Deddy Sitorus Dinyatakan Jadi Kerabat Kesultanan Bulungan

Datu H Yasir Arafat : Kerabat Kesultanan menyatakan siap menjaga marwah dan nama baik 

TANJUNG SELOR – Pemberian gelar kebangsawanan Kesultanan Bulungan, kepada Ir Deddy Yevri Hanteru Sitorus MA, beberapa waktu lalu, ditegaskan bahwa secara langsung yang bersangkutan sudah menjadi kerabat serta wajib dijaga marwah dan nama baik nya.

 

Hal itu disampaikan langsung oleh H Datu Yasir Arafat, diacara silaturahmi Ir Deddy Yevri Hanteru Sitorus MA (Bang Deddy, red) dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama se Kalimantan Utara, di Tanjung Palas, Minggu, 28/11/2021.

Menurut Datu Yasir Arafat, kenapa diberi gelar pangeran Wira Duta Lakswan, karena yang bersangkutan masih muda.

Di tambahkan bahwa gelar Wira dilingkungan Kesultanan diberikan bukan sembarangan, karena raja-raja tempo dulu juga bergelar Wira, seperti Wira Kelana, Wira Amir dan Wira Kelana, pada masa itu wilayah taklukan Kesultanan Bulungan hingga ke Tawao Sabah Malaysia dan Sulu di Fhilipina.

“Biasanya kalau memberikan gelar hanya Aji saja, namun kepada bapak Deddy Sitorus langsung bergelar Pangeran Wira karena kegesitan beliau, ” puji H Datu Yasir Arafat.

Selama ini lanjutnya, hanya dua tokoh yang mewakili Kaltara, sangat memperhatikan kemajuan pembangunan wilayah yang diwakilinya.

“Setau saya hanya dua orang tokoh dipusat yang gesit untuk membangun Kalimantan Utara, yaitu yang pertama bapak Lentjang dan yang saat ini bapak Deddy Sitorus keduanya juga dari Partai PDI Perjuangan, ” ungkap Datu Yasir Arafat.

Dibagian lain ia juga menegaskan, apabila Deddy Sitorus sudah menjadi kerabat Kesultanan Bulungan, maka dengan sendirinya siapapun yang akan menghalangi dan lain sebagainya maka akan berhadapan dengan seluruh kerabat Kesultanan yang ada di Kalimantan Utara.

Mengenang kembali wilayah Kesultanan Bulungan, Datu Yasir Arafat berulang mengatakan, seluruh wilayah Kalimantan Utara sekarang merupakan bagian, hingga ke Malaysia dan negeri Sulu di Fhilipina.

“Karena pada saat perundingan antara Belanda dan Inggris, Belanda mengalah akibatnya kala itu Malaysia (Tawao) jatuh ketangan Inggris.

“Menyoal dimana tapal batas antar negara, kakek saya Datu Mansyur ada membuat tugu sebagai tanda dibatas negara itu, Insha Allah tanda itu kemungkinan sekarang masih ada, ” tutup Datu Yasir Arafat. *

Reporter : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!