TANJUNG SELOR – Masih ingat?, pembangunan Sentra Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE), di Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Hilir, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, yang diresmikan oleh mantan Bupati Bulungan, H Budiman Arifin, pada bulan Agustus 2015 silam, sampai saat ini masih mangkrak dan semakin tidak jelas nasibnya.
Sejak hampir selesai dibangun, sampai sekarang sama sekali belum pernah difungsikan. Bahkan kondisi bangunan yang berada persis disamping sungai Kuli itu kian memperihatinkan, lantaran sudah ditumbuhi oleh semak belukar.
Padahal selain beberapa bangunan induknya sudah rampung, juga sudah dikelilingi oleh pagar pengaman yang cukup representatif.
Masih segar dalam ingatan, saat peresmian, selain dihadiri oleh yang konon disebut investor, perwakilan dari PT Pertamina Persero kala itu juga tampak berada di lokasi bangunan SPBBE tersebut.
Diketahui, ujar mantan Bupati Bulungan H Budiman Arifin waktu itu, bahwa keberadaan SPBBE bekat kerjasama antara Pemkab Bulungan dengan pihak investor bernama PT Wahasna Petrogas Indonesia.
Kata dia, pihaknya sangat mendukung investor menanamkan modalnya di Tanjung Palas.
“Dirikan stasiun gas di Bulungan saja. Tempatnya startegis ketimbang di Berau. Berdiri di Bulungan berada di tengah-tengah, bisa dekat ke Berau juga sebagaian daratan Kaltara,” kata Budiman memaparkan.
Ditunjuknya Tanjung Palas, kata dia lagi, karena kawasan nya masih luas lahannya. Dibandingkan Tanjung Selor yang sudah mulai padat bangunannya, Tanjung Palas lokasi yang pas untuk dibangun SPBBE, karena berdekatan dengan Sungai Kayan.
Saat acara peresmian nya, pancaran wajah masyarakat sekitar semuanya masih terekam dengan mimik yang sumringah. Bagaimana tidak selain nantinya lebih mudah untuk mendapatkan isian tabung elpoji, keberadaan SPBE ini diharapkan pula mampu merekrut tenaga kerja lokal setempat.
Apalagi pemerintah kala itu juga hakul yakin, SPBE itu nanti bisa melayani kebutuhan masyarakat di Kabupaten Malinau, KTT dsn sebagian masyarakat Kabupaten Nunukan, khususnya wilayah yang satu daratan dengan Kabupaten Bulungan, dan bisa dijangkau melalui jalur transportasi darat.
Harapan itu sepertinya hanya tetap tinggal harapan, sejak peresmian pembangunan sampai sekarang SPBBE sama sekali belum pernah beroperasi sesuai sebagaimana mestinya.
Entah kenapa sampai saat sekarang belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah atau pun pihak swasta apa penyebabnya. Yang pasti biaya untuk membangun SPBBE tersebut cukup lumayan besar. *
Reporter : Sahri.












