JAKARTA – Wacana berkembang ditengah masyarakat yang menginginkan jembatan penyeberangan Kayan 2 (dua), segera dibangun oleh Pemerintah didesa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, sudah sampai ketelinga Ir Deddy Yevri Hanteru Sitorus MA (Deddy Sitorus), anggota DPR RI daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

“Ya saya tau, terkait keinginan masyarakat agar jembatan Kayan 2 bisa segera terbangun di Desa Antutan, kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, ” kata Deddy Sitorus, menjawab konfirmasi media ini melalui pesan WhatsAPP, Selasa, 9/11/2021.
Ternyata aspirasi masyarakat ini juga sudah pernah disampaikan pada saat rapat dengen kementerian terkait. Tetapi saat itu diputuskan untuk prioritas pembangunan jembatan yang menuju ke Krayan, kabupaten Nunukan.
Menyoal kebutuhan akan jembatan Kayan 2 tersebut, yang akan memperpendek jarak tempuh warga ditiga kecamatan di pehuluan kabupaten Bulungan ?, Dedy Sitorus menegaskan, bahwa perihal demikian bisa disampaikan dalam bentuk desain yang akan jadi pertimbangan. “Mungkin atau tidak untuk dibangun nanti kita lihat, ” ujarnya.
Di hubungi terpisah, Kepala Desa Antutan, Aminuddin, melalui telpon selularnya mengatakan, untuk rencana pembangunan Jembatan penyeberangan Kayan 2 (dua) didesanya jauh sebelum nya sudah masuk dalam tahap rencana. “Sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kecamatan Tanjung Palas, ” kata Aminuddin.
Tinggal lanjutnya, kapan disetujui pembangunan nya oleh Pemerintah Pusat, untuk penganggaran nya, maka jembatan idaman masyarakat ini akan segera terwujud.
Di ketahui tambahnya, akses jembatan itu nanti sangat-sangat vital bagi masyarakat. Disamping memperpendek jarak tempuh warga kecamatan Peso, Peso Hilir dan Kecamatan Tanjung Palas Barat menuju ibukota Provinsi Kaltara dan Kabupaten Bulungan atau sebaliknya, juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Otomatis nantinya jalan-jalan yang menghubungkan ke Jembatan Kayan 2 akan tumbuh perumahan. Artinya kota-kota baru atau pemukiman akan tumbuh terbangun dengan sendiri nya.
“Para petani yang bercocok tanam diseberang sungai juga akan mudah mengangkut hasil panen nya untuk dijual kesejumlah pasar yang ada di Tanjung Selor maupun Tanjung Palas, ” tutup Aminuddin. *
Reporter : Sahri.












