– Petani mengaku siap memenuhi permintaan beras untuk diekspor ke Negara India
TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara tengah mengembangkan, benih padi unggul yang diberi nama Padi Sungai Kayan, dilahan seluas 10 hektar. Yaitu di Desa Teras Baru dan Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas.
Jenis padi ini dikembangkan oleh petani lokal, yang rencana nya untuk persiapan benih akan terus diperluas hingga mencapai 60 Hektar. Selanjutnya benih tersebut akan disebar dibeberapa daerah untuk dikembangkan secara besar-besaran, guna mencukupi permintaan negara India yang berminat membeli untuk kebutuhan pangan masyarakat disana.

Menurut M Ali Sumardi, salah satu petani pengembang benih padi Sungai Kayan, menyebut, untuk satu hektar sawah bisa menghasilkan gabah kering giling sebanyak 3,8 ton maka untuk luasan 10 H akan ada tersedia bibit sebanyak 38 ton.
“Rasionya untuk luasan tanam dilahan 60 H pada tahun 2022 mendatang akan ada bibit tersedia sebanyak 228 ton, ” ujarnya.
Kenapa pilihan jatuh kepada jenis padi unggul Sungai Kayan?, selain tahan terhadap serangan hama, diluar serangan tikus atau walangsangit, berasnya juga sangat pulen dan berbau harum bila dimasak.
“Mulai dari semaian hingga ditanam disawah padi akan bisa dipanen selama 6 bulan, jadi dalam setahun bisa dua kali, ” tegasnya.
Melihat perkembangan nya yang cukup baik, Ali Sumardi dan kawan-kawan meyakini bisa sukses untuk mencukupi permintaan negara India.
“Sisa dari pada permintaan ekspor nanti akan menambah pasokan beras lokal Bulungan khususnya dan Kalimantan Utara pada umumnya, ” tutup Ali Sumardi. *
Reporter : Sahri.












