Connect with us

Berita Sorot Peristiwa

Besok, Atlet Panjat Tebing Kaltara Turun Bertanding di PON XX Papua

Published

on

Atlet Panjat Tebing Kaltara, Sabri (kanan), Kamarudin, Manager tim (too kuning (kiri) dan Rudiyanto sang pelatih (tengah).

– Manager tim mohon doa restu dari seluruh lapisan masyarakat.

PAPUA – Besok, Selasa, 28/9/2021, Sabri, atlet panjat tebing Kalimantan Utara, akan turun berlaga di PON XX, di Papua, atau tepat nya di Mimika.

Sabri sang peraih medali Perak di Kelas Speed ini, akan turun berlaga besok  dikelas  Speed we dan combained sebagaimana yang disampaikan, Kamaruddin, manager panjat tebing Kaltara, beberapa saat lalu.

Sumber, media ini dari Papua menyebutkan, Sabri, merupakan salah satu andalan Kaltara untuk meraih medali emas. Dimana pada pra PON di Sulawesi Selatan tahun 2019, Sabri, menyabet medali perak, bukan mustahil seiring dengan latihan yang kontinyu ia bisa memperbaiki peringkat di PON Papua ini.

Dibawah asuhan pelatih, Rudiyanto, dan managernya, Kamaruddin, atlet andalan panjat tebing Kaltara ini beberapa waktu lalu telah melaksanakan TC di Jawa Tengah, bahkan dari sana mereka langsung bertolak menuju Papua.

“Kita optimis karena kekuatan tim lain dari hasil kualifikasi sudah bisa terbaca, ” imbuhnya.

Karenanya mereka mohon doa restu dari seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Utara, untuk bisa mempersembah kan prestasi terbaik di PON XX Papua. *

Reporter : Sahri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sorot Peristiwa

Dr H Irianto Lambrie Pelopor Pembangunan Kalimantan Utara

Published

on

Dr H Irianto Lambrie.

– Babat Alas itu kini sudah bisa berlari kencang, dengan moto “Sekarang Masih di Belakang Kelak Yang Terdepan” ditangan nya kala itu Kaltara terus membangun.

Mengenang awal perjalanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) , setelah disyahkan lewat undang-undang nomor 20 Tahun tahun 2012, sebagai provinsi ke 34 di Indonesia, maka sejak itu resmilah Kaltara berpisah dari induknya Provinsi Kalimantan Timur.

Selanjutnya pada tanggal 22 April 2013, Pj Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama bersama 37 Pj Bupati dan Walikota sebagai daerah otonomi baru pun dilantik bersamaan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Untuk menyambut moment bahagia itu, Seminggu sebelum pelantikan Pj Gubernur saya sudah ada di Jakarta, kami menginap di perwakilan Kaltim dijalan Keramat II.

Beruntung sebagai jurnalis, saya juga berkesempatan meliput acara tersebut digedung Kementerian Dalam  Negeri, singkat cerita seusai pelantikan acara dilanjutkan makan bersama Pj Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie disalah satu rumah makan yang cukup terkenal di Ibukota negara.

Banyak para tokoh Kaltara yang hadir, diantaranya H Anang Dachlan Djauhari SE mantan Bupati Bulungan, beserta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda.

Keesokan harinya saya berinisiatif kembali terbang ke Tarakan lalu melanjutkan perjalanan ke Tanjung Selor, kenapa? karena saya ingin momen pertama kedatangan Pj Gubernur Dr H Irianto Lambrie ke Tanjung Selor harus diliput media, dan kemungkinan satu-satunya hanya saya yang mengikuti beliau sambal mempoto kegiatan yang dilakukan pada hari pertama Pj Gubernur Kaltara menginjakan kaki di Tanjung Selor.

