Connect with us

Berita Malinau

Warga RT 13 14 Malinau Berharap Dibantu Presiden Jokowi

Terkait Sengketa Lahan Yang Mereka Tempati Selama Puluhan Tahun Dengan PT Inhutani I Persero

Published

on

MALINAU – Persoalan sengketa lahan antara warga Rukun Tetangga 13 dan 14 Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, disebut sudah berlarut sejak lama, tanpa adanya kejelasan kapan penyelesaian nya.

Wajar bila Warga pun berharap masalah tersebut sampai kepada Presiden Jokowi, supaya ada langkah bijak dari pemerintah yang berpihak kemasyarakat.

“Semoga saja persoalan sengketa lahan dengan PT Inhutani I Persero ini sampai ketelinga Presiden Jokowidodo, lebih bagus lagi itu kalau sampai kepada beliau supaya ada langkah cepat penyelesaian, ” ujar Syafarudin salah satu warga.

Sebenarnya kata dia, sudah pernah ada pertemuan antara warga dengan perwakilan manajemen perusahaan, tapi pihak Inhutani selaku pemilik ijin kelihatan nya agak sulit, kemungkinan terkait aset mereka yang ada disana.

Syafarudin, menambahkan, ia pernah mendapat surat kuasa, dari Saharman, selaku ahli waris lahan yang saat ini masih menjadi polemik dengan PT Inhutani I Persero di Malinau.

“Setau kami lahan ini milik ahli Waris Aji Kapitan, pihak Inhutani hanya pinjam pakai ijin Hak Guna Bangunan (HGB), yang mana ijin HGB akan berakhir pada tahun 2010 lalu, ” ujar Syafarudin lagi.

Waktu menyerahkan mandat almarhum Saharman, juga sempat berpesan siapa saja warga yang sudah membangun disana tolong dibagi-bagi, siapa pun dia dan darimana pun berasal.

“Lalu dibuatlah surat hibah yang isinya apabila ada tuntutan atau permasalahan lahan ini dikemudian hari mereka siap bertanggungjawab, ” ujarnya.

Ironisnya, berlarut-larutnya persoalan sengketa yang tak terselesaikan ini, wajar apabila warga menuding terkesan adanya pembiaran dari pihak yang berkompeten.

Padahal kata mereka, setiap Pemilihan Umum (Pemilu), baik Pemilu Legislatif, Gubernur maupun Bupati, hak suara mereka sebagai warga yang mempunyai hak pilih diakui oleh pemerintah. Namun hak atas tanah yang mereka tempati tidak diakui lantaran belum adanya kejelasan hukum kepemilikan.

Bupati Malinau, Yansen Tipa Padan, ketika dihubungi melalui pesan WhatsAPP menyangkut sengketa lahan tersebut, (1/7/2020) lalu menyebutkan, persoalan tersebut sudah pernah diurus melalui surat resmi dari Pemkab dan dibantu oleh ketua Lembaga Adat Tidung Aji Saharman almarhum. tapi tak kunjung ada kepastian.

Dilevel bawah memang ngomongnya bisa, akan tetapi pihak Direksi sepertinya sulit melepas aset perusahaan. Apalagi area dimaksud masuk aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Coba kita atur lagi waktu, komunikasi lagi kembali, siap kan dokumen warga semuanya, kita atur jadwal untuk membahasnya lebih lanjut, ” kata Bupati Yansen Tipa Padan.

Ia juga mengimbau warga untuk menemui Sekkab Malinau, Ernes Silvanus, selanjutnya bila sudah berproses disarankan untuk menyurati Bupati secara resmi yang intinya minta penyelesaian. *

Reporter : Selamat AL.
Editor : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Malinau

UPTD Puskesmas Sesua Malinau Memang Keren

Published

on

dr Tumpak HR Sirait.

MALINAU – Ditengah Pencegahan sekaligus upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid-19, para tenaga Kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan tidak saja harus berkerja cerdas melayani dan mengobati pasien yang sakit.  Namun harus pula bisa berkreasi guna menggugah pihak-pihak tertentu yang bersedia membantu untuk menambah peralatan serta obat-obatan khusus perawatan bagi yang terpapar Corona Virus Disease 2019 itu.

Itulah yang diupayakan oleh Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Puskesmas Sesua, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, dr Tumpak HR Sirait.

Salah satu contoh atau upaya yang dapat dijadikan edukasi bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) maupun masyarakat lainnya, yang sudah dilakukan oleh  dokter kelahiran Sumatera Utara ini, adalah menggalang alumni dan pihak perusahaan yang beroperasi di Malinau.

Masih segar diingatan Ketika awal Pandemi Covid – 19 dua tahun lalu, Puskesmas yang dipimpin dr Tumpak HR Sirait mendapat donasi Alat Pelindung Diri (APD) dari sesame Alumni, seperti baju khusus, sarung tangan dan masker pelindung saat menangani pasien.

Melalui optimalisasi Germas untuk Pencegahan Stunting. merupakan salah satu program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, yaitu sebuah gerakan ini bertujuan untuk menciptakan budaya hidup sehat dengan meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat, juga dimanfaatkan untuk bersinergi dengan unsur terkait dan pihak ketiga yang bersimpati.

Contoh nyata yang dilakukan oleh dr Tumpak HR Sirait, seperti dikutip melalui Medsosnya (Facebook pribadi) baru baru ini dengan caption : The First Lounching Rettase ia menulis.

“Saya pribadi selaku Kepala UPTD Puskesmas Sesua, Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara, dengan ini mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pimpinan  PT BDMS/MA atas galangan permohonan kami terkait bantuan kesehatan meliputi kegiatan Stunting, GERMAS dan lain sebagai nya yang telah kami ajukan untuk wilayah kerja kami di tahun 2021.

“Merupakan niat baik Kemanusiaan yang tulus dan ikhlas untuk membantu dunia kesehatan yang butuh perhatian khusus. Bukan hanya kata-kata belaka, namun dengan pembuktian nyata yang diberikan. Kiranya Tuhan selalu membalas kebaikan ini.“ tulis dr Tumpak HR Sirait.

Kondisi seperti ini lanjutnya, janganlah kita banyak berkeluh kesah karena itu bukan solusi, tetaplah harus bergerak terus bersemangat dan  berupaya demi kepentingan masyarakat, bagaimana pun cara nya. Dan tak henti- hentinya, kami juga berharap hendaknya perusahaan lain yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Malinau yang tidak bisa disebut satu persatu, untuk turut berempati dan memberikan apresiasi terkait hal ini, agar dapat  memberikan dukungan serta kerjasama yang baik tentunya.

Janganlah berdiam diri dalam situasi apapun itu, nyatakan dan berikanlah yang terbaik dalam hidup ini, bagaimanapun caranya.

“Menjadi lah berkat dan diberkati, #Malinau melawan Covid – 19”.

Reporter : Selamat AL

Editor      : Sahri.

Continue Reading

Ekonomi

Berkah Usaha Parut Kelapa Ditengah Pandemi Covid – 19

Published

on

Ibu Salamah Sedang Memarut Kelapa di Tempat Usaha Eumahannya.

MALINAU – Ibu Salamah salah satu pengusaha kelapa parut (Usaha rumahan), yang beroperasi di jalan A Kosasih Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, mendapat rejeki yang cukup baik, pada H – 1 idul Adha 1442 H.

Sejak pagi buta, para pemesan kelapa parut hingga menjelang sore hari terus berdatangan, ia pun nyaris kewalahan melayani pembeli.

“Sejak tengah malam menjelang pagi kelapa nya sudah dikupas sebagian, kalau tidak begitu yakin tak mampu melayani pembeli, ” ujarnya saat berbincang dengan media ini, Senin 19/7/2021.

Terpaksa, agar memudahkan ia memperkerja kan orang untuk mengikuti kelapa tersebut.

“Alhamdulillah dari pagi hingga menjelang sore sekitar lebih kurang 300 butir kelapa parut terjual, ” imbuhnya.

Untuk buah kelapa yang besar dihargai Rp 12.000/buah dan yang ukuran sedang Rp 10.000/buah.

Kalau hari-hari biasa bisa laku hingga mencapai 100 buah lebih. Terkadang bisa juga mencapai 150 an.

“Kalau sebelum Pandemi Covid – 19 penjualan agak meningkat, ” tutur nya. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Malinau

Jalur Mudik ke Malinau Kaltara Diawasi Ketat

Published

on

Dr Ernes Silvanus MM Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara..

MALINAU – Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Dr Ernes Silvanus MM, menegaskan bahwa sejak awal wabah Pandemi Covid – 19 melanda, arus masuk dan keluar orang ke Malinau sangat ketat diawasi.

“Apalagi sudah ada himbauan dan larangan mudik, saya juga sudah memyampaikan kepada staf untuk tidak melakukan mudik idul Fitri 1442 H, ” kata Sekdakab Malinau, Dr Ernes Silvanus MM, belum lama ini di Tanjung Selor.

Kalau pun ada yang melanggar, ia akan memberi sangsi sesuai pada tingkatan nya.

Kemudian lanjutnya, untuk Satgas Covid – 19, dimasa bulan suci Ramadhan ini, walau pun pemerintah sudah memberi ijin pelaksanaan ibadah, safari dan kegiatan Sahur atau apa pun, diharapkan masyarakat juga wajib tetap menjaga, misalnya menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan.

Untuk mengantisipasi arus mudik, pengawasan jalur udara dan perairan, itu juga mudah dikendalikan.

“Khusus jalur darat yang dijaga hanya jalur Bulungan Malinau. Tapi kami yakin dan percaya penjagaan di Bulungan dan KTT sudah baik, dan Malinau hanya sekat terakhir saja, ” tutup Ernes Silvanus. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending