Potensi Berlimpah Getah Damar di Hutan Belantara Sekatak Bulungan

Getah Damar desa Sekatak Bulungan Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Potensi damar di kecamatan Sekatak, Bulungan, Kalimantan Utara cukup berlimpah dan banyak dicari atau diusahakan oleh masyarakat tempatan.

Salah satu oleh masyarakat Punan Dulau, yang banyak bermukim disekitar hutan perawan desa mereka.

Konon kabarnya saat ini harga damar cukup lumayan, yaitu Rp 5.000 / kilogram.

Bila nasib lagi mujur saat pencarian, dalam.sepohon kayu alam yang menghasilkan getah damar bisa memperoleh puluhan bahkan ratusan kilogram.

“Jenis damar hutan Sekatak cukup baik lantaran dihasilkan oleh pohon yang relatif berumur puluhan bahkan ratusan tahun, ” cerita salah satu warga kepada media ini beberapa waktu yang lalu.

Kegunaan Getah Damar (Kopal), Getah damar yang telah mengeras atau diolah menjadi kopal memiliki fungsi utama sebagai berikut,
diantaranya sebagai Industri Pelapis dan Finishing. Digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat vernis, pernis, plitur, dan lak.

Juga pada produksi Kertas yang berfungsi sebagai cairan pelapis kertas agar tinta pena tidak menyebar saat digunakan.

Sebagai bahan baku korek api. Dipakai pada kepala atau batang korek api untuk mencegah api membakar kayu terlalu cepat.

Dan pada industri Batik: Dicampurkan dengan lilin malam dalam proses membatik.

Sebagai bahan Perekat dan Medis Tradisional. Digunakan untuk campuran lem, plester, penambal gigi, serta penambal perahu atau bot.

Untuk bahan baku kosmetik dan Plastik: Menjadi salah satu bahan baku dalam pembuatan produk plastik dan kosmetik.

Untuk dupa dan Aromaterapi. Dibakar untuk menghasilkan aroma khas yang menenangkan.

Kegunaan Kayu Damar

Selain getahnya, bagian batang atau kayu dari pohon damar sering dimanfaatkan untuk Furnitur. Diolah menjadi meja, kursi, lemari, dan rak karena memiliki serat yang indah.

Bisa untuk bahan Konstruksi digunakan untuk struktur bangunan dan penahan erosi atau daerah tangkapan.

Warga Punan Dulau konsisten jaga hutan

Palsafah leluhur suku Punan “Lunang Telang Otah Ine” atau hutan ibarat air susu ibu yang memberi kehidupan terus dipegang secara turun temurun. Karena itulah hutan mereka sampai saat ini terus lestari tanpa pernah tersentuh oleh berbagai kepentingan.

Baik kepentingan untuk membuka perkebunan mau pun pertambangan, bagi mereka hutan adalah sumber kehidupan yang wajib dijaga secara turun temurun. * Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *