Forum Koordinasi Dan Tenaga Pelopor Perdamaian Terbentuk di Kaltara

TANJUNG SELOR – Forum Koordinasi Dan Tenaga Pelopor Perdamaian (FKTPP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), beberapa waktu lalu dikukuhkan oleh Gubernur Dr H Irianto Lambrie.

Ia berharap setelah dikukuhkan Forum Kordinasi Dan Tenaga Pelopor Perdamaian dapat menjalankan tugasnya dengan baik, ikhlas dan penuh rasa tanggungjawab.

“Forum ini masa bakti kerjanya mulai tahun 2020 hingga tahun 2022, ” tegas Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Pengukuhan dilaksanakan dihotel Swissbell Kota Tarakan. Forum tersebut juga diinisiasi oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara.

Disela pengukuhan juga dilaksanakan bimbingan tekhnis pengurus kampung siaga, pemantapan tenaga pelopor dan penguatan informasi penanganan bencana.

Tak hentinya Irianto Lambrie mengajak semua masyarakat dan terkhusus kepada 150 partisipan yang hadir dalam kegiatan ini (pengurus Kampung Siaga Bencana, anggota Tagana, dan Forum Koordinasi Pelopor Perdamaian) menjadi pelopor pencegahan penularan Covid-19 dengan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk patuh dan tertib menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Terus tingkatkan imunitas. Jaga jarak menjadi kunci untuk mencegah, termasuk memakai masker dan mencuci tangan. Kita tidak boleh pesimis hadapi bencana non alam ini, ” ujarnya.

Meskipun sudah ada vaksin yang menyembuhkan. Di negara kita mungkin awal tahun depan sudah ada. Akan tetapi namanya penyakit berbahaya dan menular cepat, tergantung dari kekebalan masing-masing. Jadi ini mohon jadi perhatian.

Di dunia sekarang intensitas bencana semakin tinggi karena jumlah penduduk dunia meningkat tajam. Perilaku manusia di dunia itu berbeda. Kegiatan eksploitasi oleh manusia membuat keseimbangan alam tidak terjaga.

Itulah yang menyebabkan alam mengalami pemanasan global, banjir, kebakaran lahan. Hutan makin kurang karena dibabat menyebabkan oksigen kurang.

Bencana non alam juga banyak. Salah satunya yang kita hadapi sekarang ini, yaitu Covid-19. Seperti yang Saya sampaikan tadi bahwa protokol kesehatan harus diterapkan betul-betul. Jangan dianggap enteng pandemi ini.

Karena selain masalah kesehatan, juga menimbulkan dampak negatif terhadap ekonomi. Pengangguran makin banyak, dan lainnya.

Yang patut untuk di waspadai juga adalah bencana sosial. Bahkan dampaknya bisa melebihi bencana alam. Negara kita paling rawan bencana sosial. Ini harus kita cegah bersama-sama.

“Saya minta Forum Forum Koordinasi dan Tenaga Pelopor Perdamaian Provinsi Kalimantan Utara mendidik masyarakat agar jangan mudah untuk diprovokasi dan terprovokasi. Kalau ada coba yang menganggu stabilitas keamanan, kita harus siap, ” ungkap Irianto.

Ia juga mengajak semua masyarakat, mari jadikan ajang pilkada dalam waktu dekat ini menjadi pilkada yang damai dan sejuk. Jangan menimbulkan potensi bencana sosial. Kita semua harus santun, elegan, mengedepankan nilai-nilai agama.

Khususnya Tagana dan jajaran Kampung Siaga Bencana untuk menggalakkan pengurangan resiko bencana. Kalau ada bencana, mari kita eliminir resikonya. Mari kita belajar dari Tsunami Aceh dan Sulteng. Masyarakat kira punya budaya dan basis berpikir gotong-royong.

Yang terpenting juga, adalah harus bergerak cepat menangani bencana, peka terhadap bencana yang dialami. Masyarakat juga harus cepat membantu tanpa harus menunggu pemerintah. Kita harus membangun kemandirian. * Nina AF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!