Pjs Gubernur Kaltara Soroti Protokol Kesehatan Diruang Publik

TANJUNG SELOR – Pjs Gubernur Kaltara, Teguh Setyabudi, menyoroti soal protokol kesehatan diarea publik, sebagai upaya merespon terjadinya lonjakan penularan Covid – 19 di Kaltara.

Hal itu disampaikan Teguh, saat berlangsung nya Rapat Koordinasi Forkompinda, kemarin.

“Kita ingin masyarakat tetap sehat, dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, ” kata Teguh.

Melihat, kondisi di lapangan saat ini masyarakat sudah terbiasa dengan hal baru, seperti mengenakan masker, rajin mencuci tangan. Hanya saja, penerapan tersebut tidak dibarengi dengan menjaga jarak.

“Di kafe-kafe sering kita lihat warga kita masih tidak menjaga jarak duduknya. Hal ini harus kita sampaikan kepada pemilik, untuk menerapkan jaga jarak pada pengaturan tempat duduk,”papar Teguh.

Untuk itu, melalui Rakor Forkompimda, Teguh mengajak kepada semua stakeholder terkait menyampaikan kepada masyarakat secara masif agar penularan Covid-19 bisa ditekan. Ia juga agar masyarakat yang tidak patuh terhadap prokes dapat diberi sanksi. “Saat ini tidak hanya sosialisasi lagi, tapi juga perlu kita tindak. Karena itu, saya berharap agar Pergub yang sudah disosialisasikan dapat ditingkatkan menjadi Perda. Meskipun pembahasannya memakan waktu yang cukup lama,”katanya.

Selain itu pula, ia mengingatkan para organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menjalin komunikasi yang intensif dengan para tokoh masyarakat guna menyosialisasikan Prokes untuk mengurangi terjadinya kerumunan massa. Salah satunya adalah penerapan 3M (Mencuci Tangan Pakai Sabun, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak).

“Saya kira dengan peran para tokoh, penerapan prokes dapat dilakukan secara masif. Apalagi saat ini tahapan Pilkada sedang berjalan,” kata Teguh.

Berkaitan dengan pelaksanaan pemungutan suara yang tinggal menghitung hari, Teguh berharap ini dapat jadi atensi bersama.

Selain upaya 3M, Teguh juga menyampaikan upaya penerapan 3T yang harus dilaksanakan.

3T yang dimaksud, yakni pelacakan (tracing), pengujian (testing), dan perawatan (treatment).

“Upaya 3T harus terus dilakukan, meskipun diketahui pasti itu butuh anggaran. Kita akan coba bersurat ke pemerintah pusat, atau melalui CSR perusahaan di Kaltara,” tambahnya.

Pada prinsipnya kata dia, kesadaran masyarakat menaati protokol kesehatan merupakan yang terpenting.

“Seluruh elemen masyarakat harus bekerjasama menekan penyebaran covid-19. Makanya dibutuhkan kesadaran warga,” tutupnya.

Hadir dalam Rakor tersebut, Hadir Danrem 092/Maharajalila Brigjend TNI Suratno, Wakapolda Kaltara Brigjend Pol Erwin Zadma dan Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris. * Nina AF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *