Seperempat Abad Kehadiran Batik Bultiya di Provinsi Kalimantan Utara

– Mulai pejabat daerah hingga tokoh nasional pernah memakai batik produksi galeri batik Bultiya Farida.

TANJUNG SELOR – Siapa yang tidak kenal motif batik Bultiya (Bulungan, Tidung dan Dayak), tidak lah berlebihan kemunculan.motif batik ini lebih kurang seperempat abad menjadi cikal bakal produksi batik di Provinsi Kalimantan Utara.

Fahri Hamzah (tengah) mengenakan batik Bultiya produksi Galeri Bultiya Farida kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

Mengenang perjalanan batik Bultiya hingga dikenal luas tak terlepas dari peranan Hj Ainun Farida sang pencetus, dengan mengambil motif ukiran khas keraton kesultanan Bulungan yang dipadukan dengan ukiran khas Tidung dan Dayak, maka jadilah motif batik Bultiya yang dikenal luas hingga sekarang.

Sri Handayani Syarwani siteri Bupati Bulungan tengah serius membatik di Galeri Batik Bultiya Farida.

Menurut Hj Sri Muliyanti SE MM, sang penerus produksi batik Bultiya kepada media ini, Rabu 29/6/2022 mengatakan, Bultiya Arti Motif: Kata “Bultiya” merupakan singkatan nama tiga suku besar di Kalimantan Utara, yakni suku Bulungan, Tidung, dan Dayak. Motif ini diciptakan oleh Ridwansyah, seorang seniman dari Kabupaten Bulungan. Ia menciptakan motif ini untuk menghargai dan membantu memperkuat hubungan serasi antar suku di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Motif batik Busek kunyit.

“Adapun yang menyematkan nama bultiya adalah bupati bulungan H.Budiman Arifin beliau ingin agar suku yang ada di Bulungan ini menjadi sebuah satu kesatuan rumpun yang aman damai menjadi satu nafas, oleh karena itu dalam motif bultiya ini mengakomodir suku ssli tersebut, ” ujarnya.

Alhamdulillah, sekarang sudah banyak tokoh nasional yang mengenal batik Bultiya, bahkan seorang Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI Periode 2015 – 2020 pernah memakai batik tersebut saat berkunjung ke Kalimantan Utara beberapa waktu yang lalu.

Motif klasik.

Demikian pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si, sempat memperkenalkan batik Bultiya tersebut.

“Yang tidak kalah dan sangat membanggakan ibu Bupati Bulungan, Nyonya Sri Nur Handayani saat berkunjung ke sanggar batik Bultiya sempat ikut membatik. “Terima kasih ibu Bupati yang sudah turut memperkenalkan batik Bultiya, ” kata Hj Yanti sapaan akrab nya.

Bagi siapa saja yang berkunjung ke Kalimantan Utara, rasanya belum cukup kalau tidak membeli suvenir batik Bultiya sebagai oleh-oleh. Bahkan disaat acara tertentu kerap menjadi cendramata.

“Belum memakai batik Bultiya, berarti belum lengkap sebagai orang Bulungan Provinsi Kalimantan Utara”. * jk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!