TANJUNG SELOR – Dua kecamatan di Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) belum maksimal menikmati penerangan listrik, yakni kecamatan Peso dan kecamatan Sekatak, padahal era digital seperti sekarang listrik sudah menjadi kebutuhan dasar yang sangat vital.
Untuk dia kecamatan tersebut kabarnya listrik menyala mulai pukul 18.00 hingga pukul 6.00 Wita pagi saja, hanya menyala pada malam hari.
Tentu sebagai pusat pemerintahan kecamatan peralatan seperti komputer sudah tak bisa digunakan, termasuk para siswa SLTA juga tak bisa melakukan praktek menggunakan komputer disekolah nya.
Hasil pantauan media ini, untuk kecamatan Peso sejak tujuh tahun silam warga nya sudah mengusulkan kepemerintah agar listrik ditempat mereka bisa menyala 24 jam, demikian juga warga kecamatan Sekatak mendambakan hal yang sama.
Bila menghitung potensi dua kecamatan tersebut cukup signipikan memberikan hasil bagi negara dan daerah. Mengingat baik kecamatan Peso maupun kecamatan Sekatak terdapat perkebunan kelapa sawit skala besar serta tambang emas yang dikelola oleh masyarakat nya.
Ditengah masih mewabahnya Covid – 19, sistem belajar para siswa sekolah dasar hingga SLTA pun otomatis berubah, dari tatap muka menjadi belajar secara online dari rumah. Tentu dengan sistem belajar demikian para siswa diwajibkan memiliki Handpone Android yang membutuhkan setrum untuk mengisi batrai nya.
Otomatis dengan listrik yang hanya menyala pada malam hari saja tentu mereka merasa kesulitan untuk mengikuti proses belajar mengajar tersebut. *
Reporter : Sahri.