Mengawali tugasnya, Irianto Lambrie hanya ditemani beberapa staf dari Pemprov Kalimantan Timur, tak banyak kegiatan yang dilaksanakan pada hari pertama. Didampingi Bupati Bulungan Drs  Budiman Arifin M Si, Pj Gubernur Irianto Lambrie meninjau Rumah       Dinas yang akan ditempati di Jalan Enggang Tanjung Selor, melihat kantor yang akan digunakan dalam melaksanakan tugas yaitu bekas kantor Bupati Bulungan sekarang sudah dipugar berganti dengan bangunan kantor Gubernur Kaltara yang baru.

Belum ada staf, meubeler yang digunakan juga merupakan kursi meja dari Setkab Bulungan. Bangunan pun masih kusam, maklum sejak kantor Bupati Bulungan pindah ke Jalan Jelarai, kantor lama tersebut kurang terawat.

Perlahan tapi pasti beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kabupaten kota di Kaltara dan Kalimantan Timur pindah menjadi staf Sekretariat Kantor Gubernur Kaltara. Salah satunya Drs Badrun sebagai Sekretaris Daerah pertama dan Dr Suheriyatna sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Drs H Zainuddin HZ almarhum ketiga ASN ini lah yang terus berkerja keras mendampingi Pj Gubernur Kaltara DR H Irianto Lambrie menata dan membangun diawal berdirinya Provinsi Kalimantan Utara.

Masih segar dalam ingatan, untuk merawat dan memperindah kantor sebagai tempat berkerja, seluruh ASN dengan sukarela menyiapkan cat dan mengecat sendiri ruang kerjanya. Maklum saat itu belum ada anggaran untuk biaya rehab dan perawatan, untuk gaji ASN saja masih berasal dari instansi asal masing-masing tapi semangat mereka tak kendor untuk membangun.

Seiring berjalan nya waktu, Organisasi Perangkat  Daerah (OPD) yang terdiri dari Biro, Dinas dan Badan pun terbentuk. Apakah sudah ada Gedung Perkantoran?, tentu saja belum, beberapa perumahan penduduk pun disewa yang penting pada prinsipnya roda pemerintahan tetap berjalan.

Kaltara pun terus bergerak dinamis, pertama langkah pembangunan yang diambil oleh Pj Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie membangun Gedung kantor, selanjutnya kantor Gabungan Dinas dan Kantor Dinas PU Perkim. Selang beberapa waktu ketiga Gedung tersebut rampung, beberapa Dinas, Biro dan Badan mulai menempati gedung baru, tak lagi menyewa rumah masyarakat, dengan demikian anggaran sewa yang selama ini dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan.

Perlahan satu demi satu karya Irianto Lambrie sebagai Pj Gubernur Kalimantan Utara mulai terlihat. Rencana Tata Umum Ruang Wilayah (RUTRW) sebagai pijakan pembangunan pun disiapkan, dengan menyandang moto “Sekarang Masih Dibelakang Kelak Yang Terdepan” , itu dibuktikan nya dengan hadirnya pembangunan infrastruktur kemasyarakan baik di Tanjung Selor sebagai ibukota Provinsi maupun di kabupaten kota di Kalimantan Utara.

Tidak hanya itu, percepatan sumberdaya manusia (SDM) tak luput dari perhatian, menjalin kerjasama dengan sekolah kedinasan juga digalakan dieranya. Dimana puluhan putera-puteri Kaltara sukses menjadi Taruna Institut Pemerintatan Dalam Negeri (IPDN) dan Taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Untuk membangun Provinsi Kalimantan Utara sangat tidak mudah, anggaran sangat terbatas. Namun bukan hambatan bagi seorang Irianto Lambrie, sejak menjabat  sebagai Pj Gubernur hingga menjadi Gubernur depenitif waktunya banyak dihabiskan di Jakarta, bukan untuk bersenang-senang tapi bagaimana meloby pihak pusat melalui kementerian-kementerian agar mau mengucurkan anggaran ke Kalimantan Utara.

Strategi ini sangat epektif, walau APBD kecil namun berkat loby pihak pusat terus mengucurkan anggaran nya ke Kalimantan Utara. Seiring dengan itu pembangunan demi pembangunan pun mulai terlihat.

Selama 8 tahun memimpin Provinsi Kalimantan Utara, Irianto Lambrie focus terhadap pembangunan, mulai dari jalan, jembatan, gedung perkantoran hingga pasilitas public, lainya.

Dalam membangun tak hanya mengandalkan APBD yang kecil, banyak infrastruktur yang dibangun dengan anggaran pusat melalui APBN.

Selain infrastruktur dasar, melalui gagasanya juga meletakan pondasi beberapa mega proyek yang telah menjadi prioritas nasional diantaranya Kawasan Pelabuhan Kawasan Industri (KIPI) tanah Kuning dan Kota Baru Mandiri (KBM) di Tanjung Selor kabupaten Bulungan, serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan dan Mentarang.

Di akhir masa jabatannya, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas. Untuk jalan dan jembatan misalnya. Melalui bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kaltara mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp125 milar.

Kegiatan pembangunan jalan yang akan direalisasikan, diwilatah perbatasan Krayan di antaranya ruas jalan (Long Bawan-Lembudud) kemudian jalan-jalan di Bulungan, Tarakan dan kabupaten lainnya.Sebelumnya, melalui anggaran 2020, total ada 19 proyek jalan yang dikerjakan oleh Bina Marga DPUPR-Perkim Kaltara. Di mana, 4 di antaranya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara sisanya,15 paket bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara.

Diawali dari O H Irianto Lambrie mengawali roda pemerintahan Pemprov Kaltara yang berangkat dari kondisi tersulit.

Berikut daftar pembangunan inftastruktur diera Gubernur Dr H Irianto Lambrie di Provinsi Kalimantan Utara.

  1. Dua Unit Bangunan Kantor Sekretariat Provinsi Kalimantan Utara.
  2. Gedung Kantor Gabungan Dinas (Gadis)
  3. Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Perkim.
  4. Gedung Kantor Dinas Kesehatan.
  5. Gedung Kantor Perpustakaan.
  6. Balai Gudang Obat.
  7. Kantor Inspektorat.
  8. Kantor BIN di Tarakan.
  9. Guest Hous di Tarakan.
  10. Hanggar Speedboat Kaltara 1,2 dan 3.
  11. Perluasan Pelabuhan SDF Tarakan.
  12. Pelabuhan Fery Bunyu.
  13. RS Pratama Sebuku.
  14. RS Pratama Krayan.
  15. Hadirnya Korem dan Polda Kaltara.
  16. Meminimalisir Blank Spot Area di Kaltara.
  17. Menjalin kerja sama dengan beberapa Sekolah Kedinasan.
  18. Pembangunan jalan lingkar Tarakan, Nunukan dan Bunyu.
  19. Pelebaran jalan Kolonel Soetadji Tanjung Selor.
  20. Pelebaran jalan Durian Tanjung Selor.
  21. Pengadaan Speed Operasional Kaltara 1,2 dan 3.
  22. Pembangunan jalan tembus dari RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo menuju jalan Jelarai.
  23. Pembangunan jalan manunggal dengan konsruksi Rigid beton bertulang.
  24. Pembangunan Taman Tepian Kayan (Samping Pelabuhan Speed boat Sabanar.
  25. Perluasan Bandara Tanjung Harapan di Kabupaten Bulungan.
  26. Gedung SMAN 1 Tanjung Selor.
  27. Memghadir kan PLBN.

Oleh : Sahriansyah dari berbagai sumber.

Continue Reading

Bulungan

Mengenang Tragedi Hilangnya 63 Orang Kerabat Kesultanan Bulungan Tahun 1964

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa M Pd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan.

– Pemerintah di minta membangun Monumen yang mencantumkan nama-nama ke 63 orang kerabat itu, guna mengenang jasa-jasa mereka terhadap daerah, bangsa dan negara.

