Irianto Lambrie Mengenang Sejarah Ide Awal Pemberian Insentif Guru

TANJUNG SELOR – Mungkin belum banyak yang tau begaimana ide awal Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, memberikan insentif untuk para guru atau tenaga pendidik se Kalimantan Utara.

Dimana insentif tersebut diberikan tidak hanya kepada guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), melain kan juga diberikan kepada Guru Tidak Tetatap (GTT) alias guru yang berstatus honorer.

Juga diberikan kepada tenaga pendidik atau guru mulai dari guru SLB, SMA, SMK, PAUD dan TK, termasuk guru yang bernaung di yayasan pendidikan (,Swasta).

“Atas kebijakan saya sebagai Gubernur, kita berikan insentif sebesar Rp 500.000/bulan, ” ungkap Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Menurut Gubernur, ide pemberian insentif tersebut berawal dari berkeliling Kalimantan Utara dalam rangka blusukan, pada tahun 2014 silam semasa masih menjabat sebagai Pj Gubernur.

Dimana ketika tiba di Seimanggaris ia sekolah baru, sebuah SMP. Walau gedung baru ternyata kala itu baru satu orang, itu pun guru tidak tetap atau honorer.

Dimana waktu itu belum ada istilah insentif untuk guru, hanya terima honor sebesar Rp 150.000, dan tinggal menumpang dirumah warga.

“Nah, momentum itu lah yang menginspirasi saya memberi insentif hingga sekarang, ” kenang Irianto Lambrie.

Pertama diberikan lanjutnya sebesar Rp 400.000/guru/bulan, selanjuta tahun 2015 naik menjadi Rp 500.000 hingga sekarang. * Nina AF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *