Ahli Elektro Bilang, Ini Penyebab Kerusakan PLTS di Kaltara

TARAKAN – Banyaknya terjadi Kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hampir disemua wilayah di Provinsi Kalimantan Utara, sejak beberapa tahun terakhir ini, dinilai lebih disebabkan oleh minimnya perawatan yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benat ahli dan mengusai soal tekhnik elektro.

Akibatnya, beberapa PLTS di wilayah perbatasan Kabupaten Malinau, seperti didesa Long Ampung, dan di Kampung Siandaw Kabupaten Bulungan, mengalami kerusakan parah selama dua tahun terakhir, tanpa bisa lagi dinikmati oleh masyarakat.

Menurut Dr Ismit Mado ST MT, Dosen pada Fakultas Tekhnik Elektro Universitas Borneo Tarakan (UBT), kepada media ini melalui pesan WhatsAPP, Kamis 1/4/2021 menjelaskan, bahwa untuk PLTS itu wajib ada aspek perawatan, minimal sekali selama 6 bulan.

“Ada cek berkala, karena semua peralatan atau elemen pada PLTS bisa berpengaruh kepada faktor alam, misalnya hujan dan panas, bisa kurang optimal serapan energi mataharinya, ” kata Ismit Mado.

Ada juga yang namanya pengecekan rutin, seperti pengukuran tegangan arus, pengecekan jalur kabel dan instalasi, selanjutnya mengubah ke sistem K ke sistem DC agar lebih hemat dan efisien daya listrik, ” kata Ismit Mado.

Ia juga menyarankan kepada pemerintah se Kalimantan Utara, agar memiliki stok lampu pijar type DC karena balon lampu ini masih kurang dipasaran, type ini sangat baik sekali untuk lampu penerangan jalan umum (PJU).

Kendati demikian, lanjutnya, apakah PLTS nya menggunakan sistem batrai yang terintegrasi atau parcial saja, itu bisa direkomendasi dari hasil study kelayakan yang dilaksanakan.

“Yang lebih penting adalah ketentuan apakah dilaksanakan oleh pemerintah, ” imbuh nya.

Karena melalui pengelolan bisa menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui tagihan rekening listrik untuk PJU nya.

“Artinya dari beberapa ahli elektro di UBT siap mengkaji sistem ini, biar pengelolaan PLTS di Kalimantan Utara bisa berkelanjutan dan efisien, ” tegas Ismit Mado lagi.

Beberapa ahli elektro di UBT bisa dimanfaat kan, mengingat selain alumni S3 elektro dalam negeri seperti Universitas Sepuluh November Surabaya, UBT juga memiliki Doktor Alumni Kirani Institur Of Tekhnology Jepang, Dr Linda Sartika ST MT, dan Dekan Fakultas Tekhnik Elektro UBT, Asta ST M Eng.

“Sangat disayangkan sekali, banyak PLTS di Kaltara yang dibangun dengan susah payah tapi tidak berfungsi baik, ” tutup Ismit Mado. *

Reporter : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!