Irianto Lambrie : Sejak 2015 Ring Road di Malinau Dibangun Bertahap

TANJUNG SELOR – Kabar gembira dari Irianto Lambrie, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara kepada warga pinggiran kota Malinau, Kabupaten Malinau. Pasalnya sejak tahun anggaran 2015 lalu hingga tahun 2020, mulai dibangun jalan lingkar guna memudahkan akses menuju pusat kota dari berbagai arah.

Pembangunan jalan lingkar tersebut dialokasikan melalui APBD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) secara bertahap.

“Pada tahun anggaran 2020 ini kita alokasikan anggaran sebesar Rp 9,97 Miliar untuk pembangunan serta peningkatan jalan ring road itu, ” tegas Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, kemarin.

Yaitu lanjutnya, berupa penghamparan pekerjaan agregat dengan panjang epektif 7,65 KM, lebar 6 Meter dengan ketebalan sekitar 20 CM.

“Untuk ring road Malinau rencananya memiliki panjang 28,70 Kilometer dengan produk akhir aspal. Sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. ” Sesuai laporan PUPR Perkim anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp 267 Miliar.

Melihat kebutuhan dana yang cukup besar itu, selain dari APBD, juga akan diperjuangkan bisa memperoleh dana dari pusat melalui APBN.

Selain jalan ring road, selama 2020 ini juga ada beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur jalan di Kalimantan Utara.

Berdasarkan informasi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, total ada 19 paket kegiatan dari Bina Marga yang saat ini sedang berjalan. 4 kegiatan melalui DAK Reguler dan Penugasan, sementara 15 paket melalui APBD-Kaltara.

Beberapa paket kegiatan ini, pengerjaannya sudah ada yang di atas 80 persen, bahkan sudah ada yang mencapai 100 persen. Seperti, peningkatan ruas jalan Trans Kalimantan-Pelabuhan Ferry Ancam (DAK Reguler) Rp 16,3 miliar dengan progress realisasi 83 persen. Lalu, pembangunan jalan Seputuk-Malinau Kota Rp 17,6 miliar dengan progress realisasi 85 persen, dan pemeliharaan ruas jalan Selimau I-Selimau III Tanjung Selor Rp 1,4 miliar dengan realisasi 100 persen.

Meski ada kendala masa pandemi covid-19, alhamdulillah kegiatan pembangunan infrastruktur di Kaltara tahun ini tetap berjalan lancar.

Sebagai informasi juga untuk masyarakat Kaltara, dari periode 2016 hingga 2019, melalui APBD telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 2.831.026.789.292,36 untuk program dan kegiatan Provinsi Kaltara di setiap kabupaten dan kota.

Rinciannya, pada 2016 anggaran totalnya sebesar Rp 531.922.104.455,00. Lalu pada 2017 total Rp 905.610.998.997,36; pada 2018 total Rp 749.343.871.375,00; dan pada 2019 total Rp 644.149.814.465,00. * Nina AF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!