TANJUNG SELOR – Secara perlahan ketergantungan masyarakat perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) terhadap barang kebutuhan pokok dari negara tetangga seperti Malaysia mulai berkurang, dengan kehadiran TOKO Indonesia yang digagas oleh Pemerintah Provinsi.
Kehadiran TOKO Indonesia itu, setidak nya kini mampu membuat masyarakat disana merasa lega, walaupun belum sepenuhnya bisa menyediakan barang-barang secara lengkap.
Terkait perdagangan lintas negara diwilayah perbatasan, sejak Pandemi Corona Virus Disease 2019, beberapa waktu lalu sempat ditutup. Sehingga arus barang keluar masuk terjadi perlambatan.
” Saya terus berupaya melakukan loby kepada Ketua Menteri Serawak, Malaysia, agar para pedagang dari negeri jiran mau kembali mensuplai bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) dan material bangunan keperbatasan Indonesia di Kalimantan. Utara, ” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, bebeberapa waktu yg lalu
Khusus wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, kabarnya sudah dikomunkasikan melalui surat yang dikirimkan kepada pemerintah Kerajaan Malaysia.
Dimana surat tersebut sudah mendapat respon yang baik, dan pihak Serawak sudah meminta data barang apa saja yang bisa dimasuk kan ke Krayan tersebut.
“Kita menginginkan polanya bussiness to bussiness antara eksportir dan importir, ” tegas Gubernur Kaltara. * nin.