TANJUNG SELOR – Wacana membangun sebuah monument yang mencantumkan nama-nama 63 orang kerabat kesultanan Bulungan yang hilang atau sengaja dihilangkan oleh oknum tentara yang berapiliasi kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1954 silam mulai disuarakan.  

Dimana sampai saat ini 63 orang kerabat itu belum diketahui keberadaannya, apakah mereka masih ada atau kalau sudah tiada dimana makam nya juga belum  bisa ditemukan.

Sesuai cerita dari para tetua, bahwa ke 63 orang kerabat Kesultanan itu dijemput oleh oknum-oknum tentara yang berapiliasi kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1964 silam, yang kala itu dibawah komando  Panglima Brigjend Soeharyo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Harjo Ketjik.

Wacana membangun monument untuk mengenang jasa-jasa mereka (Kerabat Kesultanan Bulungan, red) agar bisa dikenang kini  mulai disuarakan. Dengan tujuan agar jasa-jasa mereka bisa dikenang oleh generasi sekarang maupun yang akan datang, bahwa nenek moyangnya rela gugur demi mempertahankan tekad untuk tetap berdaulat dengan pemerintah Republik Indonesia yang sah, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Sultan Bulungan yang mulia almarhum Maulana Muhammad DJalaludin, mengibarkan bendera sangsaka merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sekaligus menggelar upacara dihalaman istana pada tanggal 17 Agustus 1949.

Menanggapi wacana membangun monument yang mencantumkan nama-nama 63 orang kerabat Kesultanan itu, Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Drs Datu Buyung Perkasa, M Pd, sepakat dan mendukung penuh wacana tersebut “Dengan hilang nya atau dihilangkan 63 orang kerabat itu, sewajarnya pemerintah membangunkan monument untuk mereka, “ kata Datu.

Yang lebih menyakitkan ujar Datu Buyung, hilangnya atau dihilangkan nya 63 orang kerabat Kesultanan Bulungan tersebut, disertai dengan tuduhan yang sampai sekarang tidak bisa dibuktikan kebenaran nya.

“Tuduhan dengan sebutan Subversif namun itu hanya rekayasa atau tuduhan mereka saja (oknum) saja, karena fakta-fakta ataupun bukti sampai saat ini tidak jelas, “kata Datu Buyung Perkasa.

Karenanya, untuk mengenang kembali sudah sewajarnya monument yang mencantumkan nama 63 orang kerabat Kesultanan Bulungan tersebut dibangun. Dimana mereka ini semasa hidupnya sudah menyatakan diri berdaulat dengan pemerintah Republik Indonesia yang sah pada tahun 1949 silam.

Artinya bagaimana pemerintah sekarang harus bisa menghargai setiap perjuangan untuk menegak kan Pancasila dinegeri ini, “ jelas 63 orang kerabat ini hilang atau dihilangkan oleh oknum tentara yang berapiliasi kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) dibawah komanda Brigjend Suharyo atau Haryo Ketjik, mereka juga bisa disebut sebagai perisai bangsa, wajar apabila dibangunkan sebuah monument untuk mengenangnya, diwariskan kepada anak cucu mereka dimasa-masa yang akan  datang, “ tegas Datu Buyung lagi.

Selain mereka pernah berjasa membangun daerah ini, tekad tetap mendukung pemerintah yang sah juga harus mendapat penghargaan dari negara atau pemerintah daerah sekarang ini, baik oleh Pemkab Bulungan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“Ingat itu, tanpa adanya kesultanan Bulungan, sampai sekarangf tidak akan pernah ada Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Kota di Kaltara, termasuk berdirinya Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 di Indonesia. Jadi wajar apabila pemerintah membangun sebuah monument sekaligus membangun duplikat keraton sebagai ganti Istana kesultanan Bulungan yang musnah dibakar oleh oknum-oknum tentara yang berapiliasi kepada PKI pada peristiwa tahun 1964 silam, “ ujar Datu Buyung Perkasa.

