DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bulungan Minta Kenaikan Tarif Air Bersih di Tinjau Ulang

TANJUNG SELOR – Kenaikan tarif air bersih yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bulungan dinilai sangat memberatkan masyarakat, apalagi ditengah kondisi perekonomian seperti sekarang ini.

Perihal itu disampaikan oleh ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bulungan, Markus Juk, melalui pesan voice note kepada media ini, Sabtu, 5/9/2025.

“Harapan saya teman-teman yang ada di DPRD terutama yang membidangi masalah PDAM yaitu Komisi II agar bisa berpihak kepada masyarakat supaya tarif PDAM tidak dinaik kan, ” ujar Markus Juk.

Terlebih dengan kondisi ekonomi dan keadaan masyarakat saat ini, dimana penghasilan para petani dan pedagang kaki lima kita dari waktu kewaktu terus menurun, tentu sangat memberatkan mereka. ” seperti nya belum saat tarif air tersebut dinaik kan, ” katanya.

Markus Juk juga mengutif menteri Keuangan Indonesia, yang mana soal kenaikan pajak saja tidak ada, kenapa?, lantaran dengan berbagai pertimbangan.

Karenanya pula diharapkan rencana kenaikan tarif air minum kita perlu pula di tinjau ulang. Agar supaya beban masyarakat bisa berkurang disaat harga sembako yang dari hari kehari terus merangkak naik.

“Oleh sebab itu harapan saya kepada Pemkab dan DPRD bisa menjaga iklim ekonomi warga yakni dengan menunda kenaikan tarif air dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.500, ” ungkap Markus.

Dengan rencana kenaikan tersebut Markus menegaskan, DPC PDI Perjuangan menyatakan tidak mendukung kebijakan PDAM yang menaikan tarif air bersih.

“Masalah ini juga sudah saya sampai kan kepada teman-teman di DPRD khususnya dari Partai PDI Perjuangan, agar dapat ditinjau ulang, ” tutup Markus Juk. * jk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!