SEBATIK – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie puji pesatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Hal itu disampaikan nya saat berkunjung ke Pulau Sebatik dalam rangka membentuk sekaligus mengukuhkan pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Tanjung Sakti, Desa Tanjung Aru, Tanjung Harapan, Sungai Nyamuk dan Bukit Aru Indah, 9/9/2020, yang berlokasi di Pantai Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur.
Selain anggota KSB, turut hadir pula sejumlah masyarakat, Camat, Kades Ssbatik.
“Salut sekaligus apresisasi saya kepada ibu-ibu yang begitu semangat mengikuti pengukuhan dibawah terik matahari, bahkan ada ibu yang hamil besar, ” ucap Irianto Lambrie.
Jujur lanjut Irianto, ia mengagumi semangat kerja dan kemandirian warga Sebatik tersebut.
“Kita harus applaus dengan semangat dan karakter warga Sebatik yang tangguh. Sejak Provinsi Kaltara terbentuk, menjelang 8, tahun, disebatik sudah mulai banyak infrastruktur, ” puji Irianto.
Fasilitas sosial ekonomi juga mulai tumbuh banyak. Begitu pun tempat rekreasi. Jalan Lingkar Sebatik juga sudah selesai, meskipun beberapa titik ada yang longsor, nanti diupayakan untuk terus diperbaiki.
Dan pada tahun ini mulai dibangun Pos Lintas Batas Negara atau PLBN di Sungai Pancang yang Insyaallah akan selesai tahun depan. Itu akan memberi dampak keamanan dan politik yang baik bagi NKRI khususnya di Pulau Sebatik.
Semua mobilitas orang dan barang keluar masuk di Sebatik, utamanya dari Tawau akan menjadi ramai dan intensif. Tentu itu akan menggerakkan ekonomi daerah ini, Kalimantan Utara, dan Indonesia.
Untuk diketahui, kenapa kita harus menyiapkan KSB, karena daerah terutama Kalimantan Utara, termasuk khususnya Pulau Sebatik itu daerah rawan bencana alam banjir, tsunami, gempa bumi, dan tanan longsor.
Yang semuanya itu bisa datang setiap saat tanpa diduga yang bisa mengakibatkan kerugian harta benda dan jiwa. Karena itu pemerintah mengajak semua masyarakat untuk terus bersama-sama menghadapi kemungkinan bencana dan kerugian yang ditimbulkannya.
Dimana juga saat ini sedang menghadapi bencana yaitu bencana non alam Covid-19.
“Saya juga meminta anggota KSB di Sebatik ini membantu pemerintah untuk menyadarkan masyarakat agar menerapkan dengan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yaitu dengan memakai masker jika di luar rumah, menjaga jarak/menghindari kerumunan, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau dengan hand sanitizer, ” tutup Irianto Lambrie.* Nina AF.












