TANJUNG SELOR – Sejak dua minggu terakhir warga Krayan, Kabupaten Nunukan kabarnya kembali mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM,)
“Saya baru mendapat kabar bahwa warga Krayan Kabupaten Nunukan bahan bakar minyak kembali langka dipasaran, ” kata Yakob Palung SH ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Senin 6/6/2022.
Menurutnya, sesuai hasil by phone dengan salah satu APMS menyebutkan, sejak dua hari terakhir khusus angkutan BBM cuma dilayani oleh pesawat Smac yang jumlah angkutan nya terbatas.
Padahal sebelum nya khusus angkutan BBM kewilayah perbatasan Krayan menggunakan pesawat Pelita menggunakan pesawat Air Tarcktor dengan kapasitas angkut sekali terbang sebanyak 4 ton.
“Karena angkutan sekarang menggunakan pesawat kecil yange menggunakan drum sebagai sarana penampungan minyak.
Masih kata Yakob Palung, karena baru sekali angkutan BBM menggunakan jenis pesawat berbadan kecil. Maka minyak tersebut belum didistribusikan lantaran menunggu tambahan samapai jumlah kuota terpenuhi.
“Kalau sudah tercukupi baru APMS nya berani membuka antrean untuk pembelian, ” tegasnya.
Yang lebih parah, tambahnya, pada saat antrean dilakukan tidak hanya semata untuk kebutuhan rumah tangga. Melainkan ada juga oknum penampung yang ikutan disana.
Harapan kita lanjut Yakob Palung lagi, pihak Pelita Air segera membenahi pesawatnya. Agar BBM jatah Krayan terangkut dengan baik dan tak lagi diangkut oleh pesawat kecil.
“Kalau tak segera diperbaiki maka warga Krayan tetap mengalami kesulitan BBM, yang saat ini sudah mencapai Rp 30.000/liter, ” kata Yakob Palung. *
Editor : Sahri.










