Connect with us

Berita Nunukan

Perawatan Nur Asyifa di Jogjakarta Butuh Waktu Empat Bulanan

Published

on

Nur Asyifa (2,7 thn) penderita tumor mata dari Mansalong Kabupaten Nunukan provinsi Kalimantan Utara.

– Bocah penderita tumor mata dari Mansalong Nunukan Kaltara

JOGJAKARTA – Untuk perawatan Nur Asyifa (2,7 thn) bocah penderita tomor mata dari RT 4, Eks PKMT Pagatason, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Di RSUP Sardjito, Sleman, DI Jogjakarta, butuh waktu 4 bulan, cukup lama dan membutuhkan biaya yang lumayan.

“Anak saya akan menjalani perawatan selama 16 minggu, setelah bengkak pada matanya kempes baru tumornya bisa diangkat, ” terang Nurhaini, ibunda Nur Asyifa melalui sambungan telpon selularnya, kemarin.

Beberapa waktu lalu, anak tercinta Nurhaini dan Iksan ini sudah menjalani kemoterapi.

“Alhamdulillah kemonya berjalan lancar, Nur Asyifa harus berbaring dulu selama 4 jam, ” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, setelah menjalani perawatan Nur Asyifa dan ibunda nya harus keluar dulu dari rumah sakit, untuk perawatan selanjutnya baru kembali lagi seperti semula.

“Saya akan bertahan selama 4 bulan ini di Jogja demi kesembuhan Nur Asyifa, ” ujarnya.

Sebelumnya, untuk merujuk ke RSUP Jogjakarta, selain donasi dari warga Mansalong, sumbangan dari para netizen kerekening Nur Asyifa peduli juga terus mengalir. Sehingga dalam tempo sehari semalam terkumpul dana lebih kurang Rp 20 juta.

Kendati demikian melihat lamanya perawatan, tentu juga sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu pihak keluarga masih berharap ada kepedulian dari para donatur maupun dari Pemkab Nunukan dan Pemprov Kaltara terhadap kelangsungan perawatan sekaligus pemulihan Nur Asyifa di RSUP Sardjito Jogjakarta tersebut. *

Reporter : Sahri.

Nunukan

Persoalan Sampah dan Drainase di Mansalong Nunukan Sangat Krusial Dituntaskan

Published

on

Drs Rusmansyah Camat Lumbis Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN – Perkembangan Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan beberapa tahun teekahir cukup pesat, seiring dengan itu pula berbagai persoalan pun muncul kepermukaan, mulai dari kebutuhan akan drainase kota hingga soal persampahan yang mulai mengganggu lingkungan.

Terkait banyak nya sampah yang teronggok dihalaman rumah warga, pihak pemerintah kecamatan Lumbis mengaku pusing tujuh keliling mengatasinya, lantaran sarana pendukung seperti tempat pembuangan akhir (TPA), armada serta petugas pengangkut yang juga belum tersedia disalah satu kecamatan perbatasan di Kalimantan Utara tersebut.

“Soal penanganan sampah ini juga menjadi masalah serius, untuk itu kita berharap persiapan TPA untuk Mansalong bisa menjadi prioritas pemerintah, ” kata Drs Rusmansyah, Camat Lumbis, kepada media ini, Kamis 19/1/2023.

Mengingat saat ini Mansalong sudah berkembang dan pertambahan penduduk nya juga cukup banyak, mengingat posisinya berada ditengah sebagai penghubung antar kecamatan dan kabupaten yang berada satu daratan, seperti kabupaten Malinau, KTT dan Bulungan.

“Harapan saya saat pelaksanaan Musrenbang kecamatan dan Musrenbang kewilayahan yang rencananya pada awal Pebruari mendatang persoalan ini bisa menjadi atensi prioritas saat pembahasan, ” tutup Drs Rusmansyah. * jk.

Continue Reading

Nunukan

Usulan Rencana Pembangunan Jalan Libang KTT Sudah Disampaikan Ke SIPD Nunukan

Published

on

Drs Rusmansyah Camat Lumbis Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN – Usulan rencana pembangunan jalan pendekar dari Mansalong – Libang menuju Kabupaten Tana Tidung (KTT) sudah disampaikan pemerintah kecamatan Lumbis melalui SIPD kabupaten Nunukan yang selanjutnya diteruskan ke SIPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Berbincang dengan media ini dikediaman nya, Camat Kecamatan Lumbis, Drs Rusmansyah, Kamis 15/12/2022 menyebutkan, kalau kelak rencana pembangunan jalan bisa terwujud, jarak tempuh Mansalong ke KTT tidak memakan waktu lama, karena sesuai peta jalan tersebut hanya sepanjang 22 kilometer saja.

