Era Gubernur Irianto Lambrie, Kesejahteraan Guru Terus Menjadi Perhatian

TANJUNG SELOR – Kesejahteraan Guru se Kalimantan Utara (Kaltara), baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN atau Guru Tidak Tetap (GTT), terus jadi perhatian Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, melalui pemberian insentif tambahan diluar gaji.

Disamping bantuan insentif bagi Guru TK, hingga SMP juga diberikan melalui bantuan keuangan (Bankeu) kepada Kabupaten Kota di Kalimantan Utara. Guru SMA, SMK, Madrasyah Aliyah (MA) dan Guru SLB juga rutin mendapatkan insentif melalui program yang digagas oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, tersebut.

“Saya minta penyaluran insentif jangan sampai terlambat disalurkan kesekolah-sekolah selanjutnya sekolah yang akan menyalurkan kepada masing-masing GTT, ” ujar Irianto Lambrie, kemarin.

Untuk penyaluran insenstif kata dia, akan disalurkan dua tahap atau dua semester. Dimana tahap duanya akan disalurkan pada bulan Desember nanti.

Sementara itu, kriteria penerima insentif bagi guru SLTA harus berijazah S1, dan telah masuk dalam pemetaan berdasarkan Dapodik.

“Sedang kan guru tetap yayasan (GTY) pada sekolah SMA, SMK, MA dan SMTK, juga harus berijazah S1 dan memiliki SK berstatus guru tetap, * ujarnya.

Secara terpisah Firman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara mengatakan, tahun ini untuk penyaluran insentif bagi GTT dan GTY di Kaltara di anggarkan melalui APBD sebesar Rp 6.006.000.000. “Untuk anggaran bagi GTT sekolah negeri dialokasikan sebesar Rp 2.976.000.000, dan GTY sekolah swasta Rp 3.030.000.000. Sumber danannya, insentif untuk GTT sekolah negeri dianggarkan melalui DPA Disdikbud dalam belanja langsung. Kalau insentif untuk SMA SMK swasta, MA dan SMTK anggarannya melalui bentuk belanja hibah.

Penyaluran insentif bagi guru non PNS tahun 2020 ini, pada tahap pertama dari Januaei hingga Juni 2020 akan disalurkan kepada 924 orang guru se Kaltara. “Dari jumlah ini, untuk GTT sebanyak 444 orang anggarannya Rp. 1,332,000,000. Sedangkan untuk GTY sebanyak 480 orang, dengan anggaran sebesar Rp 1.440.000.000,

Lebih jauh Firman juga mengatakan, penyaluran insentif bagi guru non PNS pada sekolah lingkup yang berada di bawah Pemerintah Provinsi Kaltara sejak 2018 hingga 2020 telah berjumlah dialokasikan Rp17.099.000.000. “Pada 2018 Pemprov melalui Disdikbud mengalokasi anggaran insentif bagi guru non PNS itu sebesar Rp6.030.000.000 untuk diberikan kepada 1.005 GTT dan GTY. Sedang yang tahun 2019 dialokasikan sebesar Rp5.063.000.000 untuk 883 GTT dan GTY. Kemudian Tahun ini dialokasikan sebesar Rp 6.006.000.000. * Nina AF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *