– Disebut tahun anggaran 2020 diamggar kan sebesar Rp 4 Miliar, 2021 tak dilanjutkan bahkan sampai sekarang
TANJUNG SELOR – Masih ingat pembangunan pasar kuliner di Tanjung Palas yang dibangun oleh Pemprov Kaltara tahun anggaran 2020 lalu, ternyata tahun angaran 2021 pembangunan nya tak dilanjutkan, bahkan tahun anggaran 2022 tetap begitu-begitu saja, wajar saat ini dilokasi bangunan sudah tumbuh rumput liar.
Hasil pantauan lapangan media ini Minggu, 19/6/2022, hampir seluruh permukaan tanah urugan dilokasi bangunan sudah ditumbuhi semak belukar, bahkan bangunan direksi keet yang sudah terbangun disana mulai rusak, sebagian atapnya juga mulai hilang, demikian pula seng pagar yang ada sudah tak ada lagi ditempatnya semula dipasang.
Seperti pernah diberitakan media ini edisi April 11, 2021 lalu, Harapan warga Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, segera memiliki pasar kuliner pupus sudah, lantaran tak dilanjutkan anggaran pembangunan nya pada tahun anggaran 2021 ini oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, padahal pada tahun anggaran 2020 lalu telah dianggarkan sebesar lebih kurang Rp 4 Miliar.
Menurut sumber media ini di Disperindagkop Kaltara, untuk anggaran pembangunan hingga penyelesaian tahap akhir diplot sebesar Rp 11 Miliar. Hanya saja kabarnya usulan itu dicoret saat pembahasan anggaran sebelum ditetapkan dan disetujui bersama oleh TAPD dan Banggar Legislatif.
“Kalau ditanya apakah saya kecewa, tentu sangat kecewa besar, mengingat keberadaan pasar kuliner ini sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat, “ kata Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, kepada media ini waktu itu.
Keinginan agar pasar Kuliner yang berlokasi dijalan poros trans Kaltara di Tanjung Palas ini terus saja disuarakan masyarakat. Misalnya pada agenda reses Hj Ainun Farida anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, masyarakat kembali mempertanyakan kelanjutan pembangunan nya.
“Kapan Pemprov Kaltara melanjutkan pembangunan pasar tersebut sudah lebih kurang dua tahunan tak ada kelanjutan nya hanya tetap sebagian pondasi saja yang terbangun, ” kata salah satu warga. * jk.












