NUNUKAN – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Dr H Irianto Lambrie, meninjau pembuatan briket arang dari tempurung kelapa dan mjnyak kelapa atau yang lebih trend disebut Virgin Coconut Oil (VCO), di Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Kunjungan orang nomor satu di Kalimantan Utara kepabrik pengolahan VCO itu disambut langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Kaltara, H Amir Bakri, Kepala Desa Balansiku, H Firman, dan manager Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Karang Unarang , Senawi.

Disela peninjauan nyaz Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, menyaksikan langsung para kaum ibu yang menyortir briket arang dari tempurung, yang siap dipasarkan ke Surabaya Provinsi Jawa Timur. Beberapa lain nya tengah asik memuaring sari kelapa yang sudah diendapkan sekitar 8 jam.
“Selain ke Surabaya briket tempurung kelapa ini juga diminati warga timur tengah, ” puji Irianto.
Untuk menghasilkan VCO yang berkualitas, sari kelapa tersebut terlebih dahulu dimasuk kan ke inkubator khusus, masih perlu disaring lagi sampai 4 kali.
Menurut keterangan Manager Bumdes, Senawi, VCO baru diproduksi sekitar bulan Oktober 2019 lalu. Dalam seharinya bisa menghasilkan 20 liter minyak kelapa murni atau dari 100 buah kelapa.
“Untuk 1 Liter V CO dihargai Rp 150.000, ” ujar Irianto.
Kenapa sedikit mahal, karena bila diminum langsung sangat bermanfaat untuk kesehatan, baik untuk meningkatkan imun tubuh
“Saya berharap prodak Bumdes ini bisa menginspirasi Bumdes lain nya di Kaltara, tentu dengan prodak unggulan yang berbeda, ” tutup Irianto Lambrie. * Nina AF.












