– Di sebut layak jadi sebuah percontohan untuk pemerintah daerah.
TANJUNG SELOR – Seleksi terbuka untuk jabatan tinggi pratama (JPT), Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, yang dilaksanakan beberapa waktu lalu menuai pujian, bahkan disebut layak jadi percontohan, karena mengedepan kan semangat kearifan lokal.
“Saya acung dua jempol dengan pelaksanaan seleksi terbuka (Selter) untuk pengisian formasi jabatan tinggi pratama di pemerintahan kabupaten Bulungan, ” kata Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, kepada media ini, Senin, 7/2/2022.
Kenapa? lanjutnya, semua komponen yang dimanfaat kan adalah potensi lokal, mulai dari ketua Panitia Seleksi yang dikomandani oleh Sekda Kabupaten, hingga kepada penguji semua nya berasal dari wilayah Utara, termasuk yang mengisi jabatan semuanya dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bulungan.
“Jabatan Sekretaris Daerah itu melekat sebagai ketua Badan Pertimbangan dan Jabatan (Baperjakat), selain sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), jadi wajar bila seorang Sekda ditunjuk sebagai ketua tIm seleksi terbuka jabatan tinggi pratama (JPT), bukan dari pihak luar yang ujug-ujug, ” kata Datu Buyung Perkasa.
Langkah untuk penjaringan yang dilakukan Pemkab Bulungan, dibawah kepemimpinan Bupati Syarwani S Pd M Si dan Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala SE MM, dinilai sudah tepat. Kalau pun melibatkan pihak lain dalam pelaksanaan kafasitasnya hanya sebagai penguji saja, itupun semua memanfaat kan kearifan dan potensi SDM lokal.
“Sumber daya manusia (SDM) kita cukup mumpuni, kita sudah memiliki profesor, doktor, S 1, S 2, dan D 3, jadi tidak perlu jauh-jauh keluar untuk mencari penguji, ” kata Datu Buyung lagi.
Kalau tidak salah di Kalimantan Utara sudah punya dua orang yang bergelar Profesor, antara lain Profesor Dr Adri Paton,.rektor Universitas Borneo Tarakan dan Profesor Jabarsyah, rektor Universitas Kaltara, serta puluhan anak daerah yang bergelar Doktor dengan berbagai disiplin ilmu.
“Sekali lagi saya ucapkan salut kepada Pemkab Bulungan untuk seleksi JPT nya, Dan ini layak dicontoh oleh jajaran pemerintah yang ada, agar semangat kearifan lokal tetap terjaga dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ” tutup Datu Buyung Perkasa. *
Reporter : Sahri.