Berbeda bila menggunakan jalan trans Kaltara, untuk menjangkau KTT butuh waktu dua jam lebih baru bisa tiba di Tideng Pale atau di Sesayap Hilir.

Kenapa harus jalan pendekar yang mendesak dibangun, karena seiring dengan aktifitas dermaga fery yang berlokasi di Sebawang otomatis akan lebih mudah mendongkrak perekonomian kecamatan Lumbis dan sekitarnya, termasuk diwilayah perbatasan seperti Lumbis Ogong dan Lumbis Pansiangan.

Kedepannya truk-truk yang mengangkut Sembako bisa ke Tarakan atau sebalik nya menggunakan jasa Fery untuk mengangkut kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

“Dengan demikian bisa memangkas biaya transportasi, yang giliran nya dapat pula menekan tingginya Inflasi yang terus merangkak naik akhir-akhir ini, ” tukas Rusmansyah.

Selain itu lanjutnya, dengan terbangun nya jalan dimaksud, kecamatan Lumbis khususnya desa Mansalong akan menjadi segitiga emas sebagai perlintasan para pelaku ekonomi dari Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Sembakung dan Sembakung Atulaj yang berbelanja langsung Ke Tarakan.

*Harapan saya semoga renacana ini bisa menjadi atensi Pemkab Nunukan, Pemprov Kaltara, bila perlu bisa diusulkan ke Pemerintah Pusat agar ada bantuan anggaran untuk itu, ” pungkas Camat Lumbis Drs Rusmansyah. * Jk.

Continue Reading

Nunukan

Banjir Kembali Merendam Perumahan Warga Desa Atap Kecamatan Sembakung Nunukan

Published

on

Warga hanya bisa menatap air yang terus menggenangi perumahan mereka.

Air kian deras, warga desa Tembelunu dan Manuk Bungkul sudah kesulitan menjangkau desa disekitarnya untuk berbelanja kebutuhan sehari-sehari.

NUNUKAN – Aktifitas Warga desa Tembelunu dan desa Manuk Bungkul, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, sejak kemarin, Sabtu, 21/5/2022, lumpuh total akibat bencana banjir yang menggenangi perkampungan dan perumahan mereka.

Ketinggian air terus naik dan menggenangi seluruh perumahan warga di desa Atap kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

Menurut H Muhammad Nasir SE, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Utara, yang kebetulan berkunjung ke Kecamatan Sembakung, melalui WhatsAPP, Minggu 22/5/2022 menyebutkan, untuk bisa berhubungan dengan tetangga kampung disebelahnya warga hanya menggunakan sampan, lantaran seluruh ruas jalan sudah tak mungkin dilintasi dengan berjalan kaki.

“Ketinggian air dijalan-jalan sudah melebihi tinggi orang dewasa, ” ujarnya.

Menurutnya, kondisi warga Tembelunu dan warga desa Manuk Bungkul, benar-benar memprihatinkan. Karena dengan stok makanan yang terbatas maka satu dua hari kedepan bila banjir tak juga surut mereka akan kehabisan, khususnya bahan makanan, susu formula, obat-obatan selimut dan lain sebagainya.

“Harapan kita ada bantuan tanggap darurat turun, baik dari Pemkab Nunukan maupun dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, ” tegasnya.

Selain desa Tembelunu dan desa Manuk Bungkul, desa Atap sendiri sebagai ibukota kecamatan Sembakung juga terendam, ketinggian air terus bertambah. Saat ini warga hanya bisa berdiam dirumah tanpa bisa berbuat apa-apa.

Disebutkan, lantaran air mulai naik pada malam hari, dan begitu cepat sekali. Warga tak sempat berpikir untuk mengevakuasi beberapa hewan ternak milik mereka.

“Yang pasti tidak hanya itu, akibat banjir tersebut yang dapat dipastikan warga yang berladang dan berkebun otomatis gagal panen, ” tutup H M Nasir. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending