JAKARTA – Hari Selasa, 12 Zulhijah 1445 Hijriah, adalah hari ketiga jemaah haji berada di Mina. Jemaah haji kembali melakukan lontar jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah. Sesuai jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), tanggal 12 Zulhijah jemaah melakukan lontar jumrah pada:
1) Pukul 00.00 – 05.00 WAS;
2) Pukul 05.00 – 10.30 WAS;
3) Pukul 14.00 – 18.00 WAS; dan,
4) Pukul 18.00 – 00.00 WAS.

PPIH kembali mengingatkan jemaah haji agar mematuhi jadwal dan jalur melontar jumrah yang telah ditetapkan dan yang telah diberikan sesuai kloternya masing-masing. Hindari melontar jumrah pada saat cuaca panas yang berlebih dan terlebih dalam kondisi berdesak-desakan.
Widi Dwinanda, Anggota Media Center Kementerian Agama RI mengatakan, bagi jemaah haji yang mengambil pilihan Nafar Awal, diperbolehkan untuk meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah.
“Sedangkan jemaah haji yang mengambil pilihan Nafar Tsani dapat meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah,” terang Widi secara live YouTube dalam keterangan resmi Kemenag di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa siang, 18 Juni 2024.
Keberangkatan dari Mina menuju Maktab di Makkah, lanjut Widi, dimulai dari pagi hari hingga selesai. Bus akan menjemput jemaah di sekitar tenda Mina, lalu mengantar jemaah ke hotel masing-masing di Makkah.
Ia berpesan, jemaah agar tetap berkelompok saat berjalan menuju jamarat dan saat melontar jumrah. “Jangan memisahkan diri. Jangan sungkan untuk meminta bantuan petugas yang berada di setiap titik di jalur menuju jamarat bila menemui hambatan dan kesulitan,” pesannya.
Widi mewanti-wanti agar jama’ah haji bekali diri dengan air putih untuk menjaga kebugaran tubuh dan mencegah dehidrasi.
Dihimbaunya, jemaah lanjut usia dan kategori risiko kesehatan tinggi agar mewakilkan lontar jumrahnya kepada keluarga atau sesama jemaah atau petugas yang telah melaksanakan lontar jumrah.
“PPIH berharap, jemaah agar mengutamakan keselamatan serta kesehatan. Sehingga pelaksanaan lontar jumrah sebagai bagian wajib haji dapat terlaksana dengan aman dan lancar,” harapnya.
Pada saat meninggalkan Mina, kata Widi, jemaah haji seyogyanya terus bersyukur kepada Allah atas segala rahmat yang telah diterima, sehingga dapat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya dengan sempurna. “Selanjutnya, setelah beristirahat cukup di hotel, jemaah dapat melaksanakan tawaf Ifadhah di Masjidil Haram,” tambahnya.
Jamaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Awal akan mengakhiri fase menginap (mabit) di Mina pada 18 Juni 2024. Mereka akan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.
NAFAR AWAL
Secara terpisah Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag RI Subhan Cholid di Makkah menyatakan Ada dua pilihan bagi jamaah saat mabit di Mina, yaitu Nafar Awal dan Nafar Tsani. Jamaah yang mengambil pilihan Nafar Awal harus keluar dari Mina pada 12 Zulhijjah sebelum terbenamnya matahari. Mereka melontar jumrah pada 10 Zulhijjah (Aqabah), lalu 11 – 12 Zulhijjah (Ula, Wustha, dan Aqabah).
“Kami siapkan bus untuk mengantar jemaah dari tenda di Mina menuju hotel di Makkah,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Makkah, Senin (17/6/2024).
Proses pergerakan dari Mina ke hotel, lanjut Subhan, mengalami sedikit lambat karena persoalan kemacetan. “Maklum, mulai besok (hari ini Selasa 18 Juni 2024), jamaah haji dari berbagai negara yang mengambil Nafar Awal akan kembali ke penginapannya masing-masing,” tambahnya.(*)





