Connect with us

Berita Bulungan

Deddy Sitorus Rayakan Ulang Tahun ke 51 Bersama Ralyat

Published

on

Markus Juk Ketua DPC PDIP Kabupaten Bulungan.

Turun kebawah menyerap aspirasi warga

TANJUNG SELOR – Merayakan ulang tahun, kita kebanyakan pasti membayangkan ada acara tiup lilin, nyanyi-nyanyi atau merayakan nya dengan acara makan -makan bersama kawan dan kolega serta bersama keluarga di restoran mewah.

 

Tapi diacara ulang tahun nya yang ke 51 tahun, Ir Deddy Yevri Hanteru Sitorus MA, anggota DPR RI, dari daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara merayakan hari lahir berkumpul dengan warga masyarakat untuk menyerap aspirasi mereka.

Warga yang menyampaikan aspirasi kepasa Ir Deddy Yevri Hanteru Sitorus MA anggota DPR RI di DPC PDIP Kabupaten Bulungan.

Bertempat di Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Bulungan, Bang Deddy biasa ia disapa menerima kehadiran para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama yang menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur maupun bantuan permodalan serta pengembangan pertanian maupun perkebunan.

Seusai acara, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bulungan, Markus Juk, kemarin malam, kepada media ini menyebut, sesuai catatan ada sekitar 50 an usulan yang disampaikan.

Dalam penyampaian aspirasi itu ada yang diterima langsung oleh Deddy Sitorus, namun ada juga yang direkomendasikan ke DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, sesuai kewenangan nya, tapi intinya semua usulan tersebut akan dikawal.

Misal nya seperti permohonan bantuan rumah ibadah, dan jenis bantuan lain yang sifat nya tidak memberatkan.

“Sedangkan bantuan yang nominal nya besar, pak Deddy Sitorus berjanji kan merealisasikan secara bertahap, ” kata Markus Juk.

Khusus bantuan anggaran yang pos nya melalui APBN akan diusahakan tahun anggaran mendatang, karena untuk tahun anggaran 2022 sudah ditetapkan dan tidak mungkin lagi dirubah.

“Sementara kalau yang posnya ada diprovinsi akan dikoordinasikan dengan Gubernur serta dengan Bupati bila itu kewenangan kabupaten, ” kata Markus Juk lagi.

Untuk listrik 6 desa di Sungai Kayan, kata dia, akan direalisasikan tahun depan. Karena PT Wings Group sudah bersedia sebanyak 500 pohon sawitnya ditebang untuk pemancangan tiang jaringan.

Sesuai yang dipaparkan pada acara silaturahmi siang tadi, Markus Juk menambahkan, untuk bantuan kepada UMKM secara berkelompok mulai sekarang provosalnya dibuat dan disusun sedemikian rupa. Begitu pula bantuan kepada kelompok pertanian.

“Kalau wilayah Malinau dan Nunukan provosal bantuan disampaikan kepada saudara Yus, sebagai tenaga ahli pak Deddy Sitorus. Untuk wilayah Bulungan dan Tarakan kepada saudara Barnabas atau kepada saya sebagai ketua DPC, ” jelas Markus Juk. *

Reporter : Sahri.

Bulungan

Sarat Mutlak Pembentukan DOB Kota Tanjung Selor Masih Kurang

Published

on

H Achmad Djufrie SE MM Ketua Presidium Percepatan Kota Tanjung Selor Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kalimantan Utara.

– Bupati Bulungan diminta segera memekarkan kelurahan dan kecamatan.

TANJUNG SELOR – Rencana pemekaran kota Tanjung Selor, di Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia sampai kini belum juga kunjung memenuhi sarat, diantaranya jumlah desa, kelurahan dan kecamatan untuk kelengkapan pembentukan nya, disamping sarat-sarat lain nya.

“Dalam hal ini kita meminta kepada bapak Bupati Bulungan berkenan melaksanakan pemekaran beberapa kelurahan, karena diwilayah kota itu tak bisa membentuk desa, ” kata Ketua Presidium Percepatan Kota Tanjung Selor, H Achmad Djufrie SE MM, kepada media ini, Rabu, 12/1/2022.

Minimal lanjutnya, kalau belum siap harus membentuk kelurahan persiapan, atau kecamatan persiapan.

Yang penting ada langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bulungan. Agar percepatan kota Tanjung Selor segera terwujud.

Untuk tahap awal, ada dua kecamatan yang bisa dibentuk, antara lain kecamatan Tanjung Selor Hulu dan kecamatan Tanjung Selor Hilir.

Menyangkut pendanaan, ia mengatakan, pihak Pemkab Bulungan harus membuat tim kecil dulu. Yang penting ada keseriusan sebagaimana harapan masyarakat untuk pembentukan kota tersebut.

“Untuk segera membentuk kelurahan persiapan dan kecamatan persiapan itu, bila anggaran dianggap masih belum cukup kita bisa mengajukan usulan ke Pemprov Kaltara, guna menutupi operasional pembentukan kelurahan dan kecamatan tersebut, saya rasa pak Gubernur pasti berkenan membantu kalau itu niatnya untuk pembangunan dan pengembangan daerah untuk masyarakat, ” tutup H Achmad Djufrie. *

Reporter : Sahri

Continue Reading

Bulungan

Ternyata Sudah 20 Tahunan Jalan Akbar di Bulungan Belum Diperbaiki

Published

on

Kondisi terakhir ruas jalan Akbar Kampung Arab, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Astagaaaa???, ternyata sudah lebih kurang 20 tahunan jalan Akbar RT III Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara belum pernah tersentuh perbaikan, wajar saja ruas jalan itu sekarang dalam kondisi luluh lantak.

Achmad Al Djufrie, salah satu tokoh masyarakat kampung Arab, ketika diminta tanggapan nya, Selasa, 11/1/2022 mengatakan, pihaknya sangat berharap perhatian dari Pemkab Bulungan, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi memberi perhatian khusus bagaimana caranya ruas jalan Akbar bisa segera diperbaiki kerusakan nya. Supaya keamanan dan keamanan pengguna jalan dapat terjamin dengan baik

“Saya perhatikan kerentanan sudah terjadi pada bagian pondasi jalan, ini harus segera diperbaiki agar kerusakan yang terjadi tidak bertambah parah, ” kata Achmad Djufrie.

Memang selama ini lanjutnya, partisifasi masyarakat juga ada, misalnya melakukan penimbunan pada sebagian lubang jalan yang kecil, dilakukan dengan cara manual.

Oleh sebab itu perbaikan yang dilakukan dengan partisifasi warga tidak bertahan lama. Begitu musim hujan tiba pada bagian yang ditambal kembali mengalami kerusakan.

“Pihak perusahaan yang berdomisili dijalan tersebut juga turut membantu, hanya saja karena konstruksi perbaikan dilakukan seadanya tak berselang waktu lama jalan itu kembali rusak, bahkan kerusakannya kian melebar hampir diseluruh permukaan badan jalan Akbar tersebut, ” imbuh Achmad Djufrie.

Harapan nya warga yang bermukim disana, untuk tahun anggaran ini jalan tersebut menjadi prioritas utama pemerintah untuk diperbaiki sebagaimana mestinya. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Bulungan

Siapa Kelak Sekda Bulungan Paska Syafril Purna Tugas?

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa MPd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB) Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, yang saat ini masih dijabat oleh Drs Syafril bakal berakhir dalam waktu dekat, tentu jabatan itu bakal lowong dan wajib diisi oleh pejabat baru, yang ditunjuk oleh Bupati sebagai user.

Menanggapi siapa pengganti Syafril nanti ?, hal itu juga tak luput dari perhatian Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB), Drs Datu Buyung Perkasa M Pd.

“Kalau saya ditanya siapa kelak yang harus jadi Sekda Bulungan, tentu dalam hal ini harus mengedepan kan kearifan lokal, ” tegas Datu Buyung Perkasa, kepada media ini, Kamis, 23/12/2021.

Dengan pertimbangan, seorang putera daerah itu pasti faham karakteristik budaya setempat. Tentu sebagai komandan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat Kabupaten ia sudah bisa memanejerial setiap program kepala daerah sesuai visi dan misi nya.

Selain itu lanjutnya, tentu juga pasti mengetahui bagaimana geografis wilayah disetiap kecamatan. Dengan demikian seorang Sekda akan mudah dalam mengambil setiap keputusan.

“Dalam hal ini saya juga sudah memberi masukan kepada bapak Bupati Bulungan, terkait figur Sekda paska pak Syafril pensiun atau purna tugas pada bulan Mei 2022 mendatang, ” kata Datu Buyung.

Minimal sesuai harapan kata Datu lagi, awal Juni mendatang sudah ada Sekda depenitif. Supaya roda organisasi pemerintahan bisa berjalan secara normal.

Untuk figur Sekda tambahnya, juga wajib bisa berkolaborasi dengan Bupati dan Wakil Bupati, mengingat setiap keputusan yang akan diambil nanti harus benar-benar pas dan bisa diterima oleh masyarakat secara luas.

Artinya setiap keputusan itu wajib berpijak kepada Peraturan Pemerintah dan undang-undang yang berlaku.

Apalagi saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang belum bisa terselesaikan. Salah satunya soal kebun Plasma kelapa sawit. Sudah mengemuka sejak lama namun belum jelas penyelesaian nya.

“Masa sudah sekian kali Kepala Daerah silih berganti, persolan Plasma belum juga kunjung bisa terselesaikan dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima nya, ” tutup Datu Buyung Perkasa. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi