Connect with us

Berita Ekonomi

Sultan Kapling Mangkupadi Buka Stand di Gebyar Expo Kaltara

Published

on

Infografis.

TANJUNG SELOR – Agar bisa diketahui oleh masyarakat secara luas, masyarakat secara luas, Sultan Kavling Mangkupadi, hadir di Gebyar Expo Kaltara, yang digelar sejak seminggu terakhir bertempat di Lapangan Agathis Tanjung Selor, Bulungan.

Sejak lahan kavling ditawarkan oleh Sultan Kavling Mangkupadi kepada masyarakat, awal Bulan Maret 2022 lalu, lahan kaplingan ini disambut baik oleh segenap lapisan, faktanya sekarang sekitar 200 lebih Kavling yang terjual dengan ukuran 15 meter x 30 meter / kaplingan dengan luasan keseluruhan sekitar 20 hektar.

Kepada media ini, Owner Sultan Kavling Mangkupadi, Alwan Saputra S.Pi, MM, Minggu 12/6/2022 menyebutkan, bahwa sejak ditetapkannya Desa Tanah Kuning dan Mangkupadi sebagai Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) oleh Presiden Republik Indonesia Ir H. Joko Widodo pada Bulan Desember 2021 lalu, maka geliat ekonomi dan pembangunan di wilayah tersebut nampak mengalami progres yang positif.

Saat ini sudah ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan seperti pembebasan lahan oleh pihak perusahaan dan land clearing lahan untuk persiapan kawasan industri tersebut.

Untuk itulah Sultan Kavling Mangkupadi hadir menyambut KIPI sebagai daerah yang menjadi sentra ekonomi baru di Provinsi Kalimantan Utara maupun secara nasional.

Lebih lanjut Alwan Saputra mengatakan “Mari kita belajar salah satu daerah Industri di tempat lain, dimana apabila industri hadir di satu daerah maka akan diikuti dengan efek ekonomi yang sangat luar biasa. Seperti didaerah Morowali Sulawesi Tengah dan daerah Industri Weda di Maluku Utara, apalagi dilihat dari luas KIPI yang lebih dari daerah lain tersebut yang mencakup 30.000 hektar luasnya, akan terjadi pertumbuhan dan pertambahan ekonomi yang luar biasa ”

Diketahui dari pemberitaan-pemberitaan kita mendapat informasi bahwa daerah tersebut akan mengalami perkembangan yang pesat.

Karena akan hadir para tenaga kerja yang membutuhkan warung makan, minuman, sandang pangan dan tempat hunian.

Oleh sebab itu, Sultan Kavling Mangkupadi selain membawa misi ekonomi seperti jual beli lahan yang cukup terjangkau juga membawa misi sosial agar masyarakat Kalimantan Utara khususnya bisa memiliki lahan yang cukup di wilayah KIPI nantinya agar masyarakat tersebut memiliki sebuah investasi yang akan berkembang dan tidak hanya menjadi pendengar atau penonton di daerahnya sendiri, demikian Alwan menutup pembicaraan
*

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

PT PKN Jalin Kerjasama Dengan BRI

Published

on

Iwan Suryatno S Hut, Manager Comdev PT Pesona Khatulistiwa Nusnatara (PKN) kiri.

– Dalam rangka penguatan ekonomi daerah khususnya disektor pertanian, perkebunan dan peternakan.

TANJUNG SELOR – Dalam rangka penguatan ekonomi daerah, Comunity Development (Comdev) PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) menjalin kerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Terkait itu, diruang kerjanya, Iwan Suryatno S Hut, Manager Comdev PT PKN, Jumat 24/6/2022 kepada media ini menjelaskan, kerjasama PT PKN dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) tersebut dalam rangka penguatan ekonomi daerah, khususnya dibidang pertanian dan perkebunan.

“Hari ini program 4 pilarnya nya Comdev itu salah satunya adalah kontribusi sosial ekonomi. Dimana sosial ekonomi bukan hanya memberi barang atau memberi bibit dan lain-lain, akan tetapi salah satunya adalah pendampingan kepada petani, “ujar Iwan Suryatno.

Dalam pendampingan itu bisa memberi kan ilmu tapi bisa juga dalam bentuk fasilitasi untuk kearah permodalan. Sementara dalam setiap kelompok tani ada tiga tahapan, antara lain kelompok yang tumbuh, berkembang dan mandiri.

Biasanya kalau kelompok yang tumbuh oleh PT PKN diberi program secara langsung. Sementara yang berhasil menuju berkembang biasanya ingin menambah permodalan. Misal, sebelum nya hanya menegmbangakan tanaman cabe seluas 1 hektar karena dianggap berhasil pasti ingin menambah lagi luasan tanam 2 hekfar atau 3 hektar, artinya untuk menambah luasan tanam pasti membutuhkan biaya operasional.

“Kalau petaninya sudah berhasil kita tak akan memberikan biaya tapi ada penguatan modal. Nah penguatan modal inilah yang akan difasilitasi oleh PT PKN ke BRI maka itu perlu kerjasama, ” tambah Iwan Suryatno lagi.

Jaminan untuk petani yang meminjam dana ke BRI adalah PT PKN. Karena pihak Perbankan sendiri perlu meyakinkan.

Kalau petaninya sudah bagus dari berkembang menuju petani mandiri otamatis akan lepas pendampingan dari PT PKN disitulah keberhasilan Comdev dalam proses pendampingan dimaksud.