Ia juga menilai, silih berganti pemimpin daerah, keinginan untuk membangun duplikat istana hanya sebatas pemanis bibir saat berpidato saja. Nyatanya tetap saja sampai diakhir masa jabatan pemimpin yang silih berganti tersebut duplikat bangunan istana dimaksud tidak pernah terwujud.

Fakta lain nya kata Datu Buyung Perkasa, sudah sekian puluh tahun Kabupaten Bulungan, sembilan tahun Provinsi Kalimantan Utara, bangunan museum yang disebut sudah ada masterplannya belum juga kunjung terbangun, padahal keberadaan museum ini bisa menjadi wahana belajar kepada generasi muda untuk mengingat bahwa Kesultanan Bulungan  pernah ada dan berjuang untuk membangun daerah ini. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Gubernur Menyapa Mahasiswa Kaltara Yang Kuliah di Bandung

Published

on

Poto bersama Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum dengan Mahasiswa Poltek Piksi Ganesha Bandung, asal Kalimantan Utara.

BANDUNG – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum, Selasa, 23/11/2021, kemarin, berkesempatan meluangkan waktunya, bertemu dengan mahasiswa asal Kaltara yang kuliah di Bandung Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum, bersama Mahasiswa Poltek Piksi Ganesha asal Kalimantan Utara, Anang Rifaldy Ari.

 

Sebanyak 79 orang Mahasiswa tersebut, terdiri dari Mahasiswa Poltek TEDC dan Poltek Piksi Ganesha dan beberapa perguruan tinggi lain nya disapa oleh Gubernur.

Kegiatan dilaksanakan di Kampus Utama, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur berpesan kepada seluruh Mahasiswa, agar belajar dengan giat, serta menjaga nama baik Provinsi Kalimantan Utara.

Hari ini Selasa 23 November 2021, ada dua MoU yang ditandatangani oleh, Tria Suprajeni atas nama Direktur ENM Group.

Salah satunya MoU antara ENM Group dengan Poltek Piksi Ganesha Bandung, terkait perihal Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus fokus pada peningkatan SDM di Kabupaten Bulungan, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Asal Kabupaten Bulungan Kaltara sebanyak 26 Mahasiswa, yang diterima di Piksi Ganesha pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas kesehatan dan Fakultas IT dan Komputer.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Teguh Henri S M Pd. sekaligus memberikan pesan agar Mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh membawa nama baik Kabupaten Bulungan dan kedepan setelah lulus bisa membangun Kaltara yang lebih baik.

MoU kedua antara ENM Group dengan UNPAD, yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Jl. Dipatiukur. MoU ditandatangi langsung oleh Rektor UNPAD
Prof Dr Rina Indiastuti, SE M SIE. dan Direktur ENM, Ir Tria Suprajeni MM.

Dalam kesempatan yg sama ditandatangani pula MoU antara Pemprov kaltara yang langsung dihadiri oleh Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum.

Di kesempatan itu, Gubernur berharap kedepan Mahasiswa asal kaltara dapat alokasi khusus untuk dapat menempuh pendidikan di UNPAD.

Dalam Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor dan Dekan dilingkungan Universitas Padjadjaran serta OPD terkait dilingkungan Pemprov kaltara.

Setelah Acara penandatanganan MoU di UNPAD Gubernur Kaltara dan Direktur ENM Group berkesempatan menyapa 79 Mahasiswa asal Kabupaten Bulungan yg kuliah di bbrp Perguruan Tinggi di Jawa Barat an Poltek TEDC Bandung dan Poltek PIKSI Ganesha Bandung.

Dalam kesempatan ini Gubernur berpesan agar Mahasiswa asal kaltara belajar dengan giat, menjaga nama baik Provinsi Kaltara. *

Sumber : Press Realeas.
Editor.   : Sahri.

Continue Reading

Trending