Connect with us

Berita Sorot Peristiwa

Media Siber Daerah Rame-Rame Tolak “Berkah Presiden Jokowi” KPCPEN Kominfo.

Published

on

Pengurus SMSI Daerah di Indonesia

JAKARTA – Dugaan ketidak-adilan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam penyaluran bantuan melalui program Diseminasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), mengundang reaksi keras dari para pengusaha media siber di berbagai daerah.

Para pengusaha media siber yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menolak penyaluran KPCPEN yang disebut “berkah Presiden Jokowi”, karena mereka nilai pelaksanaannya tidak adil, diskriminatif, dan merendahkan martabat media siber.

Direktur Radar Mandalika dan Radarmandalika.id HM Syukur dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/7/2021) mengatakan, Kementerian Kominfo, sebagai etalase komunikasi Republik Indonesia, semestinya sangat tahu, peran media.

“Kami yakin, bahwa kebijakan presiden terhadap kerjasama dengan media di program  KPCPEN tidak akan mungkin diskriminatif, sehingga ada kesenjangan seperti bumi dan langit. Jika sampai media rame-rame nenolak berkah presiden yang disodorkan Kementerian Kominfo, berarti ada yang salah dalam menjaga kepercayaan publik kepada pemerintahan Bapak Jokowi,” ujar Syukur.

Penanggung Jawab Papuatimes, Hans juga mengecam cara-cara diskriminasi yang dipraktikkan dalam pelaksanaan program KCPPEN.

“Kami sudah terbiasa dengan diskriminasi oleh pemerintah pusat, tetapi kami di Papua tidak pernah bayangkan, hal ini terjadi terhadap media. Kementerian Kominfo seharusnya membangun citra positif negeri ini,” ujar Hans.

Hans menolak kerjasama KPCPEN dari Kementerian Kominfo karena ini bukan membangun ekonomi nasional, tetapi terkesan pelecehan terhadap media.

“Kami tidak yakin program Bapak Jokowi diskriminatif dan seburuk seperti ini. Jika program Bapak Jokowi kepada media seperti ini, kami dari Papua lebih baik menolak dan tidak menerima program ini,” tandas Hans.

Ketua SMSI Sulawesi Selatan, Rasid sebelumnya mengatakan kegiatan Diseminasi KPCPEN merupakan kebijakan yang meminta semua kementerian agar mengalihkan anggaran belanja iklan mereka, terutama iklan layanan masyarakat, kepada media-media lokal.

“Hanya saja, pelaksanaan di lapangan serasa mencederai rasa keadilan dan bahkan terkesan menindas media-media daerah anggota kami. Nilai kontrak yang diberikan mulai 6 juta, 5 juta, 4 juta bahkan ada yang 3 juta rupiah/kontrak,” kata Rasid.

Rasid menyebutkan dengan frekuaensi konten 12-25 kali pemuatan/kontrak, didapat nilai sebesar lebih kurang Rp100 ribu/konten. Padahal dengan alokasi anggaran yang luar biasa besar, seharusnya media-media daerah bisa memperoleh kompensasi antara Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta/artikel konten.

“Ibarat langit dan bumi jika kita bandingkan dengan nilai yang diperoleh media-media lain di Jakarta. Bahkan harga sekantong Bansos (bantuan sosial) untuk fakir miskin pun bernilai lebih besar dari yang diperoleh media-media daerah anggota kami,” sebutnya.

Senada dengan pimpinan perusahaan media siber lainnya, Direktur Saibumi.com Donny Irawan salah satu media di Lampung menolak berkah Jokowi ini dan mempertanyakan penanganan KPCPEN di Kementerian Kominfo ini.

“Saya enggak ngerti, Kementerian Kominfo merupakan etalase komunikasi Republik Indonesia. Jika pola komunikasi yang dibangun Kementerian Kominfo seperti ini, sepertinya ada yang enggak beres” ujar Donny.

“Apa benar kebijakan presiden dalam pelaksanaan KPCPEN dengan media ada diskriminasi bagai bumi dan langit” ungkap Donny.

Menurut dia, Kemkominfo sebagai ujung tombak dari pemerintah saat ini, tidak boleh seenaknya melepas anggaran ke Agency dengan sangat liberal.

Ketua  SMSI Jawa Barat Andy menyayangkan terhadap kebijakan Kementerian Kominfo tersebut.  “Ini keterlaluan. Saya sayangkan hal ini terjadi, semestinya bijaksanalah. Muncul pertanyaan kami di daerah, jika masyarakat persnya saja dibuat begini, bagaimana masyarakat yang buta huruf dan buta informasi?” Kata Andy.

Pertanyaan lainnya, tambah Andy, muncul masalah seperti di Kominfo ini karena konsep presiden yang tidak komprehensif atau pelaksana KPCPEN oleh Menteri Kominfo yang tidak cakap atau memang orang-orang di kominfo yang bermasalah?

“Bayangkan. Anggaran 1,6 miliar yang sudah sangat kecil diperuntukkan bagi enam puluh anggota SMSI di daerah dan dibagi dengan nilai tiga juta rupiah sampai dengan Rp 12 juta per media. Dan,  tiga juta rupiah itu untuk 20 kali tayang artikel dan 5 kali naik banner. Sisanya kemana? Ini Agencynya yang salah hitung, atau cash backnya yang terlalu besar?” tandas Andy.

Gugus Suryaman pengusaha pers siber dari Sultra juga menyampaikan kekecewaannya. “Kami diwajibkan menyerahkan Analytics tools (google analytics) dan CMS. Emangnya kominfo tidak ngerti, bahwa CMS itu jantung media kami. Alih-alih membantu media di masa pandemi, ini justru terkesan ‘menyandra’ media kami,” ujar Gugus.

Penjab Waspada Aceh Aldin berpendapat, Diseminasi KPCPEN di Kemkominfo patut diapresiasi sebagai wujud pelaksanaan pemberian insentif untuk media di tengah ancaman penutupan perusahaan pers dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri media akibat pandemi.

“Hanya saja, pelaksanaan di lapangan serasa mencederai rasa keadilan dan bahkan terkesan menindas media-media daerah,. Ini jelas merusak citra Bapak Jokowi” ujar Ketua SMSI Aceh ini.

Mestinya Punya Strategi dan Terukur

Pengamat Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi, Medrial Alamsyah menilai Indonesia bisa mengalami krisis kemanusiaan, jika pemerintah dalam hal KPCPEN serius mengatasi dua krisis yang sedang berlangsung, yaitu krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

“Adanya protes media daerah dalam kegiatan diseminasi bukan saja menunjukkan tidak ada sense of crisis di tingkat pelaksana tim KPCPEN, tetapi juga lebih dari itu, terindikasi masih adanya  pelaksana yang melakukan kejahatan rutin birokrasi seperti korupsi dan manipulasi,” ujar Medrial Alamsyah.

Selanjutnya Medrial juga mengatakan seharusnya tim KPCPEN mengerjakan semua aspek dan detail dari pekerjaan dengan serius, punya strategi yang jelas dan terukur.

Menanggapi reaksi para pengusaha pers siber dari berbagai daerah mengenai pelaksanaan KPCPEN di Kementerian Kominfo, Sekretaris Jenderal SMSI Pusat M Nasir mengatakan, pihak Kementerian Kominfo sebaiknya menelusuri di mana letak ketidak-adilan itu terjadi.

“Saya kira semua ini bisa ditelusuri oleh Kemkominfo, sehingga bisa diluruskan kembali.  Semua harus jujur dalam mengemban amanah, dan tidak diskriminatif,” kata Nasir.

Menurut Nasir, surat resmi sudah dikirim ke Kementerian Kominfo mengenai masalah ini, namun hingga saat ini belum ada penjelasan dari Kementerian Kominfo.

“Hingga kini surat yang dilayangkan SMSI belum ada penjelasan dari Kementerian Kominfo. Untuk menelusuri permasalah yang disampaikan SMSI, Ketua Umum SMSI Firdaus sudah minta konfirmasi kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, namun   hingga kini belum ada jawaban” tutur Nasir. (***)

Editor : Sahri Anggota SMSI Provinsi Kalimantan Utara.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sorot Peristiwa

Porwanas Ke-14 Masuk Agenda Resmi Hari Jadi Pemprov Kalsel

Published

on

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie (kanan) bersama Achmad Sahab sekretaris PWI Kaltim.

BANJARMASIN – Kegiatan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV 2024 menjadi agenda resmi Rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-74 Provinsi Kalsel dari 23 kegiatan lainnya yang dilaunching Pemprov Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (17/7) malam.

Porwanas di Kalsel sendiri akan dihelat pada 19-26 Agustus mendatang. Segala persiapan menyambut kedatamgan wartawan seluruh Indonesia pun sudah sejak lama disiapkan Kalsel. “Kami sudah siap menerima tamu dari wartawam seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie.

Selain Porwanas ke-14, seabrek kegiatan, bakal meramaikan peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024. Totalnya ada 24 kegiatan.

Beberapa kegiatan bakal menarik perhatian publik, seperti Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, Jazz Sungai, Gowes Park Meratus, Atraksi Pesawat Terbang. Selain itu ada pula Geopark Meratus Great Culture Carnival. Yang paling ditunggu-tunggu adalah konser raja dangdut Rhoma Irama dan grup band Padi Reborn.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, momentum hari jadi sebagai pintu masuk wisatawan domestik, bahkan mancanegara.

Khususnya kawasan Geopark Meratus yang saat ini berproses untuk masuk dalam daftar UNESCO. Even skala internasional juga tak luput meramaikan hari jadi. Yakni Uncle Hard Enduro yang diikuti rider dari berbagai negara. “Banyak kegiatan skala internasional akan meramaikan hari jadi Kalsel kali ini. Yang tentu saja sebagai momentum kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara,” ujar Roy usai peluncuran Hari Jadi ke-74 Kalsel, di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (17/7) malam.

Dia berharap, momentum hari jadi juga dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Kalsel. “Tentu ini bukan sekadar seremoni, kita berharap dampaknya bisa sangat luas dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Mengusung tema “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam”. “Segala sesuatu harus diawali dengan niat, sehingga tujuan atas adanya Kalsel Babussalam yang memiliki arti gerbang keselamatan itu bisa terwujud,” jelas Ketua Pelaksana Hari Jadi ke-74 Kalsel, Heriansyah.

Sementara, logo pada Hari Jadi ke-74 Kalsel yang menyisipkan gambar kepala naga. Maknanya sebagai kekuatan.(*/mn/jk)

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Nyoman Nuarta di Uniba

Published

on

Rektor Uniba Isradi Zainal menyerahkan bukunya kepada Presiden Jokowi.

Catatan Rizal Effendi

SAYA beruntung bisa bertemu dengan pematung dan seniman besar Dr (Hc) I Nyoman Nuarta. Baru pertama kali. Dia datang ke kampus “orange” Universitas Balikpapan (Uniba) di Jalan Pupuk Raya Balikpapan, Jumat (12/7) lalu. Acaranya: “Bincang-bincang IKN & Bedah Buku dan Bazar Buku.”

Nyoman datang bersama Alimuddin, deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Alimuddin sebelumnya adalah kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Nyoman figur yang bersahaja. Cepat akrab. Dia tampil dengan ciri khasnya berseragam hitam dan topi bowler hitam. “Saya sudah beberapa lama di IKN menyelesaikan tugas saya merampungkan desain Istana Garuda,” katanya.

Buku yang dibedah adalah karya Rektor Uniba Dr Isradi Zainal. Judulnya: “IKN Nusantara, Dari Pakunagara untuk Indonesia dan Dunia.” Itu hasil kunjungan dan peninjauan serta pengamatannya di IKN, yang dimuat di media massa sejak IKN ditetapkan, mulai dibangun sampai kondisi saat ini.

Saya tanya mahasiswa Uniba tahu tidak dengan istilah Pakunagara? Mirip bahasa Sansekerta. Ternyata itu akronim yang dibuat Rektor Isradi. “Pa” itu adalah Penajam Paser Utara, sedang “kunagara” adalah Kutai Kartanegara. Soalnya lokasi IKN berada di wilayah kedua kabupaten tersebut.

Mahasiswa juga kaget saya tanya ruangan pertemuan, tempat bedah buku yang bernama Ballroom Aji Putri Karang Melenu. Itu nama istri pertama atau permaisuri Maharaja Kutai Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Isradi sudah menyerahkan bukunya kepada Presiden Jokowi, para menteri, pejabat Otorita IKN dan berbagai pihak. “Buku ini mewakili wewenang kesuksesan terkait pembangunan IKN, baik untuk dibaca sebagai referensi,” komentar Prof Bambang Susantono ketika masih menjabat kepala Otorita IKN.

Dalam acara bedah buku itu, dilakukan penandatanganan kerjasama Perpustakaan Uniba dengan Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Buku Isradi menjadi koleksi, sementara Ketua Dewan Pembina Yapenti DWK Rendi Ismail menerima hadiah terjemahan Alquran dalam bahasa Dayak dari Plt Litbang dan Diklat Kemenag Nani Sutiati. “Kalau bisa ada terjemahan Quran dalam Bahasa Kutai,” usul saya.

Uniba dan Isradi memang rajin mengkaji pembangunan IKN. Sebelumnya dia mengundang Rocky Gerung. Isradi dan Gerung sempat terlibat debat seru soal IKN. Yang satu membela dan mengungkap fakta di lapangan, yang satu lagi bertutur dari sisi penolakan.

Saya jadi teringat ucapan Isran Noor ketika masih menjadi gubernur Kaltim. “Hati-hati bagi yang menolak IKN, bisa tidak berumur panjang,” katanya setengah bercanda. Maklum IKN adalah harga mati bagi rakyat Kaltim.

Isran tadinya juga diharapkan tampil di acara Bincang-bincang IKN. Tapi dia masih berada di Jakarta urusan Pilgub. Jadinya batal. Padahal dia sangat serius jika bicara masalah IKN. Isran tidak bisa dipisahkan dalam sejarah penetapan lokasi IKN di Sepaku, PPU. Dia berhasil meyakinkan Presiden Jokowi bahwa Kaltim yang paling tepat dengan segala kelebihannya.

“Buku yang saya tulis ini sebagai jawaban atas isu-isu dan keraguan terkait pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Siapa saja yang mempunyai pertanyaan soal IKN bisa merujuk pada buku ini,” kata Isradi.

Menurut Rendi Ismail, bedah buku IKN karya Isradi sangat penting. Biar masyarakat mengetahui secara jelas apa yang terjadi di IKN. “Ini juga momentum sejarah yang selalu diingat,” kata Dr Firman sebagai ketua panitia pelaksana.

Alimuddin mendorong mahasiswa Uniba terlibat dalam pembangunan IKN. Bahkan dia berharap banyak anak-anak Kaltim termasuk lulusan Uniba yang berkarier di Otorita IKN atau lembaga lainnya. “Biar tidak menjadi penonton,” ucapnya.

AGAK BERUBAH

Nyoman Nuarta memuji Uniba juga punya program studi arsitektur. Meski dia seorang pematung lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), dia juga menguasai ilmu arsitektur. “Sejak tahun 1975 saya sudah mendirikan biro arsitek bukan biro patung,” katanya.

Menurut Nyoman, sebenarnya dia diminta untuk mendesain seluruh kompleks Istana Kepresidenan seluas 55 hektare. Tapi apa yang dirancangnya banyak mengalami perubahan ketika diwujudkan dalam bentuk konstruksi bangunan. “Saya lihat hanya kepala Garuda dan istananya saja yang tidak berubah. Itu karena dikontrol langsung oleh Presiden,” ucapnya.

Soal posisi kepala Garuda itu menarik juga. Ketika dia berbincang dengan Presiden Jokowi di perkemahan glamping IKN, Jokowi meminta posisi kepala Garuda tidak menengok ke kiri atau ke kanan. Atas pertimbangan itu, ia putuskan posisi kepala Garuda di Istana IKN menghadap ke depan. “Sebagai jalan tengah supaya filosofinya berkeadilan,” jelasnya.

Desain Garuda di Istana IKN menggunakan bahan baja lokal atau produksi dalam negeri seberat 3.000 ton. “Karena harus menggunakan bahan lokal, saya harus cepat-cepat menghubungi PT Krakatau Steel,” kata Nyoman. Apalagi bahannya harus anti-korosi dan tahan terhadap cuaca, yang sering berubah-ubah.

Kerepotan lain soal pemilihan pekerja. Maklum konstruksi istana kepresidenan IKN mencapai ketinggian 120 meter dari permukaan laut (DPL). “Jadi hanya boleh dilakukan oleh pekerja dengan usia maksimum 36 tahun,” jelasnya.

Menurut Nyoman, kontrak pembangunan Garuda di Istana IKN berlangsung selama 11 bulan. “harusnya selesai bulan Juni lalu, tapi ini molor sampai Juli,” jelasnya.

