan pemerintah khususnya dinas pertanian dan DLH dapat membantu dalam hal pembelian hasil produk olahan dari anak pondok ini, membeli sambil beramal ibadah, ” tutup nya. * jk.

Continue Reading

Trending