Menggunakan Prodak Anyaman Eceng Gondok, Bangkitnya Ekonomi Baru di Kaltara

TANJUNG SELOR – “Dedur Corner” (sudut perempuan) sebuah perpaduan bahasa Bulungan dan bahasa Inggris), singkat tapi sarat makna. Kata itu juga lah yang mengawali semangat kaum perempuan di Tanjung Selor dan Tanjung Palas untuk berlatih menganyam eceng gondok untuk dijadikan berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Pelatihan menganyam eceng gondok yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu cukup diminati. Selain dengan peserta yang lumayan banyak, antusiasme kaum perempuan menyimak apa yang diajarkan oleh instruktur anyaman cukup baik.

Buktinya hanya berselang hitungan menit para peserta sudah bisa menganyam berbagai jenis kerajinan tangan seperti taplak meja, dompet, tas tangan dan lain nya ,semua anyaman tersebut berbahan baku dari tumbuhan eceng gondok.

Dengan mengusung tema “pemberdayaan perempuan melalui inovasi ekonomi kreatif”, tidak lah berlebihan melalui pelatihan ini kelak dengan keahlian menganyam dan keahlian lainnya kaum perempuan bisa menjadi penopang ekonomi bagi keluarganya.

Bayangkan saja, bila setiap orang di Kalimantan Utara memakai kerajinan dari anyaman eceng gondok, seperti tas tangan, dompet dan sandal. Mak dari anyaman tersebut kaum perempuan yang menekuninya bisa meraup rupiah yang cukup lumayan, serta lewat dukungan menggunakan prodak anyaman eceng gondok ini bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Kendati demikian semua itu bisa terwujud apabila ada dukungan pemerintah. Baik membantu permodalan maupun menyiapkan pasar lewat himbauan wajib menggunakan prodak anyaman eceng gondok. *jk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *