Connect with us

Berita DPRD Kaltara

Besok, Tiga Orang Kepala Adat Besar Krayan RDP dengan Pemerintah

Published

on

Marli Kamis SH anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

– Terkait rusak parahnya infrastruktur jalan lebih kurang sepanjang 80 Kilometer

TANJUNG SELOR – . Berbicara soal Krayan, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, posisi jalan yang rusak parah itu berada Krayan Barat Krayan Selatan dan Krayan. Tengah. Seluruhnya juga bersatus jalan provinsi.

Sementara yang berstatus jalan nasional yaitu dari Krayan Tengah menuju Krayan Timur, itu pun kondisinya kurang lebih sama kerusakan nya dengan jalan milik Provinsi Kalimantan Utara.

Perihal itu disampaikan oleh Marli Kamis SH, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, kepada media ini, Senin 4/9/2023 diruang kerjanya.

Terkait itu, lanjut Marli Kamis, kebetulan besok Selasa 5/9/2023 ada kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diwakili oleh 3 kepala adat besar Krayan bersama pemerintah yang di pasilitasi oleh dewan, tentang status jalan yang rusak seperti yang sudah di sampaikan.

“Hari ini mereka datang dan sudah tiba di Tarakan, sore ini mungkin mereka sudah ada di Tanjung Selor, ” ujar Marli Kamis.

Menurutnya, dulu jalan dimaksud bisa di katakan rusak karena hanya ada pada titik-titik tertentu, masih bisa di tempuh seperti dari Long Layu ke Krayan Barat selama 2 jam atau 3 jam.

Akan tetapi sekarang ini bukan titik-titik lagi, hampir menyeluruh ruas jalan tersebut rusak parah.

Bayangkan panjang jalan yang hanya 43 kilo meter, ditempuh selama 12 jam, betapa bisa dibayangkan tingkat kerusakan nya.

“Kita anggap saja rusaknya jalan itu sekarang adalah sebuah bencana atau musibah. Nah jadi penanganan nya harus di tangani dengan cara musibah atau bencana juga, ” imbuh Marli.

Jadi solusinya ada 2 tahapan pembahasan APBD murni APBD perubahan. Bagaimana perbaikan segera dianggarkan.

Kerusakan ini harus ditangani cepat, karena sudah berdampak pada pendistribusian kebutuhan 9 pokok masyarakat, mobilisasi angkutan jadi terganggu.

Belum lagi berimbas pada soal kesehatan, pendidikan, apapun yang masuk ke Krayan Selatan sekarang terhenti akibat akses yang kurang baik. * jk/kjs

DPRD Kaltara

Giat Apel Pagi Staf Sekretariat DPRD Kaltara

Published

on

HM Fandi SH M AP (kanan) Sekretaris DPRD Kaltara.

TANJUNG SELOR – Apel Pagi Pegawai ASN dan Non ASN Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Utara dilaksanakan di Kantor DPRD Prov. Kaltara yang berada di Jalan Poros Bulungan-Malinau Gunung Seriang.

Apel pagi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris DPRD Prov. Kaltara H. Mohammad Pandi, SH., M.AP.

Adapun tujuan apel pagi yang dilakukan ini secara rutin memiliki manfaat bagi kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai.

Selain itu juga sebagai sarana bagi pimpinan memberikan pembinaan, arahan dan melakukan pengawasan, serta untuk menyampaikan berbagai informasi pelaksanaan program dan kegiatan dalam satu minggu kedepan.(hms/jk/kjs).

Continue Reading

DPRD Kaltara

Ketua DPRD Kaltara Hadiri Rapat Pemantapan Ketahanan Pangan

Published

on

Ketua DPRD Kaltara Albertuus Stefanus Marianus ST (baju hitam).

— dan Pembukaan pembekalan pendamping Sekolah Lapang Padi tahun 2024.

TARAKAN – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara menghadiri Rapat Pemantapan Ketahanan Pangan dan Pembukaan Pembekalan Pendamping Sekolah Lapang Padi Tahun 2024, Senin (06/05/24).

Dalam acara ini dihadiri langsung Staf khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian serta Forkopimda Provinsi Kalimantan Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Royal Tarakan ini bertujuan untuk membahas bersama untuk meningkatan ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Utara.(hms/jk/kjs).

Continue Reading

DPRD Kaltara

DPRD Kaltara Kunker ke Tapem DIY

Published

on

Poto bersama usai pertemuan.

YOGYAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara yang tergabung dalam Pansus 2 melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Biro Tata Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (02/05/24). Tujuan kunjungan ini adalah untuk berkonsultasi terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah Pembangunan Wilayah Perbatasan Kalimantan Utara.

Pansus ini tengah mengkaji pembangunan wilayah perbatasan Kalimantan Utara dengan laut dan darat, sehingga Pansus II melakukan konsultasi untuk penyesuaian dengan kebijakan Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta dengan Perda yang dimiliki saat ini.

Dalam pertemuan ini, Ibu Hj. Siti Laela menjelaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah ini berasal dari inisiatif DPRD Kalimantan Utara, dan wilayah perbatasan merupakan fokus utama pembahasan.

Kemudian, Ibu Agustina Pangestuaji, S.I.P selaku Kepala Bagian Pemerintahan Umum mengatakan karena di Kalimantan Utara memiliki beberapa wilayah perbatasan melibatkan perbatasan negara, maka Pansus II perlu melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) untuk lebih detail membahas hal tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum dalam penataan wilayah perbatasan. Sudah ada regulasi dari Pemerintah Pusat terkait penataan wilayah perbatasan, termasuk pemasangan pilar-pilar batas. Namun, masih diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, terutama terkait dengan perbatasan negara.

Kemudian Ia juga menambahkan pentingnya penyesuaian antara sektor pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan umum di daerah perbatasan dengan wilayah pemerintahan. Keselarasan ini dianggap penting untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah serta memperkuat fungsi perkantoran.

Rencananya, Pansus II akan melakukan study banding langsung ke lapangan untuk melihat batas wilayah kabupaten/kota di D.I Yogyakarta. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait penataan wilayah perbatasan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah di Kalimantan Utara.

Perencanaan pembangunan wilayah perbatasan menjadi hal yang penting untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah, serta meminimalisir kesenjangan antar daerah.

Melalui konsultasi dan kerjasama ini, diharapkan Rancangan Peraturan Daerah Pembangunan Wilayah Perbatasan Kalimantan Utara dapat segera disusun dan diimplementasikan.(hms/jk/kjs).

Continue Reading

Trending