– Wakil Gubernur Dr Yansen TP M SI siap membantu pembelian alat cuci darah untuk RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor
TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara sampai saat ini masih kekurangan vaksin Sinovac, sebanyak 420.000 unit, dari keseluruhan 462.000 orang yang wajib menerima vaksin tersebut.
“Saat ini warga yang baru divaksin sebanyak 41.000 orang, artinya masih banyak warga yang antre menunggu belum menerima vaksin jatah nya, ” kata Achmad Djufri SE MM Ketua Komisi IV DPRD, Provinsi Kalimantan Utara, Senin 15/3/2021 diruang sidang dewan kepada media ini.
Berkaitan dengan itu, Komisi IV mengundang Dinas Kesehatan Provinsi, untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Itulah kita mendesak Dinas Kesehatan supaya segera membicarakan hal itu langsung kepada Gubernur untuk mencari solusi penyiapan vaksin, ” tegas Achmad Djufri.
Menjawab itu, pihak Dinkes Provinsi berjanji akan menyampaikan kepada pemerintah pusat , agar supaya kekurangan vaksin di Provinsi Kalimantan Utara bisa segera tercukupi.
“Supaya masyarakat tidak berharap, kepastian jatah dan hak untuk menerima vaksin Sinovac ada, ” ujar nya.
Selain itu, Komisi IV juga mempertanyakan penyiapan alat cuci darah di Tanjung Selor, untuk membantu RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo memiliki alat tersebut.
Kasian sekali warga selama ini harus jauh-jauh ke Tarakan, lantaran alat ini tak ada di Bulungan. Sementara RSUD Malinau dan Nunukan sudah lama memiliki alat cuci darah dimaksud.
Padahal lanjutnya, Tanjung Selor jumlah penduduknya lebih banyak kenapa sampai saat ini tak memilki alat cuci darah sendiri.
“Yang menggembirakan pihak Pemprov siap membantu, pak Wakil Gubernur Dr Yansen TP M Si sudah menjamin bahwa ada anggaran tersedia sebesar Rp 4,2 Miliar untuk pengadaan alat cuci darah, ” kata Achmad Djufri. *
Reporter : Sahri.










