Cuaca Ekstrim Berpengaruh Terhadap Pembangunan Gedung SMAN Salimbatu

TANJUNG SELOR – Ternyata faktor alam sangat berpengaruh terhadap progres pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) dan urugan lahan gedung Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN) Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

 

Ditemui di lokasi kerja Ir Radiansyah, konsultan pengawas dari CV Aqsindo, Sabtu, 20/11/2021 menyebut, jangan kan seharian, kalau pas turun hujan satu jam saja, maka para pekerja harus stop menunggu medan kering baru bisa melanjutkan pekerjaan nya.

“Struktur tanah yang liat dan lempung bila disiram hujan akan seperti bubur, disinilah kesulitan untuk memasuk kan material kelokasi kerja, ” kata Radiansyah.

Kalaupun dipaksa untuk menggunakan atau meminjam alat berat, tentu ada tambahan biaya yang dikeluarkan.

Belum lagi persoalan pembangunan RKB yang bersamaan dengan penimbunan atau urugan lahan, tentu juga menimbulkan kesulitan tersendiri.

Karena diketahui pada pengerjaan konstruksi gedung SMAN 1 Salimbatu ini terdiri dari, pematangan lahan, pembangunan gedung 3 ruang kelas dan ditambah dua ruang kelas lagi.

“Kita juga sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada pelaksana kerja agar tahapan dilapangan terus mengalami kemajuan, hanya saja faktor cuaca memang sangat berpengaruh sekali, ” tegas Radiansyah.

Harapan kedepan lanjutnya, cuaca yang akhir-akhir ini kerap turun hujan bisa berubah baik. Agar kemajuan pekerjaan dilapangan bisa berlanjut sesuai harapan. *

Reporter : Sahriansyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!