Kalau dalam kelompok itu ada 5 BHP salah satunya adalah administrasi permodalan, dari 5 hal ini permodalan ini lah yang menjadi penting. Karena pengembangan pertanian , peternakan dan perkebunan harus ada minimalnya, misal kalau pengembangan cabe minimal setengah hektar, demikian pula perkebunan kakao luasan nya minimal harus 2 hektar.

“Inilah salah satu langkah PT PKN bersama BRI berkolaborasi Kalau kita ngomong pentahelix ada pihak swastanya salah satu point’ dalam berkerjasama, ” tandas Iwan.

Untuk besaran pinjaman dalam setiap kelompok yang mengajukan pinjaman wajib ada rekomendasi dari PT PKN. Jadi kalau program bersama-sama BRI itu yang pertama mulai dari awal sudah dilakukan pendampingan oleh pihak perusahaan.

Dimana awalnya murni dari perusahaan, soal besaran pinjaman juga tergantung analisanya mau membangun kebun berapa luas dan ada maksimumnya misal ingin mengembangkan tanaman cabe seluas 2 hektar butuh dana sebesar 40 juta rupiah, bisa saja realisasi nya separuh dari yang diusulkan , alasan nya pada pembukaan awal yang bersangkutan pasti punya modal .

“Untuk pylot projecknya ada didesa Kelubir, desa Sajau dan desa Salimbatu, ” imbuh Iwan Suryatno.

Untuk Kelubir dikembangkan tanaman jagung, kalau desa Salimbatu SP 7 tanaman cabe dan di Sajau sendiri dikembangkan tanaman kakao.

Yang tidak kalah penting untuk.diketahui, yang prioritas mendapatkan pinjaman adalah petani yang pernah dapat pendampingan dari PT PKN dan dalam tahap kelas tumbuh, karena BRI minta jaminan itu.

Kriteria lain misal seperti petani jagung sudah pernah panen minimal 4 ton, bukan petani baru.

“Dalam hal ini yang menjadi prioritas adalah warga ring 1 dan ring 2 yang bermukim disekitar wilayah operasi perusahaan. Akan tetapi dilihat juga perkembangan nya apabila bagus dan berhasil bisa saja pengembangan meluas ke vendor kita, dan fokus kepada pertanian, perkebunan dan peternakan, ” tegas Iwan Suryatno.* jk/kjs.

,

Continue Reading

Ekonomi

Dengan Rp 5,5 Juta, Anda Sudah Punya Lahan Sultan Kavling di Lokasi KIPI

Published

on

Solusi peluang Bisnis untuk kelas menengah kebawah.

TANJUNG SELOR – Hadirnya Sultan Kavling di desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, merupakan solusi bagi kelas menengah kebawah memiliki lahan membangun rumah tinggal sekaligus peluang berinvestasi untuk masa depan.

Lahan berukuran 15 m x 30 m, terbilang murah, hanya dengan DP 1 juta rupiah dicicil secara angsuran hingga Rp 5,5 juta maka lahan tersebut sudah menjadi milik kita.

Letaknya hanya sekitar 8 km dari bibir pantai dan 4 kilometer dari lokasi kawasan pelabuhan internasional (KIPI), sangat cocok untuk membuka berbagai usaha jasa, seperti warung sembako, warung makan, bisnis air galon dan jasa lain nya.

Bagaimana tidak menjanjikan untuk peluang usaha atau bisnis, proyek KIPI tersebut digadang-gadang mulai beroperasi secara bertahap pada tahun 2023, diperkirakan tahun 2024 sebagian sudah rampung dan mulai dioperasi kan, diperkirakan ada ratusan ribu orang yang akan berkerja disana.

Tentu kebutuhan makan bagi karyawan yang berkerja dan lain-lain akan terus meningkat. Artinya posisi lahan sultan kavling satu-satunya solusi bagi warga setempat untuk meraih masa depan dilokasi KIPI yang disebut pintu masa depan Kalimantan Utara.

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Ekonomi

Berkah Usaha Parut Kelapa Ditengah Pandemi Covid – 19

Published

on

Ibu Salamah Sedang Memarut Kelapa di Tempat Usaha Eumahannya.

MALINAU – Ibu Salamah salah satu pengusaha kelapa parut (Usaha rumahan), yang beroperasi di jalan A Kosasih Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, mendapat rejeki yang cukup baik, pada H – 1 idul Adha 1442 H.

Sejak pagi buta, para pemesan kelapa parut hingga menjelang sore hari terus berdatangan, ia pun nyaris kewalahan melayani pembeli.

“Sejak tengah malam menjelang pagi kelapa nya sudah dikupas sebagian, kalau tidak begitu yakin tak mampu melayani pembeli, ” ujarnya saat berbincang dengan media ini, Senin 19/7/2021.

Terpaksa, agar memudahkan ia memperkerja kan orang untuk mengikuti kelapa tersebut.

“Alhamdulillah dari pagi hingga menjelang sore sekitar lebih kurang 300 butir kelapa parut terjual, ” imbuhnya.

Untuk buah kelapa yang besar dihargai Rp 12.000/buah dan yang ukuran sedang Rp 10.000/buah.

Kalau hari-hari biasa bisa laku hingga mencapai 100 buah lebih. Terkadang bisa juga mencapai 150 an.

“Kalau sebelum Pandemi Covid – 19 penjualan agak meningkat, ” tutur nya. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending