Mendesak Pematangan Lahan Pertanian di Lokasi Transmigran

TANJUNG SELOR – Warga Transmigran SP 6 dan Wilayah Sepunggur, Tanjung Palas Tengah, Bulungan, Kalimantan Utara, belum bisa maksimal mengelola lahan pertanian nya. Lantaran lahan yang disediakan belum dimatangkan sepenuhnya.

Menurut Riyanto, anggota DPRD Bulungan, kepada media ini, kemarin, menjelaskan, untuk wilayah Sepunggur lahan pertanian dimaksud berada di areal pasang surut. Saat air pasang sedang tunggi otomatis tanggul-tanggul yang dibuat akan tenggelam.

Dengan demikian secara perlahan tanggul juga akan terjadi penurunan. Akibatnya tak ada lagi yang bisa dikelola oleh warga sebagai tempat berkebun.

“Kondisi tanggul yang dibuat beberapa tahun silam dengan menggunakan alat berat rata-rata mulai amblas, ” imbuhnya.

Belum lagi masih banyak areal yang belum dibuat. Sehingga banyak warga yang memilih mencari penghidupan diluar untuk berkerja guna menopang kehidupan keluarga.

Yang membuat warga transmigran kurang bersemangat mengelola lahan persawahan yang ada juga dikarenakan sebagian lahan disana belum ada percetakan yang maksimal. Ini lah yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah supaya para petani bisa kembali bergairah mengelola lahan nya.

“Saran saya setiap tahun untuk porsi anggaran Dinas Pertanian khusus wilayah transmigrasi harus diupayakan. Karena selama ini alokasi untuk itu hampir tidak ada, ” katanya.

Menyinggung masalah pengairan sawah, Riyanto mengatakan hampir tak ada masalah, karena lokasi tersebut berada di areal pasang surut.

“Kendala yang dikeluhkan hanya percetakan sawah kapan dilaksanakan, ” ujarnya. *

Sumber : Humas Setwan.

Editor    : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *