Connect with us

Berita Ekonomi

Jeritan Pilu Pedagang Kecil Tanjung Selor Ditengah Pandemi Covid – 19

Published

on

Pedagang kecil atau yang sering disebut pedagang k 5 di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Sejak Awal pandemi Covid – 19 melanda negeri ini, tak terkecuali di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pendapatan pedagang kecil atau yang trend disebut pedagang kaki lima terus merosot.

Puncaknya, yang dirasakan oleh beberapa pedagang yakni diawal Januari hingga memasuki bulan April 2021.

“Kalau bisa menangis kita menangis pak, setiap hari hanya cukup untuk makan, sekedar bertahan hidup, ” cerita ibu Eni, salah satu pedagang mie pangsit, kepada media ini, Jumat 9/4/2021 kemarin.

Kalau tahun 2020, kemarin pendapatan masih lumayan, masih bisa disisih kan untuk bayar sewa rumah dan uang kuliah anak.

Ibu Eni yang mengaku mempunyai Puteri yang kuliah di IAIN Surabaya, sambil mondok disalah satu pesantren disana,sangat membutuhkan biaya yang lumayan besar untuk ukuran orang seperti dia.

“Dari pendapatan jualan harian saya masih harus menyisihkan uang yang harus mencapai Rp 1,5 juta setiap bulan, untuk sewa rumah, air dan listrik, ” ujarnya dengan sedikit nada lirih.

Terkadang, untuk menutup keperluan sehari-hari, ia dan suaminya nyaris tak bisa berbelanja untuk kebutuhan modal berjualan, biasanya untuk menutupi itu ia akan berupaya mencari utangan yang pembayaran nya bisa dicicil.

“Kalau ada bantuan untuk pengusaha UMKM dari pemerintah saya mau, ” ujarnya.

Sedang ibu Suparni, salah satu penjual sayuran dipasar induk Tanjung Selor, juga mengalami hal yang sama. Sejak Januari hingga April penjulan nya mulai merosot. Itu dirasakan mulai wabah Corona muncul di Tanjung Selor.

Demikian pula, yang dialami pedagang sembako lain nya yang berjualan dipasar Induk Tanjung Selor, yang sebelum nya mendapat hasil kotor Rp 4 juta perhari sekarang menurun hingga 70 persen lebih.

“Sekarang pendapatan kotor hanya berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta saja. Kita berharap ada bantuan permodalan, ” ujar ibu Ana.

Sementara itu, ibu Nunung, penjual barang campuran, mengaku pendapatan nya menurun hingga 40 persen.

“Kalau sebelum Corona bisa mendapatkan hasil 6 hingga 7 juta, sekarang palingan dibawah 4 jutaan, ” katanya.

Untuk perkarung, ia bisa mendapatkan keuntungan berkisar 2 hingga 5 ribuan. Kalau hanya mendapat laba bersih 100 ribu palingan cukup makan, ” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut dia sangat berharap ada bantuan untuk pelaku usaha UMKM seperti dirinya.

“Pengen juga dibantu lewat bantuan UMKM kalau bisa, ” imbuhnya. *

Reporter : Sahri.

Ekonomi

FPPI Kaltara GelarPelatihan Anyaman Eceng Gondok

Published

on

Hj Sri Mulyanti SE MM (kanan).

Hj Sri Mulyanti SE MM : Melalui kerajinan anyaman eceng gondok ini target awal akan kita kuasai dulu pasar lokal Bulungan dan Kaltara.

TANJUNG SELOR – Tumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang selama ini di Tanjung Selor, Bulungan, dianggap tumbuhan yang menyebalkan bagi setiap orang, lantaran membuat permukaan sungai Selor tertutup dan menjadi dangkal tak bisa lagi dilewati oleh berbagai jenis perahu dan kapal itu, tapi kini ditangan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kalimantan Utara, yang dikomandani oleh Hj Sri Mulyanti SE MM, tumbuhan eceng gondok jadi bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

Para ibu-ibu yang ikut pelatihan menganyam eceng gondok.

“Melalui kegiatan belajar menganyam kerajinan tangan dari eceng gondok sehari yang digagas oleh FPPI, untuk kaum perempuan yang ada di Tanjung Selor maupun Tanjung Palas, kedepan diharapkan akan lahir berbagai prodak rumah tangga dari tumbuhan ini, ” Kata Hj Sri Mulyanti SE MM, kapada media ini, ” Minggu, 25/6/2022.

Menurutnya, dengan melimpahnya eceng gondok yang menutupi sungai Selor, para pengrajin tentu tidak lagi merasa kesulitan untuk bahan baku. Artinya tinggal diambil saja dan diolah sesuai standar prosedur anyaman.

Instruktur sedang memberikan arahan cara menganyam yang benar.

Untuk jenis anyaman dari eceng gondok bisa dibuat menjadi taplak meja, dompet, tas tangan, sandal rumahan dan lain sebagainya. ” Harapan kita kedepan setiap rumah tangga dan hotel serta penginapan di Kaltara menggunakan anyaman dari eceng gondok, ” ujarnya.

Untuk pelatihan anyaman dipandu oleh ibu Treyanti, beliau memang ahli dibidang itu. “Saya gembira ibu-ibu yang mengikuti pelatihan sangat antusias sekali, ” imbuhnya.

Sesi Poto bersama usai pelatihan menganyam.

Tidak hanya itu, FPPI juga mengadakan pelatihan membatik dan membuat penganan dari berbagai jenis kue. Dengan harapan setelah pelatihan mereka mampu membuat usaha rumahan guna memacu peningkatan ekonomi keluarga.

“Prodak hasil membatik kaum perempuan ini akan dipasarkan digalery batik Bultiya, Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, ” kata Sri Muliyanti.

Berbicara galeri batik Bultiya, kehadiran nya di Bulungan, Kalimantan Utara sudah hampir seperempat abad, hasil produksinya cukup dikenal luas, bahkan pada momen acara tertentu kerap dikenakan oleh para pejabat daerah dan menjadi souvernir khas Kabupaten Bulungan, provinsi Kalimantan Utara.

“Alhamdulillah saat ini batik Bultiya (Bulungan Tidung Dayak) sudah menjadi tuan rumah ditempatnya sendiri, ” tutup Sri Mulyanti. * jk.

Continue Reading

Ekonomi

PT PKN Jalin Kerjasama Dengan BRI

Published

on

Iwan Suryatno S Hut, Manager Comdev PT Pesona Khatulistiwa Nusnatara (PKN) kiri.

– Dalam rangka penguatan ekonomi daerah khususnya disektor pertanian, perkebunan dan peternakan.

TANJUNG SELOR – Dalam rangka penguatan ekonomi daerah, Comunity Development (Comdev) PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) menjalin kerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Terkait itu, diruang kerjanya, Iwan Suryatno S Hut, Manager Comdev PT PKN, Jumat 24/6/2022 kepada media ini menjelaskan, kerjasama PT PKN dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) tersebut dalam rangka penguatan ekonomi daerah, khususnya dibidang pertanian dan perkebunan.

“Hari ini program 4 pilarnya nya Comdev itu salah satunya adalah kontribusi sosial ekonomi. Dimana sosial ekonomi bukan hanya memberi barang atau memberi bibit dan lain-lain, akan tetapi salah satunya adalah pendampingan kepada petani, “ujar Iwan Suryatno.

Dalam pendampingan itu bisa memberi kan ilmu tapi bisa juga dalam bentuk fasilitasi untuk kearah permodalan. Sementara dalam setiap kelompok tani ada tiga tahapan, antara lain kelompok yang tumbuh, berkembang dan mandiri.

Biasanya kalau kelompok yang tumbuh oleh PT PKN diberi program secara langsung. Sementara yang berhasil menuju berkembang biasanya ingin menambah permodalan. Misal, sebelum nya hanya menegmbangakan tanaman cabe seluas 1 hektar karena dianggap berhasil pasti ingin menambah lagi luasan tanam 2 hekfar atau 3 hektar, artinya untuk menambah luasan tanam pasti membutuhkan biaya operasional.

“Kalau petaninya sudah berhasil kita tak akan memberikan biaya tapi ada penguatan modal. Nah penguatan modal inilah yang akan difasilitasi oleh PT PKN ke BRI maka itu perlu kerjasama, ” tambah Iwan Suryatno lagi.

Jaminan untuk petani yang meminjam dana ke BRI adalah PT PKN. Karena pihak Perbankan sendiri perlu meyakinkan.

Kalau petaninya sudah bagus dari berkembang menuju petani mandiri otamatis akan lepas pendampingan dari PT PKN disitulah keberhasilan Comdev dalam proses pendampingan dimaksud.

Kalau dalam kelompok itu ada 5 BHP salah satunya adalah administrasi permodalan, dari 5 hal ini permodalan ini lah yang menjadi penting. Karena pengembangan pertanian , peternakan dan perkebunan harus ada minimalnya, misal kalau pengembangan cabe minimal setengah hektar, demikian pula perkebunan kakao luasan nya minimal harus 2 hektar.

“Inilah salah satu langkah PT PKN bersama BRI berkolaborasi Kalau kita ngomong pentahelix ada pihak swastanya salah satu point’ dalam berkerjasama, ” tandas Iwan.

Untuk besaran pinjaman dalam setiap kelompok yang mengajukan pinjaman wajib ada rekomendasi dari PT PKN. Jadi kalau program bersama-sama BRI itu yang pertama mulai dari awal sudah dilakukan pendampingan oleh pihak perusahaan.

Dimana awalnya murni dari perusahaan, soal besaran pinjaman juga tergantung analisanya mau membangun kebun berapa luas dan ada maksimumnya misal ingin mengembangkan tanaman cabe seluas 2 hektar butuh dana sebesar 40 juta rupiah, bisa saja realisasi nya separuh dari yang diusulkan , alasan nya pada pembukaan awal yang bersangkutan pasti punya modal .

“Untuk pylot projecknya ada didesa Kelubir, desa Sajau dan desa Salimbatu, ” imbuh Iwan Suryatno.

Untuk Kelubir dikembangkan tanaman jagung, kalau desa Salimbatu SP 7 tanaman cabe dan di Sajau sendiri dikembangkan tanaman kakao.

Yang tidak kalah penting untuk.diketahui, yang prioritas mendapatkan pinjaman adalah petani yang pernah dapat pendampingan dari PT PKN dan dalam tahap kelas tumbuh, karena BRI minta jaminan itu.

Kriteria lain misal seperti petani jagung sudah pernah panen minimal 4 ton, bukan petani baru.

“Dalam hal ini yang menjadi prioritas adalah warga ring 1 dan ring 2 yang bermukim disekitar wilayah operasi perusahaan. Akan tetapi dilihat juga perkembangan nya apabila bagus dan berhasil bisa saja pengembangan meluas ke vendor kita, dan fokus kepada pertanian, perkebunan dan peternakan, ” tegas Iwan Suryatno.* jk/kjs.

,

Continue Reading

Ekonomi

Sultan Kapling Mangkupadi Buka Stand di Gebyar Expo Kaltara

Published

on

Infografis.

TANJUNG SELOR – Agar bisa diketahui oleh masyarakat secara luas, masyarakat secara luas, Sultan Kavling Mangkupadi, hadir di Gebyar Expo Kaltara, yang digelar sejak seminggu terakhir bertempat di Lapangan Agathis Tanjung Selor, Bulungan.

Sejak lahan kavling ditawarkan oleh Sultan Kavling Mangkupadi kepada masyarakat, awal Bulan Maret 2022 lalu, lahan kaplingan ini disambut baik oleh segenap lapisan, faktanya sekarang sekitar 200 lebih Kavling yang terjual dengan ukuran 15 meter x 30 meter / kaplingan dengan luasan keseluruhan sekitar 20 hektar.

Kepada media ini, Owner Sultan Kavling Mangkupadi, Alwan Saputra S.Pi, MM, Minggu 12/6/2022 menyebutkan, bahwa sejak ditetapkannya Desa Tanah Kuning dan Mangkupadi sebagai Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) oleh Presiden Republik Indonesia Ir H. Joko Widodo pada Bulan Desember 2021 lalu, maka geliat ekonomi dan pembangunan di wilayah tersebut nampak mengalami progres yang positif.

Saat ini sudah ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan seperti pembebasan lahan oleh pihak perusahaan dan land clearing lahan untuk persiapan kawasan industri tersebut.

Untuk itulah Sultan Kavling Mangkupadi hadir menyambut KIPI sebagai daerah yang menjadi sentra ekonomi baru di Provinsi Kalimantan Utara maupun secara nasional.

Lebih lanjut Alwan Saputra mengatakan “Mari kita belajar salah satu daerah Industri di tempat lain, dimana apabila industri hadir di satu daerah maka akan diikuti dengan efek ekonomi yang sangat luar biasa. Seperti didaerah Morowali Sulawesi Tengah dan daerah Industri Weda di Maluku Utara, apalagi dilihat dari luas KIPI yang lebih dari daerah lain tersebut yang mencakup 30.000 hektar luasnya, akan terjadi pertumbuhan dan pertambahan ekonomi yang luar biasa ”

Diketahui dari pemberitaan-pemberitaan kita mendapat informasi bahwa daerah tersebut akan mengalami perkembangan yang pesat.

Karena akan hadir para tenaga kerja yang membutuhkan warung makan, minuman, sandang pangan dan tempat hunian.

Oleh sebab itu, Sultan Kavling Mangkupadi selain membawa misi ekonomi seperti jual beli lahan yang cukup terjangkau juga membawa misi sosial agar masyarakat Kalimantan Utara khususnya bisa memiliki lahan yang cukup di wilayah KIPI nantinya agar masyarakat tersebut memiliki sebuah investasi yang akan berkembang dan tidak hanya menjadi pendengar atau penonton di daerahnya sendiri, demikian Alwan menutup pembicaraan
*

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending