Connect with us

Berita DPRD Bulungan

Soal Prokes Jadi Perhatian Utama

Published

on

H Hamka Wakil Ketua DPRD Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Wakil Ketua Komisi I pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, H, Hamka, menilai jika persediaan pangan dan pelaksanaan protokol kesehatan perlu mendapat perhatian serius dari eksekutif pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, persoalan persediaan pangan menjadi serius karena hendak memasuki Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Pada momen tersebut, tren permintaan masyarakat akan naik signifikan.

Ini bisa memicu adanya lonjakan harga dan kelangkaan jika tidak ada antisipasi pengendalian secara masif.

“Harus bisa diatur sistem yang menjamin barang pokok selalu tersedia, tidak mahal dan tidak langka. Kapan saat dibutuhkan oleh warga bisa tetap tersedia,” kata Hamka saat diwawancara , Selasa (7/3/2022).

Lanjut dia, eksekutif Pemkab Bulungan perlu bersinergi dengan Pemprov Kaltara dan pemerintah pusat. Ini disebabkan adanya keterbatasan kewenangan yang membutuhkan sinergitas antar jenjang pemerintahan.

“Salah satu komoditas yang sulit dicari dan mahal sekarang kan minyak goreng. Sementara ini kewenangan yang bisa memberi intervensi ada di pemerintah pusat. Jadi harus segera dikomunikasikan,” paparnya.

Sementara itu, pelaksanaan protokol kesehatan penting dilakukan ketika varian Omicron telah masuk ke Bulungan.

Eksekutif pemerintah diminta bisa melakukan pengawasan secara masif di lapangan. Masyarakat juga diharap bersikap bijak untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

“Mari lakukan protokol kesehatan denan benar dan ini jangan diabaikan. Jangan bepergian jika tidak ada keperluan mendesak. Paling penting juga harus selalu pakai masker jika bepergian,” pungkasnya.*kk/jk/kjs.

DPRD Bulungan

DPRD Minta Pemkab Inventarisir Aset

Published

on

Riyanto, anggota DPRD Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Riyanto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kembali melakukan inventarisasi aset pada tahun 2022.

“Kami telah meminta agar aset bisa diinventarisir kembali tahun ini,” kata Riyanto belum lama ini.

Ia menjelaskan, inventarisasi aset secara berkala sangat penting untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

“Tujuan pertama agar kita bisa mempertahankan WTP, karena persoalan aset menjadi indikator penilaian utama,” ujarnya.

Selain itu, inventarisasi aset dibutuhkan guna menyelamatkan kepemilikan aset dari klaim berbagai pihak. Khususnya aset yang berupa tanah.

“Banyak juga aset yang diklaim oleh masyarakat, utamanya aset tanah dan sebagainya. Jadi intinya perlu ditata lagi dengan baik,” paparnya.

Secara umum, Pemkab Bulungan disebut telah memberi respon yang baik atas usulan yang disampaikan Komisi II. Saat ini prosesnya tinggal menunggu teknis di lapangan saja. Mengingat ada sejumlah persiapan yang perlu dipenuhi.

“Responsnya sudah baik, akan segera berjalan. Apalagi setiap tahun harus dianggarkan untuk pelaksanaannya. Utamanya yang sertifikasi kan perlu pembiayaan,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan jika Komisi II masih akan fokus pada penanganan dampak pandemi covid-19 bagi pelaku usaha skala mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pemerintah dinilai masih perlu memberikan stimulus agar pelaku usaha bisa bertahan.

“Penanganan pandemi covid-19 untuk pelaku usaha kecil masih perlu dilakukan. Kita akan mendorong dari Pemkab juga bisa memberi kontribusi,” pungkasnya. * kk/jk/kjs.

Continue Reading

DPRD Bulungan

Warga Sabanar Lama Mendesak Perbaikan Jalan Poros

Published

on

Farida Silviawati ST anggota DPRD Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Warga Sabanar Lama RT 69 RW 26, Tanjung Selor Hilir, Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, mendesak agar kerusakan jalan poros diwilayah mereka segera diperbaiki.

Perihal itu disampaikan warga saat berlangsungnya agenda Reses tahap II masa sidang kedua tahun 2022, Farida Silviawati ST, anggota DPRD Bulungan disana beberpa waktu yang lalu.

