TANJUNG SELOR – Setengah jam saja hujan melanda kota Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, maka sekumpulan air sudah meluber menggenangi hampir seluruh permukaan badan jalan, ini menandakan air yang ada diparet-paret yang membentang disepanjang kota mampet atau tak mengalir dengan lancar.
Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Alberthus Silfanus Marianus Baya ST, mengimbau instansi tekhnis segera melakukan kajian lapangan apa yang menyebabkan aliran air tak lancar sebagaimana mestinya.
“Saya perhatikan sisa banjir kemarin masih banyak ditempat-tempat tertentu air masih saja menggenang, ” ujarnya diruang kerjanya, Senin 22/5/2022 kemarin.
Ia menyebut, untuk mengatasi mampetnya air diparet yang ada saat ini butuh kajian yang terintegrasi antara dranase yang satu dengan draenase lain nya.
Artinya, kemungkinan ada bagian draenase yang dasarnya lebih tinggi, sehingga membuat aliran air tak lancar. “Harus ada sistem draenase kota yang baik, bila tidak diatasi sedini mungkin kedepan akan lebih sulit lantaran bangunan perumahan kian tumbuh seiring dengan perkembangan kota, ” ujarnya.
Karena itu disarankan kepada instansi yang membidangi untuk melakukan koordinasi ke Dinas PUPR Kabupaten Bulungan. Terkait apakah ada provosal perencanaan menyangkut sistem draenase kota Tanjung Selor sudah ada atau belum.
“Tergantung apakah nanti eksekusinya diranah kabupaten atau Provinsi, namun yang pasti dalam waktu dekat sudah ada perencanaan sistem draenase kota yang siap, ” kata Ketua DPRD Kaltara.
Supaya pada tahun anggaran berikutnya, pengerjaan saluran terpadu sistem draenase kota itu sudah bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. *
Sumber : Humas Setwan.
Editor : Sahri.