I Nyoman Nuarta lahir di Tabanan, Bali. Usianya sekarang 72 tahun. Tapi tetap fit dan terus berkarya. “Waktu Covid, 6 patung saya masih laku dijual ke luar negeri,” katanya.
Di antara mahakaryanya, adalah Patung Fatmawati Soekarno, Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya), Monumen Proklamasi dan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Badung, Bali.

GWK ternyata bukan milik pemerintah. Malah pada waktu pembangunannya sempat diprotes warga Bali termasuk Bupati Badung. Sekarang dikelola oleh Yayasan GWK dengan mengundang ribuan wisatawan tiap hari.

Di lokasi IKN, Nyoman tidak saja mendesain Istana Garuda, tetapi juga masjid negara dengan kapasitas 61 ribu jamaah. Desainnya juga unik. Kubahnya menyerupai sorban dan dikeliling air dan embung.
“Saya ingin masjid yang dibangun di IKN ini menjadi contoh masjid-masjid negara di dunia dan menampilkan kekhasan Indonesia, menampilkan kekhasan Ibu Kota Nusantara,” kata Jokowi pada peletakan batu pertamanya, awal April 2024 lalu.(*)

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Berpulangnya Prof Zamruddin Mantan Rektor Universitas Mulawarman

Published

on

Guru besar FEB Prof Dr H Zamruddin Hasid, SE, SU.

Catatan Rizal Effendi

SIVITAS AKADEMIKA Universitas Mulawarman (Unmul) lagi berduka. Salah seorang guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meninggal dunia. Dia adalah Prof Dr H Zamruddin Hasid, SE, SU bin H Muhammad Karim. Pernah mengemban jabatan rektor Unmul masa bakti 2010-2014.

Zamruddin meninggal dunia, Senin (8/7) pukul 20.00 Wita, ba’da Isya ketika menjalani perawatan di ruang Sakura RS A Wahab Sjahranie Samarinda. “Telah berpulang ayahanda kami Prof Zamruddin Hasid. Mohon maaf jika ada salah dari beliau,” kata pesan singkat dari anak-anaknya.

Rektor Unmul sekarang Prof Abdunnur juga merilis kabar duka yang sama. “Innalillahiwaina’ilaihirojiun. Rektor dan civitas akademika Universitas Mulawarman menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya ayahda Prof Dr H Zamruddin Hasid (Rektor Unmul periode 2010-2014). Insyaallah almarhum husnul khotimah.

Keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan. Aamiin YRA,” begitu yang disampaikan Rektor.
Abdunnur juga menyebut Almarhum semasa hidupnya sebagai pribadi yang layak diteladani. Penampilannya tenang dan ramah. Ketika menjadi rektor, dia menerapkan kepemimpinan yang sejuk dan teduh, jarang menampilkan kemarahan. Sosoknya khas, selalu tampil berkopiah.

Berkat motivasi dan dorongan Prof Zamruddin, Abdunnur berhasil memperoleh kenaikan pangkat fungsional dosen ke lektor kepala. Dengan status itu, dia memenuhi syarat dan terpilih menjadi dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) periode 2012-2016.

Prof Zamruddin kakak kelas saya. Dia memang sangat bersahaja, tekun dan pejuang kehidupan. Saya masih ingat pada tahun 80-an lalu. Sambil kuliah beliau membuka usaha jahitan di samping ruang senat mahasiswa Fakultas Ekonomi, ketika kampus pusatnya masih di Jl Flores.

Program S1 ditempuh Zamruddin di Fakultas Ekonomi Unmul tahun 1981. Lalu lanjut menyelesaikan program S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sedang program S3 dia tempuh kembali di Unmul. Dan gelar doktornya dia raih pada tahun 2011, sebelum dikukuhkan sebagai guru besar.

Pertemuan terakhir saya ketika berlangsung acara halalbihalal Idulfitri yang dilaksanakan Unmul, 16 April lalu. Saya menyapa Prof Zamruddin. Dia kaget melihat saya. “Eh, Pak Rizal jauh-jauh datang dari Balikpapan. Apa kabar? Semoga baik-baik saja,” katanya dengan tersenyum.

Saya tidak bisa datang melayat dan mengantar jenazahnya ke pemakaman. Kebetulan di Balikpapan saya juga melayat tokoh tenis wanita, Ibu Any Joko yang meninggal dunia ketika bermain tenis di Stadium Tennis Indoor.
Ketua Harian IKA FEB Unmul Apri Gunawan dan teman-teman yang datang ke rumah duka. “Kami dari Ikatan Alumni (IKA) FEB Unmul menyatakan duka cita yang mendalam, semoga Almarhum husnul khotimah,” kata Apri.

Mantan gubernur Kaltim, Dr Isran Noor, yang juga ketua umum IKA Unmul selain mengirim karangan bunga juga menyampaikan pesan duka cita. Dia lagi berada di Jakarta. “Kita kehilangan seorang profesor yang baik. Karena itu, keluarga besar IKA Unmul mendoakan beliau mendapat tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan,” kata Isran.

Pemakaman jenazah almarhum Prof Zamruddin Hasid dilakukan di pekuburan muslim, Jl A Wahab Sjahranie Samarinda, Selasa kemarin. Para pentakziah ramai berdatangan ke rumah duka, di kompleks P&K, Jl Pramuka, Gang Gemini No 118.

Meski berdarah Bugis, Prof Zamruddin dilahirkan di Kendari, Sulawesi Tenggara, 10 April 1955. Akhir usianya 69 tahun. Dia meninggalkan seorang istri, Hj Siti Umi Hanik dengan 4 anak dan 10 cucu. Keempat anaknya bernama Mardliya Pratiwi Zamruddin, Sabda Arief Zamruddin, Nur Masyitah Zamruddin dan Nur Hikmah Zamruddin.
Andi Burhanuddin, teman seangkatan saya kirim ucapan duka cita dari Makasaar.D

ia juga sahabat Almarhum. “Selamat jalan sahabatku. Semoga lapang jalan menemui penciptamu. Sedih sekali, sahabat karibku mendahului. Semoga diampuni dosa dan khilaf dan diterima semua amalannya,” kata Andi, yang juga dikenal sebagai penulis sastra dan pensiunan staf Bank Indonesia.

TRANSFORMASI EKONOMI

Prof Zamruddin memiliki jam terbang sangat tinggi sebagai pengajar. Dia juga banyak membuat tulisan ilmiah dan menjadi pembicara dalam berbagai pertemuan di daerah dan nasional berkaitan masalah ekonomi.

Dia juga sering menjadi promotor bagi mahasiswa S3. Di antaranya ketika Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh mengikuti ujian terbuka promosi doktor Ilmu Ekonomi FEB Unmul, 1 Juli 2024 lalu. Belawan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.

Ketika Prof Zamruddin Hasid menjadi rektor Unmul, saya masih memangku jabatan wakil wali Kota Balikpapan. Wali kotanya adalah Pak Imdaad Hamid, juga alumnus FEB Unmul. Baru tahun 2011 saya menjadi wali kota periode pertama.
Salah satu pandangan yang menarik dari Prof Zamruddin adalah soal struktur ekonomi Kaltim yang perlu dilakukan perubahan. Menurut dia, sudah saatnya melakukan transformasi menuju ekonomi pascamigas dan batu bara ke sektor lain di antaranya pariwisata guna meraih struktur ekonomi yang berkelanjutan.

Itu dikemukakannya lebih 11 tahun silam ketika dia menjadi pembicara pada Seminar Nasional dan Kuliah Umum bertemakan “Tranformasi Ekonomi Melalui Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata di Kalimantan Timur.”
Menurut Prof Zamruddin, peran sektor pariwisata juga bisa menggantikan eksploitasi yang berlebihan pada sumber daya alam (SDA), yang sampai sekarang masih terus diambil.

“Pemikiran akademisi meminta Kaltim tidak hanya mengandalkan sektor migas dan tambang saja,” ucapnya waktu itu.

Pada masa Prof Masjaya sebagai rektor Unmul, ada tujuh gedung di lingkungan Unmul diberi nama menggunakan nama-nama rektor. Di antaranya gedung Business Center FEB, yang diberi nama Gedung Prof Dr H Zamruddin Hasid, SE, SU. Dari sini kita selalu mengenang dia. Orang yang berilmu dan sangat agamis. Selamat jalan, Prof. Kita semua yakin Allah Swt pasti membukakan pintu surga bagi hamba-Nya yang berpulang dengan husnul khotimah. Aamiin.(*) (more…)

Continue Reading

Trending