“Sepeti kita semua ketahui selepas depan jalan pelabuhan keberangkatan speedboat Sabanar hingga Cold Storage hampir seluruh ruas jalan Sabanar Lama mengalami kerusakan, ” kata Farida Silviawati.

Minimal lanjut dia, ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan perbaikan. “Minimal pad bagian lubang jalan nya ditimbun saja agar setiap kendaraan yang melintas, ” ujarnya.

Masih kata Farida Silviawati, selain sudah banyak perumahan, poros jalan Sabanar Lama ini juga sudah terdapat sekolah dan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), tentu aktifitas kendaraan dan orang yang lalu lalang disana juga cukup padat.

“Inilah yang menjadi pemikiran mendasar kenapa poros jalan Sabanar lama mendesak untuk segera dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya, ” tegas Farida Silviawati lagi.

“Warga juga menyampaikan keluhan nya, jangan hanya jalan dalam kota saja yang diperbaiki sementara jalan kami dibiarkan saja dalam kondisi rusak padahal hanya satu daratan saja, ” imbuh Farida Silviawati.

Warga juga berharap ada pembangunan sheet pile ditepian sungai disepanjang perkampungan warga. Khususnya disepanjang tepian sungai RT 68 dan RT 69.

“Menurut keterangan yang disampaikan ibu Aisyah ditepian sungai di RT tersebut mulai terjadi abrasi, ” tukasnya.

khusus kaum perempuan juga berharap ada penyuluhan keterampilan khusus UMKM dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi.

“Untuk nelayan mereka berharap ada pembangunan dermaga tambatan perahu, guna memudahkan mereka mengangkut hasil tangkapan untuk dijual kesejumlah pasar tradisional yang ada di Tanjung Selor, ” tutup Farida Silviawati ST. *jk/kjs.

Continue Reading

DPRD Bulungan

Warga Transmigran Kilometer Dua Desa Jelarai Minta Peningkatan Jalan Lingkungan

Published

on

Farida Silviawati ST anggota DPRD Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Warga kilometer dua RT 22 desa Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, melalui ketua RT nya, Ibu Samsuriani, meminta kepada pemerintah untuk segera membangun jalan poros jalur 4 dari RT mereka menuju jalan utama.

Dimana sampai saat ini sejak mereka menghuni RT dimaksud sampai saat ini jalan tersebut belum pernah diaspal. Akibatnya bila musim hujan jalan nya menjadi becek dan licin, apabila musim kemarau sepanjang jalan itu berdebu.

“Anehnya gang lain disekitarnya sudah mulus , anehnya hanya jalan mawar jalur 4 ini saja yang sama sekali tidak tersentuh oleh pembangunan, ” kata anggota DPRD Bulungan, Farida Silviawati ST, kepada media ini kemarin.

Terungkapnya keluhan warga tersebut saat berlangsungnya agenda Reses, anggota DPRD Bulungan,.tahap dua, masa sidang kedua tahun anggaran 2022.

Peningkatan jalan lingkungan yang notabene juga merupakan jalan lingkar luar transmigrasi kilometer dua, arah sebelah timur Perkampungan diharapkan bisa ditingkatkan oleh pemerintah. “Warga tidak berharap banyak minimal ada pengurugan berupa agregat saja sudah cukup, yang penting bisa mudah dilintasi oleh kendaraan khususnya kendaraan bermotor roda dua, ” kata Farida Silviawati ST mengutif usulan warga.

Menurut keterangan ketua RT, jalan tersebut lebar 6 meter dan panjang lebih kurang 400 meteran.

Sementara itu, warga RT 17 kilometer dua, desa Jelarai juga meminta pembangunan pagar dan gapura lokasi pemakaman. “Untuk usulan ini disampaikan oleh bapak Samuji selaku pengurus fardhu kifayah setempat, ” tambah Farida Silviawati.

Sedangkan warga RT 19 jalur dua mengusul kan siring jalan lingkungan yang volumenya lebih kurang 500 meter. Harapan nya siring tersebut sekaligus berfungsi juga sebagai drainase saluran air.

“Usulan ini disampaikan oleh ibu Kariman, harapan nya bisa segera diakomodir oleh pemerintah selaku pelaksana pembangunan didaerah, ” tutup Farida Silviawati. *jk/kjs.

Continue Reading

Trending