Nikodimus : Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah).
TANJUNG SELOR – Kelak bila Kota Tanjung Selor terbentuk, maka secara otomatis Ibukota kabupaten Bulungan harus kembali ke Tanjung Palas, sebagaimana awal kabupaten yang pernah menyandang sebagai daerah istimewa itu pertama kali terbentuk pada tahun 1949 silam dengan kepala daerah istimewa pertama yang mulia almarhum Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin.
“Simpel, saya berpikir dari segi sejarah saja, bahwa sangat cocok sekali ibu kota Bulungan dikembalikan ke Tanjung Palas, ” kata ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bulungan, Nikodimus, diruang kerjanya, Senin, 15/2/2022.
Menurut tokoh masyarakat wilayah pedalaman ini menyebut, bahwa sejak zaman kesultanan Bulungan, hingga bergabungnya ke Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1949 silam, ibukota pemerintahan berada di Tanjung Palas.
Oleh sebab itu, ketika ada wacana ibukota Kabupaten Bulungan akan dikembalikan, maka seyogyanya itu harus ditempatkan semula dimana awal nya berdiri pemerintahan daerah istimewa Bulungan tersebut.
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah), ” tegas Nikodimus.
Sementara itu, menjawab rencana pengembalian pusat pemerintahan di Tanjung Palas tersebut, jauh sebelumnya Pemkab Bulungan telah mempersiapkan lahan perkantoran seluas 18 H, yang terletak di Jalan Tama Bengkulung Tanjung Palas.
Dimana pada sebagian lahan dimaksud sudah dilakukan penimbunan atau urugan. Guna mempersiapkan kantor Bupati beserta kantor organisasi perangkat daerah (OPD) bjla pusat pemerintahan kembali ke kota Kesultanan itu. *
Sumber : Humas Setwan.
Editor : Sahri.






